Prabowo: Bahaya Perang Nuklir Tak Bisa Diremehkan

18 hours ago 11

PRESIDEN Prabowo Subianto mewaspadai konflik-konflik yang terjadi di berbagai penjuru dunia. Ia menilai dengan banyaknya pertempuran saat ini, bahaya perang nuklir tidak bisa diremehkan.

Menurut Prabowo, situasi dunia saat ini sangat rawan. "Di mana-mana terjadi perang dahsyat," ucap Ketua Umum Partai Gerindra ini saat berpidato di hadapan Kamar Dagang dan Industri Indonesia atau Kadin di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 31 Juli 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Ia mencontohkan perang besar terjadi di Eropa antara Ukraina dan Rusia. Prabowo menyampaikan, konflik tersebut telah berlangsung lebih lama dari Perang Dunia I yang terjadi pada 1914-1918.

Bahkan kata Prabowo, perang Ukraina yang sudah berlangsung sejak 2022 bisa lebih lama dari Perang Dunia II. "Perang Dunia II mulai September 1939 hingga pertengahan Mei 1945. Mungkin perang Ukraina bisa lebih lama dari Perang Dunia II juga," ucapnya.

Prabowo berujar, eskalasi konflik di tempat-tempat lain terjadi bahkan saat perang Ukraina masih berlangsung. "Situasi di Gaza, di Libanon, di Timur Tengah meletus lebih parah lagi. Di Selat Hormuz, Iran, sampai sekarang belum selesai," ujar mantan menteri pertahanan itu.

Melihat kondisi itu, Prabowo mengatakan waspada dengan potensi penggunaan senjata nuklir. "Bahkan bahaya perang nuklir tidak bisa kita remehkan, baik di Ukraina maupun di Timur Tengah," kata dia.

Dalam pidato yang sama, Prabowo juga menyinggung situasi di Timur Tengah yang semakin genting. "Setiap sore, setiap malam kita lihat dalam berita-berita, eskalasi, eskalasi, eskalasi," ucapnya.

Prabowo berujar, ada yang mengatakan bahwa Iran sudah punya senjata nuklir. Kondisi itu dia nilai bisa membuat negara lain ingin memiliki senjata yang sama.

"Dikatakan bahwa Iran sudah punya senjata nuklir. Sekarang Saudi Arabia ingin juga punya senjata nuklir. Kalau Saudi Arabia ingin punya senjata nuklir, tidak menutup kemungkinan Uni Emirat juga mau punya senjata nuklir, Qatar juga mau punya senjata nuklir, Mesir juga mau punya senjata nuklir," tutur dia.

Presiden Prabowo menyampaikan pidato tersebut di hadapan para pengusaha dari Kadin Indonesia di Istana Kepresidenan Jakarta. Sekitar 150 pengusaha tampak hadir pada Jumat pekan ini.

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakire mengatakan seluruh pimpinan Kadin dari 38 provinsi menghadiri undangan Presiden Prabowo. "Mereka ingin berdiskusi mengenai bagaimana bersama-sama bisa meningkatkan ekonomi dari daerah," kata Anindya di Istana.

Selain para pimpinan Kadin, Anindya berujar pertemuan diikuti tiga puluh asosiasi dan himpunan pengusaha. "Jadi seharusnya diskusi sangat menarik," ucapnya.

Sebelum ini, kata dia, Prabowo pernah mengundang pengusaha Kadin ke rumah pribadinya di Hambalang, Jawa Barat pada Agustus tahun lalu. Ketika itu, Anindya menyampaikan, Presiden Prabowo memberi peringatan bahwa kondisi ekonomi dan geopolitik global akan bergejoak. "Seperti sekarang ini," tutur Anindya.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online