Sejumlah Teknologi Generasi Baru di Piala Dunia 2026, AI Jadi Primadona

14 hours ago 11

Selular.ID – Sejumlah teknologi generasi baru diperkenalkan FIFA di ajang Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko.

Dari data yang Selular himpun, World Cup 2026 yang berlangsung di tiga negara ini bakal dihelat dari tanggal 12 Juni hingga 20 Juli 2026 WIB.

Berbeda dari edisi-edisi sebelumnya, Piala Dunia 2026 kali ini ada 48 peserta dan terbagi ke dalam 12 grup.

Selain itu, ada sejumlah teknologi generasi baru yang digunakan dalam World Cup 2026 yang berbeda dari edisi sebelumnya.

Lalu apa saja teknologi generasi baru di Piala Dunia 2026? Simak ulasan yang telah Selular rangkum.

Teknologi Offside Semi Otomatis

Pertama, pemanfaatan teknologi offiside semi otomatis yang diharapkan dapat mempercepat pengambilan keputusan serta mengurangi praktik pengibaran bendera offside yang selama ini sering ditunda hingga sebuah serangan selesai.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Melalui sistem baru ini, asisten wasit yang berada di pinggir lapangan akan menerima peringatan audio secara real-time apabila seorang pemain berada dalam posisi offside lebih dari 10 sentimeter.

Dengan begitu, petugas di lapangan dapat segera mengambil keputusan tanpa harus menunggu jalannya permainan berakhir, seperti Selular kutip dari BBC, Jumat (12/6/2026).

Sebelumnya, FIFA telah menguji teknologi di Piala Dunia Antarklub dan Piala Interkontinental hanya saat itu memberikan notifikasi jika pemain berada lebih dari 50 sentimeter dalam posisi offside.

Meski demikian, keputusan akhir tetap berada di tangan asisten wasit.

Mereka masih memiliki kewenangan untuk menentukan kapan bendera offside diangkat dan permainan dihentikan.

FIFA juga menegaskan bahwa sistem tersebut telah dilengkapi berbagai mekanisme pengaman untuk meminimalkan risiko kesalahan teknis.

Teknologi baru ini hanya dapat digunakan untuk mendeteksi offside posisi dan belum mampu menangani situasi offside yang bersifat subjektif, seperti ketika pemain dianggap mengganggu lawan tanpa menyentuh bola.

Sistem juga masih memiliki keterbatasan dalam mendeteksi situasi offside yang sangat tipis, pemain yang terjatuh, atau posisi sejumlah pemain yang terlalu berdekatan.

FIFA berharap inovasi tersebut dapat mengurangi frustrasi pemain maupun suporter akibat keputusan offside yang terlambat.

Selain itu, teknologi ini juga diharapkan menekan risiko cedera akibat permainan yang sebenarnya sudah dalam kondisi offside tetapi tetap dilanjutkan.

Avatar Tiga Dimensi

Selain teknologi offside, FIFA juga akan memanfaatkan avatar tiga dimensi berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk membantu menghasilkan keputusan yang lebih akurat.

Sebanyak 1.248 pemain dari 48 negara peserta akan menjalani pemindaian digital guna menciptakan model virtual masing-masing pemain.

Proses pemindaian dilakukan dalam sebuah ruangan khusus dan hanya memerlukan waktu sekitar satu detik saat sesi foto resmi sebelum turnamen.

Hasilnya akan digunakan untuk menampilkan animasi offside yang lebih jelas dan detail dibandingkan sistem yang digunakan saat ini.

FIFA pun menyetujui penggunaan teknologi baru untuk menentukan apakah bola telah keluar lapangan sebelum terjadinya gol.

Sistem tersebut akan menghasilkan animasi 3D yang menunjukkan posisi bola secara presisi, mirip dengan teknologi garis gawang yang telah digunakan sebelumnya.

Chip Dalam Bola

Piala Dunia 2026 kali ini menggunakan bola buatan Adidas yang bernama Trionda.

Hal yang membedakan dari edisi World Cup sebelumnya, yakni bola ini tertanam chip di dalamnya.

Bahkan panitia pertandingan harus melakukan isi ulang daya sebelum semua bola digunakan untuk pertandingan.

Chip yang tertanam di dalam bola juga dapat mendeteksi pemain terakhir yang menyentuh bola.

Teknologi ini memungkinkan VAR melakukan pengecekan lebih akurat terhadap keputusan tendangan sudut maupun situasi lain yang berkaitan dengan bola keluar lapangan.

Real Tim 3D Recreation

FIFA turut mengembangkan teknologi “Real-time 3D Recreation” untuk membantu pengambilan keputusan offside yang berkaitan dengan gangguan pandangan kiper atau line of sight.

Disebutkan bahwa sistem ini menghadirkan dua tayangan virtual yang mereplikasi sudut pandang penjaga gawang sehingga VAR dapat menilai dengan lebih jelas apakah pandangan kiper terganggu oleh pemain yang berada dalam posisi offside.

Baca juga:

AI Bantu Sudut Pandang Wasit

Didukung oleh Lenovo sebagai mitra teknologi resmi FIFA, turnamen ini memanfaatkan infrastruktur AI untuk memperkaya pengalaman menonton melalui Referee View (Sudut Pandang Wasit).

Selain itu, platform Football AI Pro memberikan pelacakan data dan analisis taktis yang krusial secara real-time kepada pelatih dari 48 negara peserta.

Pusat Siaran Didukung AI

Pusat Penyiaran Internasional (IBC) di Dallas dan pusat kendali di Miami menggunakan server canggih untuk memproses data berkapasitas besar.

Ini memastikan siaran IPTV berlatensi rendah, otomatisasi operasional turnamen yang masif di tiga negara tuan rumah (Amerika Serikat, Kanada, Meksiko), dan penjagaan keamanan berbasis teknologi high-tech.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online