Media Inggris Hapus Artikel 'Epstein Empire' tentang Umat Kristen dan Hizbullah, Ada Apa?

2 hours ago 1

loading...

Media Inggris, The Telegraph, menghapus artikel berita berjudul Christians and Hezbollah unite against Epstein empire di tengah serangan Israel terhadap Hizbullah Lebanon. Foto/X @Glenn_Diesen

BEIRUT - The Telegraph, media yang berbasis di Inggris, telah menghapus sebuah artikel dari situs webnya tentang "Epstein empire" dan hubungan erat antara Hizbullah dan umat Kristen di kota Ras Baalbek, Lebanon. Artikel berjudul Christians and Hezbollah unite against 'Epstein empire'tersebut diterbitkan pada 23 Maret dan sempat bisa diakses sehari sebelum akhirnya dihapus.

Isi artikel itu menggambarkan gerakan militan Hizbullah secara positif sambil menyebutkan kebencian lokal terhadap Israel. Artikel diterbitkan di tengah serangan militer Israel yang sedang berlangsung terhadap Hizbullah yang dimulai awal bulan ini dan telah menyebabkan lebih dari 1.000 orang tewas, lebih dari 2.000 lainnya terluka, dan sekitar satu juta orang mengungsi.

Baca Juga: Menteri Zionis Bezalel Smotrich Desak Israel Caplok Lebanon Selatan

Zionis Israel melancarkan kampanye militer setelah Hizbullah melancarkan gelombang serangan terhadap negara Yahudi itu sebagai pembalasan atas pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran.

Menurut artikel tersebut, yang sekarang tidak dapat diakses, penduduk Ras Baalbek menjalin ikatan yang kuat dengan Hizbullah ketika para militan tersebut datang untuk membela mereka dari serangan kelompok Islamic State atau ISIS dari tahun 2013 hingga 2017. Hizbullah juga dilaporkan membantu kota tersebut dengan perawatan medis selama pandemi Covid-19, memasok generator listrik, dan bahkan pohon Natal.

“Hubungan antara desa dan Hizbullah lebih kuat daripada dengan Paus,” kata Rifiat Nasrallah, kepala desa dengan populasi Katolik yang berjumlah 6.000 jiwa kepada The Telegraph, menambahkan bahwa anggota gerakan Muslim Syiah tersebut “melindungi gereja-gereja kami.”

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online