Jakarta, Pintu News – Bitcoin terus menjadi pusat perhatian di pasar cryptocurrency, dengan berbagai spekulasi mengenai apakah tren bullish yang terjadi akan segera berakhir. Namun, CEO CryptoQuant, Ki Young Ju, berpendapat bahwa kondisi pasar saat ini tidak menunjukkan tanda-tanda memasuki bear market. Ia bahkan memproyeksikan bahwa tren kenaikan harga Bitcoin masih akan berlanjut dalam beberapa waktu ke depan.
Proyeksi Tren Bullish Bitcoin Terpanjang dalam Sejarah
#Bitcoin on-chain indicators are at the bull-bear boundary.
I expect this to be the longest bull run in history, but I could be wrong. We need at least another month of data to confirm whether we’re entering a bear market. If demand doesn’t recover, indicators may fully signal a… https://t.co/QkaZx7wmAt pic.twitter.com/4iHbuitW4o
Ki Young Ju memperkirakan bahwa Bitcoin akan mengalami kenaikan harga yang panjang, bahkan bisa bertahan hingga tahun 2025. Saat ini, indikator on-chain berada di batas antara tren bullish dan bearish, tetapi menurutnya, peluang untuk kelanjutan bull run tetap tinggi.
Dalam analisisnya, Ju merujuk pada siklus dua tahunan Bitcoin yang telah terjadi sebelumnya. Berdasarkan pola tersebut, ia memperkirakan bahwa tren kenaikan harga dapat berlangsung hingga April 2025. Jika prediksinya akurat, ini bisa menjadi periode bull run terpanjang dalam sejarah Bitcoin, yang berpotensi membawa harga ke level tertinggi baru.
Meski demikian, ia juga mengakui adanya kemungkinan kesalahan dalam proyeksinya. Untuk memastikan arah pasar, ia menyarankan agar pelaku pasar memperhatikan permintaan terhadap aset kripto ini, terutama setelah adanya arus keluar dana institusional dari produk exchange-traded fund (ETF).
Baca Juga: 3 Investasi Kripto yang Jadi Pantauan Analis untuk Investasi Crypto Maret 2025
Batas Harga Terburuk di Level Rp1,25 Miliar
Menurut Ju, meskipun Bitcoin mengalami penurunan harga baru-baru ini, ia meyakini bahwa aset ini tidak akan turun di bawah level $77.000 atau sekitar Rp1,25 miliar. Bahkan dalam skenario terburuk sekalipun, ia memperkirakan Bitcoin hanya akan mengalami konsolidasi di sekitar harga tersebut sebelum kembali mengalami kenaikan.
Saat ini, Bitcoin diperdagangkan pada kisaran $85.000 atau sekitar Rp1,38 miliar setelah mengalami penurunan sebesar 20% dalam satu minggu terakhir. Penurunan ini dipicu oleh berbagai faktor, termasuk ketidakpastian ekonomi global dan potensi perang tarif antara negara-negara besar.
Dalam menghadapi volatilitas ini, Ju mengingatkan para trader untuk tidak melakukan perdagangan dengan leverage yang tinggi secara sembarangan. Menurutnya, kehati-hatian adalah langkah terbaik dalam menghadapi kondisi pasar yang tidak menentu.
Investor Besar Tetap Optimis terhadap Bitcoin
Optimisme terhadap Bitcoin tidak hanya datang dari analis pasar, tetapi juga dari investor besar seperti Robert Kiyosaki, penulis buku terkenal Rich Dad Poor Dad. Dalam sebuah pernyataan, Kiyosaki menegaskan bahwa ia tetap akan membeli Bitcoin meskipun harga sedang mengalami penurunan.
Kiyosaki dikenal sebagai kritikus terhadap sistem keuangan tradisional dan sering menyebut uang fiat sebagai “uang palsu.” Ia menyatakan lebih memilih untuk menukarkan uang fiat dengan aset seperti emas, perak, dan Bitcoin setiap kali harga mengalami koreksi.
Menurutnya, Bitcoin memiliki potensi besar sebagai lindung nilai terhadap ketidakstabilan ekonomi dan inflasi global. Hal ini semakin memperkuat keyakinan bahwa cryptocurrency, terutama Bitcoin, masih memiliki masa depan yang cerah di tengah ketidakpastian pasar.
Kesimpulan
Meskipun harga Bitcoin mengalami fluktuasi signifikan dalam beberapa waktu terakhir, CEO CryptoQuant, Ki Young Ju, tetap optimis bahwa bull run masih akan berlanjut hingga tahun 2025. Dengan analisis berdasarkan pola historis dan indikator on-chain, ia memproyeksikan bahwa Bitcoin tidak akan jatuh di bawah Rp1,25 miliar dalam skenario terburuk.
Dukungan terhadap Bitcoin juga datang dari investor besar seperti Robert Kiyosaki, yang tetap percaya pada potensi aset ini sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian ekonomi global. Dengan demikian, meskipun volatilitas masih tinggi, optimisme terhadap cryptocurrency, terutama Bitcoin, tetap kuat di kalangan analis dan investor.
Baca Juga: Bitcoin (BTC) Menuju $90.000, XRP dan BNB Ikut Merangkak Naik! (27/2/25)
Itu dia informasi terkini seputar berita crypto hari ini. Dapatkan berbagai informasi lengkap lainnya seputar akademi crypto dari level pemula hingga ahli hanya di Pintu Academy dan perkaya pengetahuanmu mengenai dunia crypto dan blockchain.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh Pintu Crypto melalui Google Play Store maupun App Store sekarang juga.
Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro. Klik Daftar Pintu jika kamu belum memiliki akun atau klik Login Pintu jika kamu telah terdaftar
*Disclaimer
Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli crypto memiliki risiko dan volatilitas tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
- Aliyu Pokima / Coingape. CryptoQuant CEO Explains Why The Bitcoin Bull Run Is Not Over. Diakses tanggal 28 Februari 2025.
- Featured Image: Generated by AI