TEMPO.CO, Jakarta - Jenazah Emeritus Uskup Agung Kupang Monsinyur Petrus Turang akan diberangkatkan ke Kupang, Nusa Tenggara Timur, Jumat malam, 4 April 2025. Sebelum diterbangkan ke Kupang, jenazah Mgr. Petrus Turang masih disemayamkan di Gereja Katedral Jakarta.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
“Nanti malam akan berangkat dari sini (Gereja Katedral) pukul 23.00 WIB. Ikut pesawat besok pukul 06.00 langsung dibawa ke Kupang, dan akan dimakamkan pada Selasa di Kupang,” kata Uskup Agung Jakarta Kardinal Ignatius Suharyo.
Kendati berdarah Manado, Petrus sudah menjadi Uskup Agung selama 27 tahun. Sehingga diputuskan untuk memakamkan almarhum di Kupang.
Suharyo mengatakan Presiden Prabowo Subianto menyempatkan diri melayat mendiang Petrus karena masih ada hubungan kekerabatan dari ibunya dengan orang tua Presiden, Dora Marie Sigar. “Maka beliau menyempatkan datang di tengah-tengah kesibukannya meskipun hanya beberapa menit," ujarnya.
Mgr. Petrus Turang lahir di Tataaran, Manado, Sulawesi Utara, 23 Februari 1947. Dia ditahbiskan menjadi imam dioses Keuskupan Manado pada 18 Desember 1974.
Kardinal Suharyo bercerita, ia mengenal Turang sejak tahun 1977 ketika belajar bersama di Roma, Italia. Suharyo mengatakan Turang belajar ilmu sosiologi di Roma, dan pulang ke Tanah Air mengabdi untuk masyarakat.
“Beliau menjadi sekretaris eksekutif di Konferensi Waligereja Indonesia (KWI). Namanya Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi. Tugasnya adalah berkeliling di seluruh Indonesia untuk berusaha mencari jalan pemberdayaan masyarakat,” kata Suharyo di Gereja Katedral Jakarta.
Kemudian, Turang diangkat menjadi Uskup Agung bersama Suharyo pada 1997. Selamat menjabat di KWI, Turang berkeliling untuk pemberdayaan masyarakat kecil.
“Maka semboyan waktu beliau menjadi uskup itu adalah seperti Yesus yang berkeliling sambil berbuat baik. Begitulah yang dikerjakan sampai akhir hidupnya,” ujarnya.
Keuskupan Agung Kupang mengumumkan bahwa Mgr. Petrus Turang meninggal di Jakarta setelah dirawat secara intensif di Rumah Sakit Pondok Indah Jakarta Selatan.
Prabowo tiba di Gereja Katedral Jakarta menggunakan Maung bersama Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya sekitar pukul 15.38 WIB. Ia disambut langsung oleh Uskup Agung Jakarta Kardinal Ignatius Suharyo. Kemudian Prabowo masuk ke dalam gereja diiringi Kardinal Suharyo. Prabowo hanya tujuh menit berada di dalam gereja.
Usai melayat, Presiden Prabowo menyampaikan belasungkawa kepada keluarga mendiang Petrus Turang.
“Saya datang melayat karena memang Mgr. Turang memang saya kenal baik, sering ketemu dan juga ada hubungan keluarga juga. Jadi ya saya kira sebagai manusia kita memberi penghormatan kita. Saya ucapkan belasungkawa ke keluarganya semua,” kata Prabowo di Gereja Katedral Jakarta, 4 April 2025.
Prabowo mengenang Turang sebagai orang yang baik, selalu berpikir positif, dan selalu bekerja untuk rakyat kecil.