Kata Anggota DPR soal Kebijakan ASN Kerja Dekat Rumah

6 hours ago 9

ANGGOTA Komisi IX DPR Netty Prasetiyani menyambut baik kebijakan Badan Kepegawaian Negara atau BKN yang mendekatkan lokasi tugas aparatur sipil negara (ASN) pada domisili dan keluarga.

Dia berpendapat, kebijakan ini mampu menekan persoalan kesehatan mental yang selama ini kerap dirasakan ASN imbas penugasan yang mengharuskan terpisah jauh dari keluarga. Dengan kondisi psikologis yang lebih baik, diharapkan kebijakan berdampak positif pada semangat dan produktivitas kinerja.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

"Semoga ini meminimalisasi persoalan akibat long distance marriage yang dialami ASN," kata Netty dalam keterangan tertulis, Sabtu, 25 Juli 2026.

Menurut Netty, kebijakan ini, khususnya mereka yang bekerja pada bidang kesehatan, diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas layanan. Sebab, dengan dekat dengan keluarga, kesehatan mental para tenaga kesehatan bisa dilebih ditekan, termasuk dalam upaya mengurangi tingkat stres. Dengan begitu, masyarakat akan memperoleh manfaat layanan yang lebih prima.

Kendati begitu, kata Netty, kebijakan seperti ini harus tetap diberlakukan dengan prinsip kehati-hatian dan tetap mengedepankan kebutuhan organisasi, serta pemerataan layanan publik.

Karenanya, ia mengingatkan BKN agar melakukan evaluasi secara komprehensif terhadap pelaksanaan kebijakan ini, mulai dari dampak terhadap produktivitas, efektivitas organisasi, kualitas layanan, hingga pemangkasan anggaran. "Jika hasil uji coba ini menunjukkan manfaat yang nyata, kebijakan ini layak dipertimbangkan untuk diterapkan lebih luas," ujar legislator fraksi PKS ini.

Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh menjelaskan alasan diberlakukannya kebijakan mendekatkan pada domisili dan keluarga bagi ASN. Dengan bekerja lebih dekat pada keluarga, ASN diharapkan mampu meningkatkan motivasi dalam bekerja.

Ia melanjutkan, pada tahap awal kebijakan ini sudah mulai diuji coba bagi pegawai BKN dengan menempatkan pegawai yang ada di lingkup kantor pusat, regional, dan UPT.

"Agar pegawai dapat berkinerja lebih tinggi karena merasa lebih bahagia setelah berkumpul dengan keluarga. Pegawai juga bisa menata kondisi ekonomi dengan lebih baik karena tidak lagi terbebani biaya transportasi dan akomodasi," kata Zudan dikutip dari publikasi lama resmi BKN, Sabtu.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online