Penduduk Indonesia Paling Banyak Kelompok Gen Z

18 hours ago 4

INFO TEMPO – Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Teguh Setyabudi mengatakan komposisi penduduk Indonesia kini didominasi Generasi Z, disusul Generasi Milenial. Menurut dia, perubahan struktur demografi tersebut menuntut pemerintah mengubah cara berkomunikasi dengan masyarakat. "Banyak kebijakan pemerintah yang ditujukan kepada masyarakat sehingga cara berkomunikasi juga harus menyesuaikan. Penduduk kita sekarang yang paling banyak adalah Gen Z dan Milenial," kata Teguh dalam Rapat Koordinasi Nasional Dukcapil 2026 di Jakarta, Selasa, 3 Agustus 2026.

Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri merilis data kependudukan terbaru yang menunjukkan jumlah penduduk Indonesia telah mencapai 290.125.073 jiwa hingga semester I 2026. Angka tersebut bertambah sekitar 1. 809.984 jiwa dibanding pada semester II 2025 yang tercatat 288.315.089 jiwa.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Teguh mengatakan pembaruan data kependudukan dilakukan secara berkala sesuai dengan amanat Undang-Undang Administrasi Kependudukan. Pemerintah menerbitkan data kependudukan nasional dua kali dalam setahun, yakni berdasarkan kondisi per 30 Juni untuk semester I dan per 31 Desember untuk semester II. "Data semester I 2026 menggunakan cut-off per 30 Juni 2026. Data ini sebenarnya sangat kaya. Tapi, karena keterbatasan waktu, kami baru menyampaikan sebagian indikator utama," katanya pada Selasa, 4 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, keberhasilan suatu kebijakan tidak hanya ditentukan oleh kualitas program, tapi juga kemampuan pemerintah menyampaikan informasi kepada kelompok masyarakat yang menjadi sasaran. Karakter Gen Z dan Milenial yang tumbuh di era digital, kata dia, berbeda dengan generasi sebelumnya sehingga pendekatan komunikasi publik juga perlu disesuaikan.

Data tersebut menunjukkan bahwa Gen Z (14-29 tahun) dengan 75.369.876 jiwa alias 25,98 persen penduduk menduduki kelompok penduduk mayoritas. Setelah Gen Z, ada kelompok Milenial (30-45 tahun) dengan 68.535.021 jiwa alias 23,62 persen penduduk. Kelompok penduduk terbesar berikutnya adalah Generasi X (46-61 tahun) dengan jumlah 55.511.699 jiwa alias 19,13 persen penduduk, disusul Generasi Alfa (2-13 tahun) sebanyak 55.417.832 jiwa alias 19,10 persen penduduk.

Kelompok berikutnya adalah Gen Beta (0-1 tahun) dengan jumlah 5.414.771 jiwa alias 1,87 persen. Lalu Baby Boomers (62-80 tahun) dengan jumlah 26.628.236 jiwa alias 9,18 persen. Silent Generation (81-98 tahun) berjumlah 3.212.048 jiwa alias 1,11 persen. Terakhir adalah kelompok Old Generation (>98 tahun) dengan jumlah 35.590 jiwa alias 0,01 persen. 

Data tersebut juga mencatat bahwa penduduk tertua di Indonesia berusia 118 tahun. Ia tercatat sebagai warga Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Kemudian, penduduk tertua kedua Indonesia berusia 117 tahun. Ia tercatat sebagai warga Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur.

Menurut Teguh, pemerintah perlu mulai mempersiapkan berbagai kebijakan yang relevan bagi generasi muda, termasuk Generasi Beta yang akan menjadi bagian dari bonus demografi Indonesia pada masa mendatang. "Kalau cara komunikasinya tidak tepat, kebijakan yang baik pun bisa tidak dipahami masyarakat," ujarnya.

Selain menunjukkan pertumbuhan jumlah penduduk, data terbaru memperlihatkan bahwa jumlah penduduk laki-laki masih lebih banyak dibanding perempuan. Jumlah penduduk laki-laki sebanyak 146.402.289 jiwa dan perempuan 143.722.784 jiwa. Dari sisi persebaran, Pulau Jawa tetap menjadi wilayah dengan konsentrasi penduduk terbesar, yakni lebih dari 55 persen dari total populasi Indonesia.

Data Dukcapil juga menunjukkan sekitar 69,3 persen penduduk Indonesia berada pada usia produktif. Menurut Teguh, komposisi tersebut mencerminkan Indonesia masih berada dalam periode bonus demografi yang berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi.

Namun dia mengingatkan bonus demografi tidak akan otomatis menjadi keuntungan apabila tidak diikuti dengan kebijakan yang mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia. "Bonus demografi tidak akan bermakna apabila tidak dibarengi dengan penguatan sumber daya manusia, peningkatan kualitas kesehatan, penyediaan lapangan kerja, dan berbagai kebijakan pendukung lain," ujarnya.

Selain itu, data kependudukan tersebut menjelaskan persebaran penduduk Indonesia berdasarkan zodiak. Menurut data tersebut, tiga kelompok zodiak yang paling banyak dimiliki penduduk Indonesia adalah Cancer (21 Juni-22 Juli) sebanyak 34.784.044 penduduk, Taurus (20 April-20 Mei) sebanyak 26.494.898 penduduk, dan Gemini (21 Mei-20 Juni) sebanyak 26.081.653 penduduk.

Menurut Teguh, data kependudukan tidak hanya berfungsi mencatat jumlah penduduk, tapi juga menjadi dasar bagi pemerintah dalam menyusun berbagai kebijakan pembangunan, dari perencanaan layanan kesehatan, pendidikan, perlindungan sosial, hingga pembangunan infrastruktur sesuai dengan dinamika jumlah dan persebaran penduduk.(*)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online