loading...
Sudah kekurangan rudal, sampai kapan AS dan Israel menghentikan perang. Foto/X/@CVN_72
TEHERAN - Pada 28 Februari, Amerika Serikat meluncurkan "Operasi Epic Fury" di Iran . Pada minggu berikutnya, AS melakukan ribuan serangan di seluruh negeri, mengerahkan lebih dari 20 sistem senjata di udara, darat, dan laut.
Dalam gelombang pertama serangan AS-Israel, pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei tewas. Presiden AS Donald Trump mengatakan konflik tersebut bisa berlangsung empat hingga lima minggu, tetapi AS memiliki "kemampuan untuk bertahan jauh lebih lama dari itu".
Sudah Kekurangan Rudal, Sampai Kapan AS dan Israel Menghentikan Perang?
1. AS Yakin dengan Kemampuan Kapasitas Militer AS
Pemerintahan Trump sangat optimis tentang kapasitas militer AS.
"Kita tidak kekurangan amunisi," kata Menteri Pertahanan Pete Hegseth selama kunjungan ke Komando Pusat AS di Florida. "Persediaan senjata pertahanan dan ofensif kita memungkinkan kita untuk mempertahankan kampanye ini selama yang kita butuhkan."
Jenderal Dan Caine, Ketua Kepala Staf Gabungan, memberikan jaminan serupa, "Kita memiliki amunisi presisi yang cukup untuk tugas yang ada, baik dalam serangan maupun pertahanan."
Namun, Trump diam-diam mengakui di mana letak masalahnya. Dalam sebuah unggahan di platform media sosialnya, Truth Social, ia menulis, "Persediaan Amunisi Amerika Serikat, pada tingkat menengah dan menengah atas, tidak pernah lebih tinggi atau lebih baik... Pada tingkat tertinggi, kita memiliki persediaan yang baik tetapi belum berada di tempat yang kita inginkan."
Kelly Grieco, peneliti senior di lembaga think tank Stimson Center, setuju bahwa perbedaan yang dibuat Trump mengenai tingkat persenjataan itu penting. Rudal dan pencegat jarak jauh kelas tertinggi inilah yang paling menimbulkan kekhawatiran. “Ada beberapa keterbatasan nyata pada persediaan di sana,” katanya.
2. Perhitungan Konflik
Sejak awal konflik, AS, Israel, dan Iran telah melancarkan serangkaian serangan di seluruh wilayah. Menurut Komando Pusat AS (CENTCOM), AS menyerang lebih dari 3.000 target di Iran dalam 7 hari pertama.
Sebagai balasannya, Iran telah meluncurkan ribuan drone Shahed 136, dan ratusan rudal ke target AS di seluruh wilayah.
Di sinilah perhitungannya menjadi tidak nyaman.
.png)
















































