INFO TEMPO. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama PAM JAYA memperkuat langkah strategis untuk memastikan ketersediaan air bersih berkelanjutan bagi warga. Salah satunya melalui penjajakan kerja sama dengan Bin Zayed International, perusahaan internasional yang bergerak di berbagai sektor seperti properti, energi, konstruksi, teknologi informasi, dan infrastruktur di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin, 27 April 2026.
Penjajakan ini merupakan tindak lanjut pertemuan sebelumnya antara pihak Bin Zayed dan Gubernur Jakarta di Balai Kota. Kunjungan PAM JAYA ke Malaysia membuka komunikasi lanjutan terkait potensi kolaborasi, terutama dalam pengembangan infrastruktur dasar dan layanan perkotaan.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Sebagai tahap awal, kedua pihak menandatangani perjanjian kerahasiaan (non-disclosure agreement/NDA). Kesepakatan ini membuka ruang pertukaran data, kajian teknis, serta pembahasan lebih rinci terkait peluang kerja sama pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Jakarta.
Direktur Utama PAM JAYA Arief Nasrudin mengatakan kerja sama dengan berbagai pihak menjadi bagian dari strategi untuk menjawab tantangan layanan air bersih. Ia menegaskan target cakupan layanan air minum 100 persen di Jakarta membutuhkan dukungan mitra yang memiliki kapasitas, teknologi, dan pengalaman.
Menurut Arief, tantangan tidak hanya pada perluasan layanan, tetapi juga pengurangan tingkat kebocoran air atau non-revenue water (NRW). Kondisi Jakarta sebagai kota padat dengan jaringan utilitas bawah tanah yang kompleks membuat upaya tersebut tidak sederhana.
“Pengurangan NRW menjadi salah satu pekerjaan besar PAM JAYA. Di Jakarta, tantangannya tidak sederhana karena kepadatan bangunan, jaringan utilitas yang kompleks, dan kebutuhan layanan yang terus meningkat,” ujar Arief di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin, 27 April 2026.
Dia mengatakan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Bin Zayed International sangat penting untuk melihat kemungkinan dukungan teknologi, investasi, dan pengalaman internasional yang relevan bagi Jakarta.
Selain pengembangan SPAM, Bin Zayed International juga menunjukkan minat pada proyek infrastruktur strategis lain, termasuk Giant Sea Wall. Ketertarikan ini sejalan dengan upaya transformasi Jakarta sebagai kota global dengan infrastruktur yang tangguh dan berkelanjutan.
Selain dengan Malaysia, PAM JAYA juga menjalin komunikasi dengan mitra dari negara lain seperti Turki dan Swiss. Komunikasi tersebut untuk menjajaki peluang kerja sama, pertukaran pengetahuan, serta pemanfaatan teknologi guna meningkatkan kualitas layanan.
Arief menegaskan penandatanganan NDA bukan sekadar formalitas, melainkan langkah awal untuk memastikan proses kerja sama berjalan profesional, akuntabel, dan berbasis kajian. Ia menekankan kepentingan warga tetap menjadi prioritas utama.
“Ini adalah pintu masuk untuk memastikan setiap proses kerja sama dilakukan secara profesional, akuntabel, dan berbasis kajian yang matang. PAM JAYA akan terus menjaga prinsip kehati-hatian, tata kelola yang baik, serta kepentingan warga Jakarta sebagai prioritas utama,” ujarnya.
Melalui penjajakan ini, Pemprov DKI Jakarta dan PAM JAYA berharap dapat memperluas kolaborasi strategis dalam penyediaan air bersih, memperkuat infrastruktur perkotaan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kerja sama ini juga diharapkan mendukung upaya Jakarta membangun jejaring internasional menuju kota global yang berdaya saing dan berketahanan.(*)
.png)















































