POLITEKNIK Tempo bersama empat perguruan tinggi mengedukasi warga Kelurahan Sukabumi Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, soal pemilahan sampah dari sumber dan penguatan tata kelola bank sampah. Kegiatan itu dilakukan pada Senin, 27 Juli 2026.
Kegiatan itu merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) sebagai pelaksanaan tridarma perguruan tinggi. Empat kampus lain yang terlibat dalam kegiatan tersebut ialah Universitas Budi Luhur, Politeknik LP3I, STIE Bisnis Indonesia, dan STIE Wiyata Mandala (WYM). Acara dibuka dengan sambutan panitia dan pemerintah kelurahan, kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kelurahan Sukabumi Selatan dan lima perguruan tinggi sebagai bentuk kerja sama dalam pengelolaan sampah.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Lurah Sukabumi Selatan Anjas Umaryadi mengatakan fasilitas pengelolaan sampah di wilayahnya telah tersedia, tetapi partisipasi masyarakat masih perlu ditingkatkan. Menurut dia, dukungan perguruan tinggi diharapkan dapat membantu meningkatkan keterlibatan warga dalam mengelola sampah.
"Sarana kita sudah ada, namun keterlibatan warga yang masih minim. Kami berterima kasih kepada para dosen yang turut membantu kami mewujudkan program pengelolaan sampah yang lebih baik," ujar Anjas.
Materi pertama disampaikan Wakil Direktur Bidang Akademik Politeknik Tempo Muhammad Nur Hidayat. Ia mengatakan persoalan sampah masih menjadi tantangan besar di Indonesia dan tidak bisa dipandang sebagai masalah ringan.
Nur memaparkan sejumlah temuan liputan mendalam Tempo mengenai persoalan sampah selama lima tahun terakhir. Ia menyebut persentase sampah yang berhasil ditangani masih berada di bawah target pemerintah sebesar 50 persen.
Menurut dia, peningkatan capaian pengelolaan sampah sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat melalui pemilahan sampah dari sumber. Pengelolaan sampah yang baik juga dinilai dapat memberikan manfaat bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Materi berikutnya disampaikan dosen STIE Bisnis Indonesia Suharto yang mengajak warga mengubah cara pandang terhadap sampah agar dapat dikelola secara lebih baik. Ia juga menjelaskan dampak sosial, kesehatan, dan lingkungan yang muncul apabila sampah tidak ditangani dengan benar.
Sementara itu, dosen Politeknik LP3I Inna Hanarti membawakan materi bertema Brave to be Hero. Ia mengajak masyarakat menjadi pelopor kepedulian lingkungan dengan memulai pengelolaan sampah dari rumah tangga.
Sesi edukasi ditutup oleh dosen Universitas Budi Luhur Yani Prabowo. Sejumlah warga Sukabumi Selatan mengikuti rangkaian kegiatan tersebut. Penyelenggara berharap edukasi ini dapat memperkuat tata kelola bank sampah sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memilah sampah dari sumber sebagai bagian dari upaya penanggulangan sampah nasional.
.png)













































