Trump Bentak Wartawan AS, Tak Terima Kapal Induk USS Abraham Lincoln Diberitakan Buruk

6 hours ago 6

loading...

Presiden Donald Trump bentak wartawan AS, tak terima dengan pemberitaan buruk tentang kapal induk USS Abraham Lincoln yang berperang melawan Iran. Foto/Screengrab/FoxNews

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tidak terima dengan pemberitaan tentang memburuknya kondisi di kapal induk USS Abraham Lincoln yang ditugaskan untuk perang melawan Iran. Dia menyebutnya sebagai "berita palsu", sembari membentak wartawan CNN dalam perselisihan yang menegangkan di Oval Office Gedung Putih pada hari Senin.

Ketika wartawan Kristen Holmes bertanya apakah persediaan makanan di kapal induk Lincoln mencukupi, Trump menjawab: “Ada. Itu laporan CNN palsu. Selama bertahun-tahun, kami menempatkan mereka di sana jauh lebih lama. Seorang laksamana mengatakan kepada saya; ‘Saya pernah berada di kapal jauh lebih lama dari itu, Pak'. Dan orang-orang di Lincoln mengatakan kapal itu dirawat dengan sangat baik.”

Baca Juga: AS Sangkal 7 Tentaranya Tewas Baku Hantam di Kapal Induk USS Abraham Lincoln

Perselisihan tersebut terjadi ketika Trump sedang memberikan penghormatan kepada seorang penjaga pantai remaja, Ryder Williams, yang menyelamatkan seorang bocah laki-laki berusia 10 tahun di lepas pantai California bulan lalu.

Sesaat sebelumnya, ketika Holmes berusaha mengajukan pertanyaan, Trump menyela dan membentak, “Diam! Anda sangat tidak sopan di depan anak muda ini.”

Trump kemudian bertanya kepada Nathanial Rai, bocah 10 tahun yang diselamatkan Williams dan duduk di sampingnya, “Menurutmu, apakah dia tidak sopan?”

“Dia mengerti. Diam!” lanjut Trump.

Ketika wartawan tersebut menyebutkan media tempatnya bekerja, Trump berseru, “Anda berita palsu. Diam! Anda wartawan palsu.”

Seorang juru bicara CNN mengatakan kepada Newsweek bahwa pihaknya tetap berpegang pada laporan tentang kondisi kapal induk USS Abraham Lincoln.

Akun resmi Gedung Putih di X, Rapid Response 47, membagikan video interaksi tersebut dan menuliskan komentar yang secara langsung ditujukan kepada Holmes.

“Suatu hari nanti, anak-anak Anda akan menemukan pertanyaan Anda yang menjijikkan dan tidak manusiawi. Mereka akan merasa muak dan malu memiliki orang tua yang begitu tidak berperasaan dan penuh dendam. Ini sangat mengkhawatirkan," tulis akun Gedung Putih tersebut.

CNN kemudian mengunggah pernyataan di X yang berbunyi, “Kristen Holmes adalah salah satu jurnalis yang paling dihormati dan berpengalaman dalam meliput Gedung Putih."

“Sore ini, dia menjalankan tugasnya dan mengajukan pertanyaan sulit, relevan, dan layak diberitakan kepada Presiden Amerika Serikat atas nama rakyat Amerika. Pejabat publik bebas mempertanyakan pemberitaan yang tidak mereka setujui, tetapi serangan pribadi terhadap jurnalis karena mengajukan pertanyaan berada di bawah martabat jabatan tersebut dan bertentangan dengan prinsip-prinsip pers bebas. Kami berdiri teguh bersama Kristen dan menolak serangan ini dengan sekuat tenaga,” demikian pernyataan media tersebut.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online