SIG Hidupkan Kembali Semen Kujang, Perkuat Pasar di Jawa Barat

6 hours ago 2

loading...

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menghadirkan kembali Semen Kujang, merek legendaris yang pernah menjadi ikon industri semen di Jawa Barat. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menghadirkan kembali Semen Kujang, merek legendaris yang pernah menjadi ikon industri semen di Jawa Barat, sebagai bagian dari strategi memperkuat penetrasi pasar di provinsi tersebut. Kebangkitan merek yang pertama kali diproduksi pada 1975 itu dipadukan dengan inovasi teknologi produk guna memenuhi kebutuhan pembangunan yang terus berkembang.

"Semen Kujang merupakan local heritage yang telah menjadi bagian dari sejarah pembangunan Jawa Barat. Kehadiran kembali Semen Kujang sejalan dengan strategi transformasi SIG untuk terus menghadirkan solusi bahan bangunan yang inovatif, berkualitas, dan berkelanjutan, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Jawa Barat serta memperkuat daya saing industri bahan bangunan nasional," kata Direktur Utama SIG Indrieffouny Indra dalam keterangan pers, Selasa (5/8/2026).

Baca Juga: Naik 5,6%, SIG Catat Penjualan 18,27 Juta Ton di Semester I 2026

Semen Kujang merupakan produk semen pertama yang diproduksi di Jawa Barat. Merek tersebut lahir setelah pembangunan pabrik PT Semen Cibinong di Narogong dimulai pada 1973 dan resmi beroperasi pada 1975 dengan kapasitas awal 600.000 ton per tahun. Kini, SIG menghadirkannya kembali dengan tampilan baru dan kualitas premium untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan material bangunan yang lebih kuat dan tahan lama.

Produk Semen Kujang yang diproduksi oleh anak usaha SIG, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, di Pabrik Narogong, merupakan semen tipe Portland Composite Cement (PCC) yang telah memenuhi SNI 7064:2022. Produk tersebut dibekali teknologi Active Micro Particle yang dirancang menghasilkan struktur bangunan lebih padat melalui kemampuan mengisi rongga material secara optimal.

Direktur Sales dan Marketing SIG Dicky Saelan mengatakan teknologi tersebut menawarkan tiga keunggulan utama, yakni daya rekat yang lebih kuat, hasil akhir permukaan yang lebih halus, serta kualitas pengecoran yang lebih padat.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online