Indonesia 70% Masih Impor LPG, Bahlil Minta Masyarakat Berhemat

11 hours ago 4

loading...

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia meminta masyarakat agar menggunakan LPG secara bijak. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia meminta masyarakat agar menggunakan LPG secara bijak di tengah dinamika pasokan energi global yang dipengaruhi konflik geopolitik, termasuk perang di kawasan Iran. Dalam pernyataannya yang dikutip dari media sosial pribadi pada Minggu (29/3/2026), Bahlil menyebut ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG masih cukup tinggi, yakni mencapai sekitar 70% dari total kebutuhan nasional. "Berkait dengan LPG, LPG yang kita butuh effort bersama-sama dan saya menyarankan kepada masyarakat untuk kita bijaksana dalam memakai LPG," ujar Bahlil.

Baca Juga: Impor Darurat, Dua Kargo LPG dari Australia Masuk Minggu Ini

Menurut dia, meskipun kondisi global sedang memberi tekanan terhadap rantai pasok energi, pasokan LPG nasional hingga saat ini masih dalam kondisi aman. Pemerintah memastikan kapal-kapal pengangkut LPG dari sejumlah negara pemasok tetap berjalan sesuai jadwal. "Kita tahu bahwa LPG kita 70% kita impor. Tapi sampai dengan hari ini kondisinya clear. Kapal-kapal yang juga kita beli dari beberapa negara masih on the track. Jadi insyaAllah aman," katanya.

Meski demikian, ia menekankan situasi global tetap harus diantisipasi secara serius karena berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan energi nasional. "Tapi kan bagaimanapun kondisi global ini membuat kita semua harus ikhtiar," lanjutnya.

Baca Juga: 10 Negara yang Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI

Bahlil juga menyampaikan arahan Presiden agar seluruh jajaran pemerintah bekerja hati-hati dalam menjaga pasokan energi, terutama dengan mempertimbangkan kepentingan masyarakat kecil. "Presiden selalu menyampaikan kepada kami bahwa kita harus bekerja betul-betul dengan hati-hati dan memperhatikan kepentingan saudara-saudara kita, rakyat kecil dan masyarakat kita," pungkasnya.

(nng)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online