MoraRepublic Ungkap Tantangan Besar Perluasan Internet ke 107 Kota

12 hours ago 10

MoraRepublic Ungkap Tantangan Besar Perluasan Internet ke 107 Kota

Selular.ID – MoraRepublic mengungkap tantangan besar dalam memperluas layanan internet fixed broadband di Indonesia, mulai dari proses perizinan yang kompleks hingga kondisi geografis nasional yang tersebar luas.

Di tengah upaya ekspansi jaringan, perusahaan menyebut cakupan layanan internet rumah saat ini baru mencapai sekitar 20 persen dari total potensi pasar nasional yang diperkirakan mencapai 82 juta rumah tangga.

Hendra Gunawan, Chief Network Officer MoraRepublic, mengatakan pengembangan jaringan broadband di Indonesia membutuhkan investasi besar, baik dari sisi waktu maupun pendanaan.

Menurutnya, tantangan geografis menjadi salah satu hambatan utama karena wilayah Indonesia terdiri dari ribuan pulau dengan karakteristik infrastruktur yang berbeda-beda.

“Perizinan sangat dominan, tantangannya juga dari geografis karena tersebar. Potensinya ada 82 juta rumah tangga, sekarang baru sekitar 20 persen yang ter-cover,” ujar Hendra, dalam Bincang Eksekutif Selular, di Jakarta baru-baru ini.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Hendra menjelaskan perluasan cakupan internet rumah tidak hanya membutuhkan pembangunan infrastruktur fisik seperti fiber optik dan perangkat jaringan, tetapi juga proses koordinasi lintas wilayah dan regulasi daerah yang memakan waktu cukup panjang.

Faktor tersebut membuat percepatan penetrasi fixed broadband di Indonesia masih menghadapi banyak tantangan dibanding negara dengan kondisi geografis lebih sederhana.

MoraRepublic saat ini terus memperluas jaringan setelah proses merger dan konsolidasi bisnis yang dilakukan perusahaan dalam beberapa waktu terakhir.

Pada kuartal pertama 2026, perusahaan mencatat homepass gabungan mencapai sekitar 12,7 juta.

Homepass merupakan indikator jumlah rumah yang telah dilewati jaringan internet dan berpotensi menjadi pelanggan layanan broadband.

Perusahaan menargetkan ekspansi layanan ke 107 kota di Indonesia sepanjang 2026. Hingga pertengahan tahun ini, jaringan MoraRepublic disebut sudah menjangkau sekitar 80 kota dengan pertumbuhan pelanggan yang terus berjalan.

Ekspansi fixed broadband memang menjadi fokus penting industri telekomunikasi nasional dalam beberapa tahun terakhir.

Kebutuhan internet rumah meningkat signifikan sejak pandemi dan terus berlanjut seiring pertumbuhan layanan streaming, cloud gaming, kerja hybrid, hingga penggunaan perangkat berbasis AI yang membutuhkan koneksi stabil.

Namun dibanding layanan seluler, penetrasi fixed broadband di Indonesia masih relatif rendah.

Selain faktor geografis, pembangunan jaringan fiber optik membutuhkan biaya investasi yang jauh lebih besar karena operator harus membangun infrastruktur langsung hingga ke kawasan permukiman.

Industri juga menghadapi tantangan perizinan daerah yang berbeda-beda di setiap wilayah. Proses pembangunan tiang, penarikan kabel fiber optik, hingga akses infrastruktur kota membutuhkan koordinasi dengan banyak pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga pengelola kawasan.

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah operator fixed broadband mulai mempercepat ekspansi untuk memperluas basis pelanggan nasional.

Persaingan semakin ketat setelah meningkatnya kebutuhan internet rumah berkecepatan tinggi di kota tier-2 dan tier-3.

MoraRepublic menjadi salah satu perusahaan yang agresif memperluas jaringan di luar kota besar untuk meningkatkan penetrasi broadband nasional.

Strategi ini dilakukan karena masih banyak wilayah yang belum memiliki akses internet rumah berbasis fiber dengan kualitas stabil.

Selain ekspansi jaringan, operator broadband juga mulai meningkatkan kualitas layanan dan kapasitas jaringan untuk mendukung kebutuhan digital rumah tangga modern.

Trafik data internet rumah terus meningkat seiring penggunaan video resolusi tinggi, smart home, konferensi virtual, dan layanan berbasis cloud.

Pemerintah Indonesia sendiri terus mendorong pemerataan akses internet nasional sebagai bagian dari transformasi digital.

Baca Juga:MoraRepublic Resmi Berdiri, Perkuat Infrastruktur Digital Nasional

Namun pelaku industri menilai percepatan penetrasi fixed broadband tetap membutuhkan dukungan regulasi, penyederhanaan perizinan, serta investasi jangka panjang agar cakupan layanan dapat berkembang lebih cepat di seluruh wilayah Indonesia.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online