Kota Cilegon Dorong UMKM Lokal Tembus Pasar Internasional

16 hours ago 7

INFO TEMPO – Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Cilegon, Banten, Nur Kusuma Ngarasati Fajar mengatakan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Kota Cilegon memiliki potensi untuk dikembangkan. Menurut perempuan yang kerap disapa Raras itu, sejumlah produk UMKM Cilegon memiliki kualitas dan cita rasa yang mampu bersaing dengan produk dari daerah lain.

Raras menyampaikan hal itu saat mengunjungi UMKM Dapoer Fathaya di Kelurahan Purwakarta, Kecamatan Purwakarta, Jawa Barat, serta Rabeg T’enG di Kelurahan Ketileng, Kecamatan Cilegon, Rabu, 12 Agustus 2026. “Hari ini kami datang ke salah satu UMKM di Kota Cilegon yang terkenal karena produknya berkualitas, menggunakan bahan pilihan, dan insyaallah halal, ber-BPOM, serta sudah uji lab. Ini produk yang harus kita banggakan dari Kota Cilegon,” ujar Raras.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Kunjungan tersebut dilakukan bersama Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DinkopUKM) Kota Cilegon sebagai bagian dari monitoring terhadap pelaku UMKM. Kegiatan ini bertujuan memperkuat UMKM lokal, terutama dalam peningkatan kualitas produk, pemenuhan legalitas usaha, pengembangan produksi, serta perluasan akses pemasaran.

Raras mengatakan penguatan UMKM membutuhkan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dunia industri, dan masyarakat. Menurut dia, keberpihakan terhadap produk lokal dapat diwujudkan dengan meningkatkan penggunaan dan pemasaran produk UMKM Cilegon. “Apalagi sudah ada peraturan daerah yang mengatur 30 persen UMKM di Cilegon harus masuk ke industri, kafe, dan restoran. Termasuk produk Dapoer Fathaya ini. Kesadaran bersama untuk menggunakan dan memasarkan produk lokal menjadi salah satu langkah penting dalam mendorong UMKM Cilegon agar makin berkembang dan memiliki pasar yang lebih luas,” katanya.

Raras mengatakan sejumlah produk UMKM Cilegon mulai berpeluang menembus pasar internasional. Produk-produk tersebut rencananya diperkenalkan hingga ke Den Haag, Belanda. “Insyaallah produk UMKM kita akan dikirim ke Den Haag. Ini menjadi kesempatan yang baik untuk memperkenalkan produk-produk unggulan Cilegon ke pasar internasional. Karena itu, UMKM yang sudah memiliki kualitas, legalitas, dan kesiapan produksi harus terus kita dorong agar mampu bersaing dan menjangkau pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Pemilik Dapoer Fathaya, Fathaya, menyambut baik dukungan dan kunjungan tersebut. Menurut dia, perhatian terhadap pelaku UMKM, terutama perempuan, menjadi motivasi untuk terus mengembangkan usaha dari rumah. “Beliau sosok yang sangat menginspirasi, khususnya untuk mendorong wanita agar tetap berkarya dan berdaya dari rumah untuk membantu perekonomian keluarga sambil menjaga anak,” ujar Fathaya.

Fathaya mengatakan produk Dapoer Fathaya saat ini dipasarkan melalui sejumlah toko frozen, di antaranya Freshmart Cibeber dan Kedai Fresh Mama Ima. Produk tersebut juga dipasarkan melalui berbagai kegiatan bazar di Kota Cilegon dan daerah lain.

Selain Dapoer Fathaya, monitoring dilakukan terhadap Rabeg T’enG yang dikembangkan Heriyah. Dia mengatakan usaha tersebut bermula dari keikutsertaannya dalam bazar di Waru Wangi pada 2020. Usahanya kemudian berkembang setelah mengikuti pelatihan inkubasi yang diselenggarakan DinkopUKM Kota Cilegon pada 2023. “Kami memilih inovasi daging sapi ketimbang kambing agar semua kalangan bisa menikmati rabeg ini. Kemasan produk kami juga telah melalui uji laboratorium di SIG Bandung dan memiliki masa simpan hingga 367 hari. Sedangkan bumbunya masih dalam tahap uji coba,” tutur Heriyah.

Heriyah mengatakan bahan baku daging Rabeg T’enG diperoleh dari pasar dan diproses melalui rumah potong hewan yang memiliki nomor kontrol veteriner. Proses penyembelihan dilakukan oleh juru sembelih halal (juleha). Selain rabeg instan, Rabeg T’enG mengembangkan sejumlah produk lain, seperti keripik ganjat dan sabun pembersih untuk kebutuhan rumah tangga dan kendaraan. “Kami juga senang bisa membuka lapangan kerja dan rutin menerima mahasiswa magang setiap tahun,” kata Heriyah.

Pemerintah Kota Cilegon melalui DinkopUKM akan terus mendorong penguatan kapasitas pelaku UMKM melalui pendampingan, pelatihan, fasilitasi legalitas, peningkatan kualitas produk, dan perluasan akses pemasaran. Upaya tersebut diharapkan memperkuat daya saing UMKM lokal sekaligus membuka peluang produk unggulan Cilegon dikenal di pasar nasional dan internasional.(*)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online