Jakarta -
Sebagai orang tua, Bunda dan Ayah pasti ingin anak selalu bahagia dan mendapatkan apa yang mereka inginkan. Namun, membiasakan anak mendapatkan segala sesuatunya ternyata bisa membuat mereka tumbuh menjadi anak yang manja.
Memanjakan anak secara terus-menerus bisa berbahaya dalam jangka panjang. Gaya pengasuhan yang melindungi anak dari pengalaman dan tantangan akan mengurangi risiko anak membangun ketahanannya.
Dilansir dari laman Medicine Net, hal paling sederhana yang dianggap memanjakan anak anak adalah memenuhi setiap keinginannya, tidak menetapkan batasan, serta tidak pernah mengatakan 'tidak' kepada mereka.
Beberapa psikolog menganggap disiplin, kontrol, dan kurangnya perhatian yang berlebihan terhadap kebutuhan anak bisa membuat Si Kecil tumbuh mencari perhatian, baik positif maupun negatif. Tidak hanya itu, anak-anak yang dimanja juga memiliki masalah dalam menyesuaikan diri dengan dunia luar karena mereka tidak lagi diperlakukan istimewa. Mereka tidak bisa mendapatkan apa yang diminta dan akan tumbuh menjadi orang dewasa yang tidak bisa menyesuaikan diri.
Tanda anak terlalu dimanja
Ada beberapa tanda yang terlihat ketika anak terlalu dimanja. Berikut ini Bubun bantu rangkumkan deretannya seperti dilansir dari berbagai sumber:
1. Tidak tahan mendengar kata 'tidak'
Dikutip dari laman Medicine Net, seorang anak yang manja mungkin akan mengamuk atau merasa 'hancur' ketika Bunda mengatakan tidak bisa melakukan sesuatu untuk mereka.
Meskipun hal ini cukup umum terjadi pada anak kecil, jika terjadi terus-menerus, bahkan seiring bertambahnya usia anak, ini bisa menjadi tanda bahwa mereka adalah anak yang manja.
2. Tidak puas dengan apa yang dimiliki
Anak-anak yang manja mungkin memiliki banyak mainan dan pakaian. Namun, mereka selalu menginginkan hal yang lebih.
Mereka cenderung tidak menghargai pemberian orang lain. Alih-alih mengucapkan 'terima kasih' atas apa yang diberikan kepada mereka, anak justru fokus pada hal berikutnya yang mereka inginkan.
3. Merasa dunia hanya milik mereka
Seorang anak manja sering kali merasa egois dan lebih memikirkan dirinya sendiri daripada orang lain. Mereka juga merasa berhak dan mengharapkan orang untuk memberi bantuan khusus pada mereka.
4. Menolak untuk menyelesaikan tugas sederhana
Seorang anak yang manja akan menolak untuk melakukan tugas-tugas sederhana. Misalnya saja menyikat gigi atau membuang mainannya.
Mereka mungkin tidak melakukan hal-hal mendasar sampai Bunda mengemis atau menyuap mereka dengan uang, mainan, atau camilan yang mereka sukai.
5. Mereka sering tantrum untuk mendapatkan sesuatu
Dikutip dari laman Economic Times, anak-anak yang manja biasanya akan tantrum atau mengamuk ketika Bunda tidak memberikan sesuatu yang mereka inginkan. Tidak hanya itu, jika Bunda mengalah dan memberikan hal yang mereka mau, itu tandanya mereka terbiasa dengan manipulasi.
6. Memiliki masalah tanggung jawab
Jika anak menolak untuk mengerjakan tugas dan berharap orang lain yang mengerjakannya, ini bisa juga menjadi salah satu tanda anak yang manja. Tidak hanya itu, anak juga akan selalu menghindari tanggung jawab, Bunda.
7. Lebih suka menerima daripada memberi
Menilik dari laman CNBC Make It, Psikolog Pendidikan sekaligus penulis Thrivers: The Surprising Reasons Why Some Kids Struggle and Others Shine, Michele Borba, EdD, menyebut bahwa anak-anak yang manja tidak akan menghargai apa yang diberikan pada mereka. Mereka juga tidak pernah puas dan selalu meminta.
