loading...
Momogi Group telah menyelesaikan transaksi akuisisi mayoritas saham Bibica. Transaksi ini dilakukan melalui pengambilalihan 99,13% kepemilikan Bibica Capital Co., Ltd., yang sebelumnya dimiliki PAN Group. Foto/Dok. SindoNews
JAKARTA - Momogi Group telah menyelesaikan transaksi akuisisi saham mayoritas Bibica (“Bibica”). Hal ini menandai terbentuknya platform bisnis makanan ringan dan konfeksioneri dengan skala regional yang signifikan di Asia Tenggara.
Transaksi ini dilakukan melalui pengambilalihan 99,13% kepemilikan Bibica Capital Co., Ltd., yang sebelumnya dimiliki oleh PAN Group. Dengan bergabungnya Bibica, Momogi Group menempati posisi strategis yang kuat di industri FMCG regional, khususnya di segmen makanan ringan dan konfeksioneri yang diperkirakan memiliki nilai pasar lebih dari USD 25 miliar di Asia Tenggara dengan tingkat pertumbuhan tahunan (CAGR) sekitar 5-7% berdasarkan laporan riset industri seperti Euromonitor dan Statista. Baca juga: CEO Danantara Buka Suara Soal Isu Akuisisi Mayoritas Saham BCA
Secara proforma, entitas gabungan ini akan memiliki pangsa pasar yang signifikan di Indonesia dan Vietnam sebagai dua pasar utama di kawasan, dengan akses ke lebih dari 270 juta konsumen di Indonesia dan sekitar 100 juta konsumen di Vietnam. Akuisisi ini juga menghadirkan potensi sinergi strategis yang kuat, terutama dalam integrasi distribusi lintas negara, optimalisasi kapasitas produksi, serta kolaborasi riset dan pengembangan produk.
Momogi Group berpeluang memperluas penetrasi produk Bibica ke pasar Indonesia, sementara produk Momogi dapat diperkenalkan dan dikembangkan lebih lanjut di pasar Vietnam. Secara keseluruhan, sinergi ini diperkirakan dapat mendorong pertumbuhan pendapatan sekaligus meningkatkan profitabilitas melalui efisiensi operasional yang berkelanjutan.
Direktur Momogi Group, Servin Njoo mengatakan, akuisisi ini merupakan langkah strategis untuk membangun platform FMCG regional yang kuat dan berkelanjutan. “Dengan menggabungkan kekuatan brand, distribusi, serta kapabilitas manufaktur serta inovasi dari kedua entitas, perusahaan melihat peluang besar untuk mempercepat ekspansi ke berbagai pasar di Asia Tenggara dan menjadikan entitas gabungan ini sebagai salah satu pemain dominan di kawasan.” Katanya dalam siaran pers, Sabtu (28/3/2026).
.png)

















































