loading...
Presiden AS Donald Trump memberi opsi kepada Iran untuk menyerahkan uranium yang diperkaya kepada Amerika untuk dihancurkan atau memilih dihancurkan di tempat. Foto/White House
TEHERAN - Presiden Amerika Serikat (AS) memberi dua opsi kepada Iran terkait kepemilikan uranium yang diperkaya. Opsi pertama menyerahkannya kepada Washington untuk dihancurkan, sedangkan opsi kedua dihancurkan di tempat atau di lokasi lain yang dapat diterima.
Opsi itu disampaikan saat Washington dan Teheran sedang bersiap untuk negosiasi lagi. Para negosiator kedua negara telah tiba di Qatar pada hari Senin untuk melanjutkan perundingan yang terhenti.
Baca Juga: Jet Tempur AS Serang Kapal dan Situs Rudal Iran, Ledakan Dahsyat Guncang Bandar Abbas
Trump mengatakan keputusan apa pun akan diambil "bersamaan dan berkolaborasi" dengan Iran, yang menandakan pelonggaran sikap Teheran saat kedua negara berupaya mencapai kesepakatan perdamaian.
"Uranium yang diperkaya (debu nuklir!) akan segera diserahkan kepada Amerika Serikat untuk dibawa pulang dan dihancurkan atau, lebih disukai, bersamaan dan berkoordinasi dengan Republik Islam Iran, dihancurkan di tempat atau, di lokasi lain yang dapat diterima, dengan Komisi Energi Atom, atau yang setara dengannya, menjadi saksi proses dan peristiwa ini," tulis Trump di Truth Social.
Pernyataan Trump juga mengonfirmasi laporan New York Times bahwa Iran pada prinsipnya telah setuju untuk menyerahkan persediaan uranium yang sangat diperkaya sebagai bagian dari kerangka kerja yang dipimpin AS yang bertujuan untuk menghentikan konflik regional.
Hal ini juga menyelesaikan perbedaan utama antara kedua negara, sebagaimana yang dilaporkan CNN sebelumnya bahwa ketidaksepakatan mengenai "bahasa tentang program nuklir Iran dan pencabutan sanksi" telah memperlambat penyelesaian pemahaman yang lebih luas untuk menyelesaikan kesepakatan antara Teheran dan Washington.
Seorang pejabat AS mencatat bahwa kehadiran delegasi Iran di Qatar pada hari Senin, termasuk anggota senior tim negosiasi Teheran, dipandang sebagai perkembangan positif, dengan menyebutkan peran Qatar sebagai mediator dalam memfasilitasi dialog, menurut laporan CNN, Selasa (26/5/2026).
.png)
















































