Selain BBM, Pasokan Kebutuhan Ini Akan Terganggu Akibat Selat Hormus Ditutup

9 hours ago 3

loading...

Pasokan Kebutuhan Ini Akan Terganggu Akibat Selat Hormus Ditutup. Foto/Daily

BEIJING - Konflik di Timur Tengah telah mengganggu aliran minyak dan gas melalui Selat Hormuz, yang memengaruhi sekitar seperlima pasokan energidunia.

Konsekuensinya tidak hanya mencakup kenaikan tajam harga bahan bakar, tetapi juga pengurangan pasokan produk petrokimia – bahan baku penting untuk produksi massal barang konsumsi seperti pakaian, alas kaki, dan kemasan plastik

Dampaknya dengan cepat menyebar ke pasar konsumen, khususnya di Asia – sebuah wilayah yang menyumbang lebih dari setengah output manufaktur global dan sangat bergantung pada impor energi. Harga bahan baku seperti plastik, karet, dan poliester telah meningkat tajam, sehingga memberi tekanan pada rantai pasokan.

Di Korea Selatan, terjadi pembelian panik kantong sampah, sementara pemerintah mendesak pengurangan penggunaan barang sekali pakai.

Di Jepang, pasokan perlengkapanmedisterancam oleh kekurangan selang plastik yang digunakan untuk dialisis. Produsen sarung tangan di Malaysia juga memperingatkan bahwa kekurangan bahan baku berbasis minyak bumi dapat memengaruhi pasokan global.

Para ahli meyakini dampaknya menyebar dengan cepat dari sektor energi ke barang konsumsi. Banyak produk yang familiar, seperti makanan kemasan, kosmetik, dan barang-barang rumah tangga, bergantung pada turunan minyak bumi, mulai dari kemasan plastik hingga perekat, pelarut, dan pelumas industri.

Volatilitas ini meningkatkan tekanan inflasi global dan mengancam pertumbuhanekonomi. Kenaikan biaya energi dan bahan baku mempersempit margin keuntungan bagi bisnis dan mendorong kenaikan harga. Lebih lanjut, kekurangan bahan-bahan lain dari Timur Tengah, seperti pupuk dan helium, dapat menyebabkan kenaikan harga pangan dan elektronik.

Berbagai negara telah mulai melepaskan cadangan minyak untuk mengurangi tekanan, tetapi masalah utamanya terletak pada kekurangan nafta – bahan baku penting untuk produksi plastik dan komposit, yang hanya memiliki sedikit alternatif. Banyak perusahaan petrokimia di Asia terpaksa mengurangi produksi atau menyatakan keadaan kahar (force majeure) karena kekurangan bahan baku.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online