Keragaman budaya dan kesenian membuat Indonesia kaya akan berbagai jenis alat musik. Ada berbagai jenis alat musik tradisional yang hingga kini masih eksis dan dilestarikan di Indonesia. Di mana masing-masing memiliki keunikan tersendiri dan berasal dari berbagai daerah.
Perbedaan tersebut tidak hanya terlihat dari bentuknya, tetapi juga dari cara memainkannya. Alat musik yang dipukul tak hanya drum. Alat musik yang dipetik tak hanya gitar. Alat musik yang ditiup tak hanya terompet.
Apakah anak-anak pernah memainkan salah satu dari sekian banyak alat musik tradisional dari Indonesia? Dalam artikel kali ini, kita akan tahu tentang alat musik tradisional Indonesia, khususnya yang dimainkan dengan cara dipukul. Apa saja alat musiknya?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
11 Alat musik yang dimainkan dengan cara dipukul beserta asal daerahnya
Simak informasi menarik tentang alat musik yang dipukul dari Indonesia berikut ini!
1. Kolintang
Kolintang adalah alat musik tradisional dari suku Minahasa. Dikutip dari buku Sejarah dan Kebudayaan Minahasa karya Jessy Wenas, kolintang gong Minahasa konon berasal dari zaman kerajaan Blambangan, Jawa Timur sekitar abad 13-14. Seperangkat musik Kolintang paling sedikit terdiri dari tiga buah gong yang disebut Momongan.
Diletakkan pada kerangka kayu dan tiap gong punya lobang tempat mengikat tali agar jangan terlepas bila dibunyikan. Musik Kolintang Minahasa memiliki enam gong atau enam nada atau not yakni: 1 (do), 3 (mi), 4 (fa), 5 (sol), 6 (la), dan 7 (si) yang dibunyikan dengan dipukul menggunakan setangkai kayu.
2. Tifa
Tifa dikenal sebagai alat musik dari timur Indonesia yaitu Papua. Tifa merupakan sejenis gendang tetapi bentuknya lebih kecil dan memanjang. Alat musik ini terbuat dari batang kayu yang dilubangi pada tengahnya. Batang pohon waru, apo, dan kokota yang pada umumnya digunakan sebagai bahan utama pembuatan tifa.
Dikutip dari CNN Indonesia, tifa berfungsi sebagai alat musik ritmis, yakni alat musik yang tidak memiliki nada dan ditujukan untuk menjaga tempo atau ketukan musik. Tifa terbagi menjadi beberapa jenis, yakni jekir, potong, dasar, dan bas.
Selain di Papua, tifa juga terdapat di Maluku. Namun, bentuk keduanya berbeda. Bagian tengah tifa asal Papua lebih melengkung serta dapat dipegang. Sementara tifa dari Maluku berbentuk seperti tabung dan bagian tengahnya tidak bisa dipegang.
3. Gendang
Alat musik tradisional satu ini terdengar tidak asing di telinga orang Indonesia. Gendang terbuat dari kulit binatang yang direntangkan pada kayu berbentuk tabung sebagai kotak resonansinya. Instrumen ini merupakan salah satu bagian dari perangkat gamelan.
Gendang dimainkan dengan cara menabuh atau dipukul dengan tangan, yang jika pada bagian tepi dan tengah akan menimbulkan nada suara yang berbeda.
Tidak hanya di Jawa, hampir setiap daerah mempunyai gendang sebagai instrumennya. Misalnya di Gorontalo, gendang disebut ganda atau di Sumatra Utara disebut gonrang, serta di Kepulauan Riau disebut gendang panjang.
4. Saron
Mirip dengan kolintang, tapi alat musik yang dipukul satu ini berbahan logam dan hanya memiliki tujuh batang. Biasanya alat musik saron ini bisa dijumpai dalam rangkaian alat musik gamelan. Cara memainkannya dengan dipukul alat khusus berbentuk seperti palu, yang terbuat dari kayu.
