Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%

3 hours ago 3

loading...

Pemandangan umum kilang minyak Baiji di Baiji, 112 mil di utara Baghdad. FOTO/Reuters

LONDON - Harga minyak dunia melonjak lebih dari 6% pada perdagangan Rabu setelah ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali meningkat menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut nota kesepahaman untuk mengakhiri konflik dengan Teheran telah berakhir. Eskalasi tersebut kembali memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi dari kawasan Timur Tengah, khususnya melalui Selat Hormuz.

"Pasar kembali dipaksa untuk memperhitungkan risiko bahwa serangan baru terhadap pelayaran, atau keretakan yang lebih luas dalam hubungan AS-Iran, dapat memperlambat normalisasi arus melalui Selat Hormuz," kata analis Saxo Bank, Ole Hansen dikutip dari Reuters, Rabu (8/7/2026).

Baca Juga: Iran Serang 85 Situs Militer AS di Bahrain dan Kuwait, Situasi Memanas Seiring Pemakaman Khamenei

Pada perdagangan Rabu pukul 16.45 WIB, harga minyak mentah Brent untuk kontrak September 2026 naik USD4,57 per barel atau 6,16% menjadi USD78,73 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Agustus 2026 menguat USD4,23 atau 6,01% menjadi USD74,67 per barel. Kedua harga acuan tersebut berada di level tertinggi sejak 22 Juni, setelah sehari sebelumnya juga menguat sekitar 3%.

Kenaikan harga terjadi setelah AS mencabut izin umum yang sebelumnya memperbolehkan penjualan minyak mentah Iran. Kondisi semakin memanas ketika Trump menyatakan nota kesepahaman yang ditandatangani dengan Iran untuk mengakhiri konflik tidak lagi berlaku, sehingga meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan.

Adapun situasi tersebut diperburuk oleh aksi militer terbaru. Komando Pusat AS (Centcom) menyatakan serangan udara dilakukan sebagai respons atas serangan Iran terhadap tiga kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz. Sebagai balasan, Garda Revolusi Iran mengaku menyerang fasilitas militer AS di Bahrain dan Kuwait.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online