"Anak-anak manja tidak menghargai apa yang Bunda lakukan untuk mereka. Alih-alih mengatakan 'tolong' dan 'terima kasih', kata yang sering mereka gunakan adalah 'beri aku'," ujarnya.
Michele menyebut anak yang manja tidak merasa orang lain mungkin merasa tidak nyaman dengan permintaan mereka. Anak juga berharap selalu diprioritaskan.
"Anak tidak menganggap bahwa orang lain mungkin merasa tidak nyaman dengan permintaan mereka, dan mereka mengharapkan Bunda mengesampingkan hal lain dan memprioritaskan mereka," katanya.
9. Selalu merasa pantas
Anak-anak yang manja hanya memikirkan dirinya sendiri. Mereka merasa berhak dan pantas untuk mendapatkan segalanya.
"Jika anak lain di kelas mendapatkan stiker baik, mereka akan kesal dan berkata, 'Saya lebih pantas mendapatkannya!'," ungkap Michele.
Tips mengatasi anak yang manja
Ilustrasi mengatasi anak manja/Foto: Getty Images/Antonio_Diaz
Menurut Psikolog Pendidikan, Michele Borba, ada beberapa tips yang bisa Bunda lakukan untuk mengatasi anak yang manja. Berikut ini deretannya:
1. Katakan 'tidak' tanpa rasa bersalah
Orang tua sering kali percaya bahwa mengatakan 'tidak' akan menurunkan harga diri anak. Namun, penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang dibesarkan dengan struktur dan kurang permisif akan memiliki harga diri yang lebih tinggi dan lebih merasakan empati terhadap orang lain.
"Saat Bunda mengatakan 'tidak', berikan alasan singkat untuk membantu mereka memahami alasannya. Misalnya saja, "Pekerjaan rumah harus dilakukan sebelum waktu bermain. Dengan begitu kamu bisa bersenang-senang tanpa khawatir'," papar Michele.
2. Berikan pujian pada hal yang benar
Jika anak kecanduan pujian, cobalah untuk memuji anak ketika mereka melakukan sesuatu untuk atau bersama orang lain.
"Misalnya, 'Kamu dan teman sekelasmu melakukan pekerjaan yang luar biasa dalam proyek pameran sains itu' atau 'Memberikan lego lamamu ke tempat mainan adalah tindakan yang sangat bijaksana. Bunda suka kebaikan hatimu'," jelas Michele.
3. Tingkatkan rasa syukur anak
Michele menyebut bahwa mempraktikkan rasa syukur akan membantu anak merasa lebih bahagia. Mereka juga akan mengatasi kesulitan dengan lebih baik dan meningkatkan kepuasan hidup.
"Adakan ritual syukur secara teratur bersama anak-anak. Anak yang lebih kecil bisa menggambar hal-hal yang mereka syukuri sementara anak yang lebih besar bisa menuliskan apresiasi mereka dalam bentuk buku harian," sarannya.
4. Tunggu terlebih dahulu
Penelitian menunjukkan bahwa kemampuan untuk berhenti sejenak dan menunggu atau menunggu, sangat berkorelasi dengan kesuksesan akademis serta finansial anak di masa depan. Bunda bisa terapkan hal berikut ini:
- Jika sedang menelpon dan anak menginginkan perhatian, Bunda bisa beri isyarat "Nanti!"
- Jika anak menginginkan sweater tapi lupa membawa uang jajannya, katakan "Lain kali ya"
- Jika anak mendorong adiknya dari kursi agar ia bisa menggunakan kursi lebih cepat, katakan "Tunggu"
5. Tunjukkan tindakan yang tidak sensitif
Setiap kali anak melakukan sesuatu yang tidak pengertian, bantulah mereka mempertimbangkan perasaan orang lain. Bunda bisa katakan "Menurutmu, bagaimana perasan temanmu ketika kamu mengambil permen dari tangannya tanpa bertanya?".
Setelahnya, tanyakan pada mereka "Apa yang bisa kamu lakukan untuk menghindari perasaan sakit hati ini?". Pertanyaan yang tepat bisa membantu anak belajar empati dan menyadari bagaimana tindakan manja mereka berdampak pada orang lain.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(mua/fir)