Kapal Perang Belanda dan China Terlibat Konfrontasi di Laut China Selatan

5 hours ago 3

loading...

HNLMS De Ruyter, kapal perang Belanda yang terlibat konfrontasi dengan kapal perang China di wilayah sengketa di Laut China Selatan. Foto/China PLA

BEIJING - China dan Belanda bersitegang setelah kapal perang kedua negara terlibat konfrontasi di lepas Kepulauan Paracel yang disengketakan di Laut China Selatan pada hari Rabu.

Juru bicara Komando Teater Selatan Angkatan Laut China, Kapten Senior Zhai Shichen, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Angkatan Laut dan Angkatan Udara menggunakan langkah-langkah yang diperlukan—termasuk peringatan dan pengacakan elektronik—setelah kapal perang HNLMS De Ruyter diduga melanggar wilayah secara ilegal di dekat Kepulauan Paracel dan meluncurkan helikopter dari kapal ke wilayah udara China.

Baca Juga: Kapal Induk AS Umbar Tembakan di Laut China Selatan yang Diklaim China

Dia juga menuduh pihak Belanda secara serius merusak stabilitas di Laut China Selatan. "Mereka harus segera menghentikan pelanggaran dan tindakan provokatifnya," katanya, seperti dikutip Politico, Kamis (28/5/2026).

Konfrontasi tersebut terjadi di dekat Kepulauan Paracel, sebuah kepulauan yang penting secara strategis yang terdiri dari sekitar 130 pulau yang direbut Beijing dari Vietnam pada tahun 1970-an dan sekarang dikendalikan melalui jaringan pos militer dan kemampuan pengawasan.

China secara ketat mengontrol perjalanan ke wilayah itu, dan kapal pribadi atau komersial tidak diizinkan memasuki perairan teritorial pulau-pulau tersebut.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Belanda membantah pernyataan Beijing. Kementerian itu mengatakan kepada Politico, "HNLMS De Ruyter beroperasi sesuai dengan hukum internasional, termasuk Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS).”

Kementerian itu mengatakan bahwa fregat tersebut berlayar melalui Laut China Selatan dan melakukan kunjungan ke pelabuhan-pelabuhan di seluruh wilayah untuk memperkuat hubungan diplomatik, keamanan, dan ekonomi dengan negara-negara mitra.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online