Komdigi Gandeng Operator dan Netflix Dukung TUNAS Jakarta

6 hours ago 9

Selular.ID – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggandeng operator seluler Indosat, Telkomsel, dan XLSmart, serta platform digital Netflix untuk mendukung penyelenggaraan TUNAS Jakarta.

Program yang berlangsung di Taman Bendera Pusaka, Jakarta Selatan, Jumat (12/6/2026), ini bertujuan mengajak anak-anak kembali aktif di ruang publik dan mengurangi ketergantungan berlebih terhadap layar digital.

Kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem tumbuh kembang anak yang lebih seimbang di tengah tingginya intensitas penggunaan perangkat digital.

Berdasarkan data yang disampaikan Kemkomdigi, rata-rata waktu penggunaan layar atau screen time anak di Indonesia saat ini telah mencapai hampir 7,5 jam per hari.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemkomdigi, Bonifasius Wahyu Pudjianto, menegaskan bahwa perlindungan anak di ruang digital tidak dapat dibebankan kepada satu pihak saja.

Menurutnya, dibutuhkan keterlibatan pemerintah, industri, komunitas, hingga masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang mendukung interaksi sosial anak secara sehat.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

“Kami bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta, operator seluler, platform digital, komunitas, dan berbagai organisasi masyarakat untuk menyediakan sarana interaksi yang lebih sehat bagi anak-anak, baik dengan sesama, lingkungan, maupun komunitas sekitar,” ujar Bonifasius dalam kegiatan TUNAS Jakarta.

Ia menjelaskan, inisiatif tersebut tidak bertujuan menjauhkan anak dari teknologi sepenuhnya.

Sebaliknya, Kemkomdigi ingin memastikan anak-anak tetap memperoleh manfaat dari perkembangan digital tanpa kehilangan kesempatan untuk tumbuh, bermain, belajar, dan berinteraksi secara langsung.

“Pesan yang paling utama adalah anak-anak agar semakin banyak melakukan kegiatan nyata, karena screen time mereka sudah hampir mencapai 7,5 jam per hari,” katanya.

Bonifasius menilai tingginya penggunaan perangkat digital perlu diimbangi dengan aktivitas fisik dan interaksi sosial yang memadai.

Ruang publik, menurutnya, memiliki fungsi penting sebagai tempat anak membangun hubungan dengan lingkungan sekitar, melatih kemampuan berkomunikasi, serta mengembangkan keterampilan sosial.

“Anak-anak makin lama di layar, tetapi makin sedikit di ruang publik. Oleh karena itu, yang perlu kita dorong adalah kembalinya mereka berinteraksi dalam kondisi fisik—tumbuh, bermain, berteman, dan mengenal dunia nyata. Ini sangat penting,” ujarnya.

Program TUNAS Jakarta sendiri menargetkan partisipasi sekitar 3.000 anak.

Berbagai aktivitas non-digital disiapkan melalui kolaborasi sejumlah perusahaan dan komunitas yang berasal dari beragam sektor.

Selain Indosat, Telkomsel, dan XLSmart sebagai mitra operator seluler, kegiatan ini juga didukung Jakarta City Branding, Buumi Playscape, iNova Pharmaceuticals melalui Betadine Indonesia, Netflix, PT LEGO Service Indonesia, Tentang Anak, Hangtuah Sports Academy, serta sejumlah komunitas lokal.

Keterlibatan operator telekomunikasi dalam program ini menunjukkan bahwa industri digital tidak hanya berperan menyediakan konektivitas, tetapi juga mulai mengambil bagian dalam mendorong literasi digital yang lebih sehat.

Upaya tersebut sejalan dengan berbagai kampanye penggunaan internet secara bijak yang dalam beberapa tahun terakhir gencar dilakukan oleh pelaku industri telekomunikasi di Indonesia.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital, Alfreno Kautsar Ramadhan, mengatakan bahwa TUNAS Jakarta hadir sebagai jawaban atas pertanyaan banyak orang tua mengenai alternatif aktivitas anak di luar penggunaan gawai.

“Selama ini kita mendorong agar orang tua menunda akses digital yang berlebihan pada anak. Namun banyak orang tua bertanya, ‘Alternatifnya apa?’ Melalui TUNAS Jakarta, kami hadirkan jawabannya,” kata Alfreno.

Menurut dia, pendekatan terhadap tumbuh kembang anak tidak seharusnya menempatkan ruang digital dan ruang fisik sebagai dua hal yang saling bertentangan.

Anak tetap dapat memanfaatkan teknologi untuk belajar dan bereksplorasi, selama diimbangi dengan pengalaman sosial yang cukup melalui aktivitas nyata.

TUNAS Jakarta menjadi salah satu contoh kolaborasi antara pemerintah, industri telekomunikasi, platform digital, sektor swasta, dan komunitas dalam merespons tantangan pola interaksi anak di era digital.

Fokus utamanya bukan membatasi teknologi secara mutlak, melainkan menciptakan keseimbangan agar anak memperoleh manfaat inovasi digital sekaligus tetap memiliki ruang untuk bermain, bergerak, dan membangun relasi sosial secara langsung.

Baca Juga: Menkomdigi Meutya Hafid Dituding Bungkam Siaran Aksi Demo Mahasiswa

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online