Kementerian Kesehatan Gelontorkan Rp 5,5 Miliar untuk Korban Gempa Myanmar

14 hours ago 6

TEMPO.CO, Jakarta -- Pemerintah Indonesia mengirimkan tim Emergency Medical Team (EMT) untuk membantu korban gempa bumi di Myanmar. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, tim yang terdiri atas 35 tenaga medis itu membawa berbagai obat-obatan dan bantuan kesehatan senilai Rp 5,5 miliar. “Tim EMT akan berada di Myanmar selama satu bulan dan diharapkan dapat memberikan bantuan medis bagi para korban gempa Myanmar,” kata Menteri Budi dalam keterangan tertulis pada Kamis, 3 April 2025. 

Dia memastikan penyaluran bantuan tersebut efektif dan tepat sasaran saat tiba di lapangan. Kementerian Kesehatan menggandeng Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Luar Negeri serta bekerja sama dengan berbagai instansi untuk berkoordinasi.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Perwakilan dari Pusat Krisis Kesehatan Eko Medistianto menjelaskan, tim yang dikirim terdiri dari tenaga medis dengan berbagai keahlian. Mereka di antaranya dokter spesialis bedah, ortopedi, anestesi, penyakit dalam, anak, dan emergensi. “Tim juga mencakup perawat, tenaga farmasi, bidan, serta tenaga logistik dan administrasi,” ujar dia.

Dalam kesempatan terpisah, Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan Indonesia telah mengirimkan bantuan awal berupa tim tanggap darurat yang terdiri atas unsur BNPB dan Indonesia Search and Rescue (INASAR) sebagai pertolongan pertama di lapangan. Bantuan tersebut sudah mulai dikirimkan sejak 31 Maret lalu.

Dia menyampaikan, bantuan Indonesia untuk Myanmar mencakup 124 ton barang kebutuhan darurat dengan total nilai sekitar US$ 1,2 juta (sekitar Rp 20 miliar). Indonesia memastikan seluruh bantuan yang dikirimkan sesuai dengan kebutuhan mendesak bagi para korban gempa.

Bantuan yang paling dibutuhkan bagi para korban gempa bumi Myanmar berkekuatan magnitudo 7,7 pada Jumat, 28 Maret 2025 , itu seperti tempat berlindung sementara (shelter), alat kesehatan, dan obat-obatan, menjadi prioritas utama dalam pengiriman bantuan. 

Mega Putri Mahadewi berkontribusi dalam penulisan artikel ini.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online