Ketua DPR Minta Pemerintah Evaluasi Imunisasi Campak

12 hours ago 4

KETUA Dewan Perwakilan Rakyat Puan Maharani meminta pemerintah mengevaluasi program imunisasi campak yang belum mencapai target dan menyebabkan kematian 10 orang sepanjang Januari-Maret 2026. Delapan dari sepuluh korban itu merupakan anak usia di bawah lima tahun yang belum pernah menerima vaksinasi campak-rubela.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Setiap kematian yang sebenarnya dapat dicegah harus menjadi bahan evaluasi serius. Negara tidak boleh membiarkan perlindungan kesehatan dasar melemah,” kata dia dalam keterangan tertulis dikutip pada Ahad, 5 April 2026.

Meski Kementerian Kesehatan mencatat penurunan kasus campak dari minggu pertama ke minggu kedua belas 2026, Puan menilai jatuhnya korban merupakan krisis di bidang kesehatan masyarakat. Puan mengingatkan pemerintah agar memastikan cakupan imunisasi dasar menjangkau daerah dengan akses layanan kesehatan terbatas.

“Ketika vaksin tersedia, namun tidak menjangkau seluruh kelompok rentan, maka risiko Kesehatan masyarakat akan meningkat,” tutur dia.

Politikus PDIP itu juga menyoroti kematian dokter berinisial AMW di Kabupaten Cianjur yang diduga terpapar virus saat menangani pasien campak. Menurut dia, perlindungan imunisasi juga harus diperluas terutama bagi kelompok tenaga kesehatan yang berinteraksi dengan penderita campak.

Puan melihat berbagai kasus campak sebagai peringatan serius bahwa pemerintah tidak boleh membiarkan ada celah dalam program perlindungan Kesehatan dasar masyarakat. “Terutama pada program imunisasi yang selama ini menjadi pondasi pencegahan penyakit menular,” ujar mantan Menteri PMK ini.

Puan berpendapat bahwa pemerintah bertanggung jawab bukan hanya menyediakan layanan tapi juga menjaga kepercayaan masyarakat bahwa negara mampu mengintervensi tren kasus campak. Salah satunya lewat peningkatan literasi melalui komunitas agar publik mendapatkan informasi akurat, merasa dilibatkan, dan tidak meragukan kebijakan pemerintah.

“Negara perlu hadir agar masyarakat bahwa percaya setiap kebijakan kesehatan dijalankan untuk melindungi hak hidup seluruh warga negara,” tutur dia.

Hingga Maret tahun ini, terduga penderita campak mencapai 21.141 orang, dengan 16.290 di antaranya terkonfirmasi. Kementerian Kesehatan juga menemukan 85 kejadian luar biasa yang terjadi di 47 kabupaten dan kota di 14 provinsi. Pada pekan pertama 2026, sebanyak 2.220 kasus terkonfirmasi dan jumlahnya menurun menjadi 146 kasus pada pekan ke-12.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online