5. Tuma
Tuma merupakan alat musik tradisional Kalimantan Barat mirip seperti gendang panjang. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar kayu sebagai rangkanya dan kulit lembu sebagai membrannya.
Instrumen ini dimainkan dengan cara ditepuk atau dipukul dan biasa dimainkan sebagai pengiring tarian tradisional bersama dengan jenis alat musik tradisional lainnya.
6. Kenong
Kenong termasuk salah satu dari alat musik yang dipukul. Cara memainkannya juga dipukul dengan alat khusus. Terbuat dari logam, kenong alat musik yang berasal dari Jawa Tengah ini memiliki tonjolan di bagian atas tengah. Bentuknya paling gemuk di antara alat lainnya dalam gamelan.
7. Bonang
Mirip seperti kenong, namun alat musik yang dipukul yang satu ini bentuknya lebih pipih dibanding kenong yang tinggi. Dalam gamelan, bonang merupakan penghasil nada untuk melodi. Dari segi fisik, bonang juga berpencu.
Cara memainkan alat musik yang berasal dari daerah Tuban, Jawa Timur ini dengan dipukul bagian pencunya, dengan alat yang disebut bindhi.
8. Kempul
Dari segi fisik, alat musik dari Jawa ini berbentuk mirip dengan bonang, tapi digantung menyamping, bukan diletakkan menghadap ke atas. Sesuai ukuran, kempul yang makin kecil akan menghasilkan suara yang makin tinggi. Cara memainkannya juga dipukul dengan alat pemukul khusus.
9. Gong
Di Indonesia, gong yang dibuat dengan berbagai ukuran serta memiliki nama lokal yang sangat bervariasi ini tidak hanya berfungsi musikal, tetapi juga dipakai untuk keperluan sosial lainnya. Misalnya, berfungsi sebagai alat komunikasi, sebagai penanda status sosial seseorang pada masyarakat tertentu.
Sebagai contoh jumlah pukulan gong (disebut tawak-tawak) dalam menyambut tamu, dalam kegiatan adat orang Mandailing, Sumatera Utara, menunjukkan status dan kedudukan seseorang di dalam sistem sosialnya. Di tengah-tengah masyarakat Indonesia modern gong juga berfungsi penanda yang sangat penting. Peresmian kegiatan formal dari tingkat kampung hingga istana kepresidenan pun ditandai dengan gelegar suara gong.
Dalam konteks komposisi musik, gong menjadi instrumen penting dalam tradisi ensambel di Indonesia. Gong yang berukuran paling besar pada karawitan Jawa berfungsi sebagai penanda akhir atau berawalnya siklus struktur musikal utama yang disebut gongan.
10. Talempong
Talempong adalah instrumen musik perkusi yang berasal dari Minangkabau, Sumatra Barat. Alat musik ini merupakan salah satu warisan budaya yang diperoleh secara turun temurun. Dalam klasifikasinya, talempong termasuk dalam jenis alat musik pukul.
Bentuknya hampir mirip dengan bonang salah satu instrumen dalam perangkat gamelan. Talempong sendiri terbuat dari bahan dari campuran logam seperti tembaga, timah putih, dan juga seng. Bahkan ada pula yang dari kayu dan batu.
11. Krombi
Dikutip dari laman Perpustakaan Digital Budaya Indonesia, krombi merupakan alat musik tradisional Papua yang terbuat dari bambu. Krombi merupakan salah satu alat musik yang fungsinya berguna untuk mengiringi tarian pada pesta adat masyarakat Papua.
Alat musik tersebut biasanya dimainkan dengan memakai sebuah kayu kecil lalu diketuk-ketuk pada bambu tersebut.
Demikian pembahasan 11 alat musik daerah, yang dimainkan dengan cara dipukul. Dengan mengenalkan berbagai alat musik tradisional pada anak, kita turut berperan dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya Indonesia agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)
.png)
22 hours ago
15
















































