KETUA Dewan Perwakilan Rakyat Puan Maharani mendesak pemerintah mengevaluasi penempatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) di wilayah konflik setelah tiga prajurit tewas saat bertugas di misi perdamaian Libanon Selatan. Ketiga korban jiwa ialah Mayor Infanteri Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon, dan Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
“Pemerintah hendaknya melakukan evaluasi terhadap penugasan prajurit TNI dalam wilayah konflik,” ucap politikus PDI Perjuangan itu di kompleks DPR, Jakarta, pada Selasa, 21 April 2026.
Evaluasi penugasan TNI di daerah konflik harus berdasarkan standar praktik terbaik internasional yang mencakup kejelasan misi, mandat, kesiapan operasional, serta perlindungan maksimal terhadap personel. Puan menegaskan bahwa operasi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa menuntut kesiapan politik, kapasitas, dan lingkungan operasi.
Di samping itu, DPR juga menyerukan agar PBB melakukan investigasi kredibel guna mengungkap penyebab gugurnya tiga TNI di Lebanon. “Upaya ini berlandaskan pada prinsip-prinsip utama misi perdamaian PBB yaitu transparansi, akuntabilitas, serta penghormatan terhadap hukum internasional dan hak asasi manusia.
Secara terpisah, Ketua Komisi I DPR Utut Adianto menyatakan sebaiknya pemerintah tidak melakukan penarikan pasukan karena menghormati misi perdamaian dunia sebagai amanat konstitusi. Politikus PDI Perjuangan itu menyatakan bahwa pengiriman pasukan perdamaian tidak dimaksudkan untuk berperang, oleh sebab itu militer Indonesia berpartisipasi.
“Ketika kita sudah komit di sana kita enggak boleh tarik, sebaiknya jangan ditarik karena itu kita juga menjalankan preambule, ikut memelihara perdamaian dunia. Termasuk kita ikut membela kemerdekaan Palestina,” kata dia pada Selasa, di DPR.
Utut mengusulkan agar pemerintah memberikan pandungan lapangan kepada prajurit yang dikirim ke wilayah konflik agar tidak ada korban jiwa yang berjatuhan. Dia berharap hal ini bisa mengantisipasi terulangnya kejadian yang sama.
.png)
















































