BADAN Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD DKI Jakarta mencatat puluhan wilayah terendam banjir hingga Jumat pagi, 17 April 2026. Banjir ini disebabkan oleh hujan deras yang mengguyur Jakarta pada Kamis.
Hujan deras juga menyebabkan kenaikan tinggi muka air pada Pos Pantau Depok status Siaga 3 pada ukul 21.00 dan Bendung Katulampa status Siaga 3 pada pukul 03.00. Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta Mohamad Yohan mengatakan, hingga pagi ini per pukul 08.00, masih ada 21 wilayah rukun tertangga yang terendam banjir.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Menurut catatannya, wilayah terbanyak yang mengalami banjir ada di bagian Jakarta Timur. "Terdapat 15 RT di Jakarta Timur terendam banjir," katanya dalam keterangannya pada Jumat, 17 April 2026.
Dia mengatakan ada empat kelurahan di Jakarta Timur yang mengalami banjir imbas hujan deras. Keempatnya adalah di Kelurahan Bidara Cina sebanyak 2 RT, Kampung Melayu 4 RT, Cawang 7 RT, dan Cililitan 2 RT.
"Ketinggian banjir di Jakarta Timur 20-80 sentimeter. Penyebabnya luapan Kali Ciliwung," ujar Yohan.
Banjir juga melanda enam RT di Jakarta Selatan. Sebanyak empat RT di Kelurahan Pejaten Timur, Jakarta Selatan, masih digenangi air hingga Jumat pagi ini. Disusul oleh masing-masing satu RT di Kelurahan Tanjung Barat dan Rawajati.
Yohan mengatakan instansinya telah mengerahkan personel untuk memantau kondisi banjir di setiap wilayah. Termasuk berkoordinasi dengan pihak lain untuk menyedot genangan banjir dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik.
"Genangan ditargetkan surut dalam waktu cepat. Kami mengimbau masyarakat tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan," kata Yohan.
.png)
















































