Jakarta -
Introvert vs Ekstrovert, Ini Cara Mudah Kenali Tipe Energi Kamu
Setiap orang memiliki sifat dan kepribadian yang unik dan berbeda-beda. Dua kategori utama yang paling sering dibicarakan adalah introvert dan ekstrovert.
Perbedaan mendasar dari keduanya terletak pada cara mereka mengisi energi sosial. Mengenali tipe kepribadian ini akan sangat membantu kita mengenal diri sendiri lebih dalam serta menempatkan kita pada lingkungan yang tepat.
Yuk, kenali lebih dalam tentang dua kepribadian ini!
Definisi Ekstrovert dan Introvert
Introvert dan ekstrovert sendiri merupakan dua spektrum kepribadian yang menjelaskan cara seseorang mengisi kembali energi sosial mereka. Teori ini pertama kali diperkenalkan oleh psikiater dan psikoanalis asal Swiss bernama Carl Gustav Jung (Carl Jung) melalui teorinya tentang tipe kepribadian pada tahun 1920-an.
Dalam teorinya, Carl Jung membagi tipe kepribadian manusia menjadi dua kategori, yaitu ekstrovert dan introvert.
Ekstrovert dikenal sebagai tipe kepribadian yang mendapatkan energi dari interaksi sosial. Seseorang dengan kepribadian ini cenderung menyukai berkumpul di tengah keramaian..
Sebaliknya, introvert merupakan seseorang yang merasa nyaman dan mendapatkan energi dari kesendirian. Mereka lebih suka menjauh dari keramaian untuk memulihkan tenaga dan mengisi energi sosial.
Perbandingan Ekstrovert dan Introvert
Agar dapat mengenal ekstrovert dan introvert lebih dalam, mari kita telusuri perbandingannya sebagai berikut.
Cara Mengisi Energi
Perbedaan paling mencolok antara introvert dan ekstrovert terlihat dari cara mereka mengisi energi setelah seharian beraktivitas.
Energi introvert sering kali merasa terkuras setelah melakukan interaksi sosial di tempat yang ramai, seperti mall atau kafe yang bising. Oleh karena itu, mereka sangat suka menyendiri untuk memulihkan energi. Biasanya, mereka akan menarik diri ke ruang personal yang tenang.
Berbeda dengan ekstrovert yang justru akan merasa bosan bila sendirian terlalu lama. Sumber energi mereka berasal dari interaksi dengan orang sekitar. Berada di keramaian sambil bertukar cerita dengan beberapa orang berbeda adalah cara mereka untuk kembali bersemangat dan mengisi ulang energi sosial mereka.
Gaya Komunikasi
Introvert dan ekstrovert juga memiliki gaya komunikasi yang jauh berbeda. Si introvert biasanya lebih sering menjadi pendengar yang baik. Mereka akan memproses informasi secara mendalam sebelum akhirnya memilih kata-kata yang tepat untuk diucapkan.
Ekstrovert umumnya sangat ekspresif dan lebih terbuka. Mereka membutuhkan lawan bicara untuk saling bertukar pikiran dan mengembangkan ide yang ada di dalam benak mereka. Itulah yang membuat ekstrovert sangat suka ngobrol dengan orang lain.
Pengambilan Keputusan
Sebelum mengambil keputusan, seorang introvert biasanya akan melalui banyak pertimbangan secara mendalam. Mereka akan merenungkan secara matang sampai benar-benar yakin bahwa pilihan tersebut sudah selaras dengan prinsip dan nilai-nilai pribadi.
Sementara itu, ekstrovert biasanya mampu mengambil keputusan secara cepat. Mereka cenderung lebih berani mengambil risiko dan bisa membuat keputusan secara spontan di tengah interaksi. Mereka juga sering melibatkan masukan langsung dari orang-orang sekitar untuk memvalidasi pilihan mereka.
(Astrid Riyani Atmaja/arm)
Loading ...
.png)
7 hours ago
4













































