Jakarta, Pintu News – Harga Bitcoin jatuh ke level terendah dalam tiga bulan terakhir pada tanggal 25 Februari 2025, mencapai sekitar $86.000 (Rp1.403.380.000), yang mencerminkan penurunan sekitar 10% dalam seminggu terakhir.
Penurunan ini mengindikasikan koreksi besar yang terjadi pada BTC, dengan harga turun sekitar 20% dalam kuartal pertama tahun ini. Meskipun tren bearish ini berlanjut, ada indikasi bahwa beberapa whale (pemegang besar) Bitcoin justru tengah mengakumulasi lebih banyak BTC, memanfaatkan harga yang lebih rendah.
Kondisi Pasar Bitcoin dan Penurunan Harga

Pada akhir Februari 2025, Bitcoin melanjutkan perjalanannya dalam tren penurunan setelah akhirnya gagal mempertahankan struktur pasar jangka panjangnya. Pada 25 Februari, BTC diperdagangkan di sekitar $86.000 (Rp1.403.380.000), yang menandai penurunan signifikan sejak harga tertinggi yang tercatat beberapa bulan lalu. Penurunan ini juga mencatatkan koreksi terbesar yang terjadi sejak Agustus 2024, dengan penurunan sekitar 20%, dua kali lipat lebih besar daripada rata-rata penurunan tahunan Bitcoin yang sekitar 8,9%.
Penurunan harga ini terutama mempengaruhi para pemegang jangka pendek (short-term holders atau STH). Data menunjukkan bahwa selama 24 jam terakhir, lebih dari 27.500 BTC dipindahkan oleh alamat yang memegang Bitcoin kurang dari 155 hari, dengan banyak dari transaksi ini yang terjadi pada kerugian. Namun, di tengah penurunan harga ini, beberapa alamat whale justru terlihat mengakumulasi lebih banyak BTC.
Baca Juga: Senator Dick Durbin Ajukan Legislasi untuk Menghentikan Penipuan di ATM Crypto
Aktivitas Whale Bitcoin: Akumulasi di Tengah Penurunan

Meskipun harga Bitcoin mengalami penurunan yang signifikan, para whale tampaknya memanfaatkan kesempatan ini untuk mengakumulasi lebih banyak BTC. Data dari CryptoQuant menunjukkan bahwa pada 24 Februari 2025, sekitar 26.430 BTC dipindahkan ke alamat akumulasi whale. Alamat-alamat ini biasanya terkait dengan transaksi over-the-counter (OTC) dan penyimpanan jangka panjang, yang menunjukkan bahwa whale berkomitmen untuk memegang Bitcoin dalam jangka panjang.
Selain itu, perusahaan besar seperti Strategy baru-baru ini mengumumkan pembelian 20.356 BTC dengan nilai sekitar $1,99 miliar (Rp32,5 triliun), yang semakin menegaskan minat besar para investor besar dalam Bitcoin meskipun harga sedang tertekan. Keputusan ini menunjukkan keyakinan para investor besar terhadap potensi Bitcoin di masa depan, meskipun saat ini harga masih berada dalam tren turun.
Prediksi Harga Bitcoin: Rentang $85.000 hingga $81.000

Menganalisis pergerakan teknikal Bitcoin, beberapa trader memprediksi bahwa BTC bisa berada di dalam rentang harga antara $85.000 (Rp1.387.050.000) hingga $81.000 (Rp1.321.730.000) dalam waktu dekat. Penutupan candle harian di bawah $92.000 (Rp1.502.400.000) pada 24 Februari mengonfirmasi pola double-top yang telah terbentuk selama beberapa bulan terakhir. Penurunan harga setelah pola ini muncul diperkirakan akan mencapai level sekitar $78.000 (Rp1.271.340.000) hingga $76.000 (Rp1.239.080.000).
Lebih lanjut, ada area likuiditas yang teridentifikasi antara $81.700 (Rp1.334.001.000) dan $85.100 (Rp1.388.300.000) yang belum terisi, yang mungkin akan menjadi titik penyangga bagi harga Bitcoin. Beberapa trader juga mencatat adanya penawaran spot yang besar di Binance pada kisaran harga $84.000 (Rp1.369.720.000) hingga $86.000 (Rp1.402.420.000), yang memperkuat kemungkinan bahwa harga Bitcoin akan menemukan dukungan di area ini.
Namun, jika harga Bitcoin gagal bertahan di level $81.000 (Rp1.321.730.000), support berikutnya berada di antara gap CME pada $77.000 (Rp1.257.410.000) dan $80.000 (Rp1.305.760.000), yang akan melengkapi target harga dari pola double-top ini.
Prospek Bitcoin dalam Beberapa Pekan Mendatang
Meskipun ada potensi pergerakan naik jangka pendek di antara level-level support yang disebutkan, analisis teknikal menunjukkan bahwa Bitcoin mungkin masih akan mengalami tekanan dalam waktu dekat. Dengan koreksi harga yang tajam dan ketidakpastian pasar, investor perlu memantau dengan cermat bagaimana harga Bitcoin berinteraksi dengan area support yang ada.
Pergerakan whale yang terus mengakumulasi Bitcoin mungkin mencerminkan optimisme jangka panjang terhadap cryptocurrency ini, tetapi dalam jangka pendek, dinamika pasar tetap akan dipengaruhi oleh sentimen bearish yang ada.
Baca Juga: Mata Uang Apa yang Akan Menggantikan Dolar AS? Bitcoin Diprediksi Jadi Salah Satunya!
Itu dia informasi terkini seputar berita crypto hari ini. Dapatkan berbagai informasi lengkap lainnya seputar akademi crypto dari level pemula hingga ahli hanya di Pintu Academy dan perkaya pengetahuanmu mengenai dunia crypto dan blockchain.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh Pintu Crypto melalui Google Play Store maupun App Store sekarang juga.
Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro. Klik Daftar Pintu jika kamu belum memiliki akun atau klik Login Pintu jika kamu telah terdaftar
*Disclaimer
Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli crypto memiliki risiko dan volatilitas tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
- Cointelegraph. Whales Shift 26.4K BTC to Accumulation Addresses as Bitcoin Falls to 3-Month Low. Diakses tanggal 26 Februari 2025.
- Featured Image: Generated by AI