TEMPO.CO, Cirebon -- Arus lalu lintas di Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) mengalami lonjakan secara signifikan pada Jumat, 4 April 2025. Sustainability Management & Corporate Communications Dept. Head Astra Tol Cipali Ardam Rafif Trisilo mengatakan sejak pukul 00.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB sekitar 59,7 ribu kendaraan telah melalui tol Cipali menuju Jakarta.
Menurut dia, jumlah ini meningkat sekitar 48 persen dibandingkan volume lalu lintas kendaraan pada jam yang sama pada Kamis kemarin, 3 April 2025. Rata-rata sebanyak tiga ribu kendaraan melintas per jamnya.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Ardam mengatakan, situasi di delapan rest area di Tol Cipali juga terpantau ramai pengunjung. “Lahan parkir dan toilet yang tersedia bisa untuk memenuhi kebutuhan pengguna jalan,” ujar Ardam, Jumat, 4 April 2025. Para pengendara pengguna jalan tol juga diimbau untuk menggunakan rest area sesuai kebutuhan, maksimal 30 menit beristirahat.
Ardam menuturkan, lalu lintas di tol Cipali yang telah menerapkan sistem satu arah atau one way menuju Jakarta saat ini terpantau lancar. Sistem one way ke arah Jakarta telah diberlakukan sejak Kamis, 3 April 2025, pukul 16.25 WIB mulai km 188 hingga km 70 di Gerbang Tol Cikampek Utama. “Ini sebagai antisipasi kepadatan lalu lintas akibat tingginya volume kendaraan,” ujar Ardam. Dia meminta para pemudik memperhatikan kecepatan kendaraan saat hujan, yaitu maksimal 70 kilometer per jam.
Dalam kesempatan terpisah, Direktur Operasional ASTRA Infra Toll Road Cikopo–Palimanan Rinaldi mengimbau kepada para pemudik untuk menghindari puncak arus balik Lebaran 2025. "Informasi dari Korlantas Polri, puncak arus balik diprediksi terjadi pada 5–7 April 2025,” ujar Rinaldi melalui siaran pers yang diterima pada Jumat, 4 April 2025.
Astra tol Cipali memberikan diskon sebesar 20 persen mulai Kamis, 3 April 2025 pukul 05.00 WIB hingga Sabtu, 5 April 2025 pukul 05.00 WIB. Diskon ini agar pemudik menghindari bepergian di puncak arus balik. “Penerapan diskon tarif diharapkan menjadi langkah efektif untuk mengantisipasi penumpukan volume kendaraan pada puncak arus balik,” tutur Rinaldi.