7 Ciri Kepribadian yang Tidak Disukai Orang Narsistik, Tak Mudah Dikendalikan

14 hours ago 11

Jakarta -

Istilah 'narsistik' kerap digunakan untuk menggambarkan seseorang yang terkesan egois atau terlalu mementingkan diri sendiri. Padahal, kepribadian narsistik memiliki karakteristik yang lebih kompleks dari sekadar terlihat arogan.

Menilik dari Very Well Family, orang narsistik biasanya punya rasa percaya diri yang rapuh dan membutuhkan pengakuan dari orang lain. Mereka juga cenderung kesulitan berempati karena terlalu fokus pada diri sendiri.

"Kepribadian narsistik ditandai dengan rasa penting diri yang berlebihan dan kebutuhan konstan akan perhatian," kata psikiater asal Amerika Serikat, Daniel B. Block, MD.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Dalam hubungan dengan orang lain, sosok narsistik lebih nyaman dengan orang yang mudah dipengaruhi. Mereka menggunakan banyak cara untuk membuat seseorang meragukan kemampuan dan penilaiannya sendiri.

Meski begitu, tidak semua orang mudah terjebak dalam pola tersebut, Bunda. Ada beberapa ciri kepribadian yang justru membuat orang narsistik merasa tidak nyaman karena mereka sulit dimanipulasi.

7 Ciri kepribadian yang tidak disukai orang narsistik

Ada beberapa tipe kepribadian yang biasanya sulit diterima oleh orang narsistik. Berikut ulasan selengkapnya yang dikutip dari berbagai sumber:

1. Tenang saat menetapkan batasan diri

Dilansir dari Your Tango, orang narsistik tidak menyukai individu yang mampu menetapkan batasan pribadi dengan tenang dan tegas. Mereka tidak merasa perlu menjelaskan diri secara berlebihan atau mengabaikan prinsip yang sudah ditetapkan hanya untuk menyenangkan orang lain.

Biasanya, batasan tersebut cukup ditunjukkan dengan menjaga jarak dari situasi yang tidak nyaman. Ini sebabnya, orang narsistik kesulitan memengaruhi atau mengendalikan mereka, sehingga lebih memilih mendekati orang yang sulit mempertahankan batasan pribadinya.

2. Mengutamakan kejujuran daripada pencitraan

Bunda perlu tahu, orang narsistik biasanya sangat peduli pada citra diri dan bagaimana mereka dipandang oleh orang lain. Mereka cenderung berusaha menjaga penampilan atau kesan yang ditampilkan di hadapan banyak orang.

Sebaliknya, mereka suka merasa tidak nyaman dengan orang yang lebih menghargai kejujuran daripada pencitraan. Tipe orang seperti ini menilai seseorang berdasarkan sikap dan tindakan, bukan penampilannya.

3. Tidak mudah terpancing

Menurut psikolog asal Amerika Serikat, Ramani Durvasula, sikap yang cenderung biasa saja terhadap perilaku pamer atau membanggakan diri dapat membuat orang narsistik merasa kesal.

Pasalnya, mereka sangat menginginkan perhatian, pujian, dan pengakuan dari orang lain, Bunda.

"Jika sejak awal kita tidak memberi mereka banyak pengakuan, kita tidak mengagumi dan memuji mereka secara berlebihan, maka mereka mungkin akan segera beralih ke target baru. Namun, jika kamu benar-benar seseorang yang ramah dan tertarik dengan apa yang orang lain katakan, sulit untuk mematikan sifat itu," ungkap Durvasula, dikutip dari USA Today.

4. Jeli membaca karakter orang lain

Orang narsistik suka sekali mengandalkan banyak cara untuk memanipulasi orang di sekitarnya. Karena itu, mereka tidak menyukai orang yang mampu mengenali pola perilaku tersebut dan tidak mudah terpengaruh.

"Jika seorang narsistik merasa seseorang tidak menyadari trik manipulatif mereka, mereka akan lebih cenderung menargetkannya," ujar psikoterapis di Amerika Serikat, Chelsey Cole.

"Jadi, hal pertama yang harus kita lakukan adalah mengenali siapa yang ada di ruangan bersama kita. Pasalnya, apa yang tidak kita ketahui dapat dan akan membahayakan diri kita sendiri," sambungnya.

5. Tidak mengagumi orang secara berlebihan

Orang narsistik menikmati perhatian, pujian, dan kekaguman dari orang-orang di sekitarnya. Inilah mengapa, mereka merasa memiliki kendali dan sering kali digunakan untuk menghindari tanggung jawab atas kesalahan yang dilakukan.

Mereka pun cenderung tidak menyukai orang yang tidak mengidolakan atau memuja mereka secara berlebihan. Terlebih jika orang tersebut berani bersikap kritis, mengabaikan sikap narsistik, dan menuntut adanya pertanggungjawaban atas tindakan yang dilakukan.

6. Memiliki sikap empati tapi tetap waspada

Orang yang penuh kasih sayang biasanya tidak memberikan rasa nyaman tersebut kepada orang yang tidak pantas, termasuk orang narsistik. Hal ini karena kebaikan mereka tidak mudah diakses begitu saja.

Mereka juga tidak ragu untuk menarik kembali empati atau kasih sayang ketika merasa ada upaya manipulasi. Meski peduli pada orang lain, mereka tetap sadar bahwa terlalu baik bisa menempatkan diri pada situasi yang merugikan.

7. Memiliki identitas diri yang kuat

Orang yang benar-benar memahami siapa dirinya tidak disukai oleh para narsistik. Mereka tidak mudah dimanipulasi dan tidak menerima kritik tentang identitas diri hanya demi menyenangkan orang lain.

Jika hal tersebut terjadi, mereka cenderung langsung menjauh. Orang-orang ini memiliki batasan yang tegas serta standar yang tinggi untuk melindungi diri, terutama yang berkaitan dengan identitas mereka.

Demikianlah tujuh ciri kepribadian yang tidak disukai orang narsistik karena dianggap sulit untuk dikendalikan dan dimanipulasi.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/pri)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online