loading...
Presiden AS Donald Trump klaim telah meyakinkan diri sendiri untuk tidak mengebom Iran. Foto/White House
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bersikeras bahwa keputusan untuk menahan diri dari mengebom Iran adalah keputusannya sendiri dan tidak dipengaruhi oleh negara ketiga mana pun.
Trump telah berulang kali mengancam tindakan militer terhadap Republik Islam Iran di tengah protes kekerasan yang sedang berlangsung di Iran. Kerusuhan pecah di banyak wilayah di Iran mulai akhir Desember karena kesulitan ekonomi dan inflasi tetapi berkembang menjadi demonstrasi anti-pemerintah, menyebabkan ratusan orang tewas. Berbicara untuk para demonstran Iran awal pekan ini, dia berkata: “Bantuan sedang dalam perjalanan.”
Baca Juga: Langka, PM Israel Netanyahu Minta Trump Tunda Serangan AS terhadap Iran
Reuters melaporkan pada hari Rabu bahwa serangan AS terhadap Iran “akan segera terjadi". Namun, serangan itu akhirnya tidak terjadi, dengan media AS kemudian mengeklaim bahwa pejabat senior dari Qatar, Arab Saudi, Oman, Mesir, dan Israel telah mendesak Trump untuk membatalkannya.
Ketika ditanya oleh wartawan tentang laporan-laporan tersebut, Trump menjawab, “Tidak ada yang meyakinkan saya. Saya meyakinkan diri sendiri.”
AS awalnya berencana menyerang Iran setelah rezim Teheran diduga akan mengeksekusi beberapa demonstran yang ditahan selama kerusuhan. Namun, Trump mengeklaim Iran membatalkan rencana eksekusi itu.
“Kemarin, Anda menjadwalkan lebih dari 800 hukuman gantung. Mereka tidak menggantung siapa pun. Mereka membatalkan hukuman gantung,” jelas Trump. “Saya sangat menghargai fakta bahwa mereka membatalkan itu,” imbuh dia.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan kepada Fox News pada hari Rabu: “Tidak akan ada hukuman gantung hari ini atau besok.”
.png)

















































