Jakarta -
Orang yang lebih suka menyendiri biasanya adalah individu yang merasa nyaman menghabiskan waktu seorang diri. Mereka menikmati ketenangan karena ingin lebih fokus pada pikiran atau memang menghindari gangguan dari lingkungan sekitar.
Sikap suka menyendiri tidak selalu berarti antisosial atau tidak menyukai orang lain. Banyak orang yang suka menyendiri tetap mampu bersosialisasi dengan baik.
"Orang-orang yang tidak takut sendirian biasanya tidak terlalu sensitif terhadap penolakan dan perasaan mereka tidak mudah terluka. Ketika mereka berada dalam hubungan romantis, harga diri mereka tidak bergantung pada bagaimana hubungan tersebut berjalan," kata psikolog sosial Bella DePaulo Ph.D, dilansir Psychology Today.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kesendirian sukarela seringkali menimbulkan pertanyaan. Namun, bertentangan dengan anggapan umum, kesendirian yang dipilih justru memberikan dampak positif yang lebih besar terhadap kesejahteraan dibandingkan isolasi yang dipaksakan atau karena keadaan.
Orang yang lebih memilih untuk menyendiri cenderung memiliki kepribadian yang khas. Simak penjelasannya berikut ini, Bunda!
Ciri kepribadian orang yang suka menyendiri
Dikutip dari laman Futura Science, berikut 9 ciri kepribadian positif dari orang yang lebih suka menyendiri:
1. Nyaman dengan dunianya sendiri
Orang yang suka menyendiri kemungkinan adalah otonomi disposisional. Sebuah studi tahun 2022 di PLOS ONE menjelaskan bahwa otonomi disposisional merupakan kecenderungan seseorang untuk bertindak berdasarkan kesesuaian diri daripada tekanan eksternal.
Orang-orang ini secara konsisten dapat memprediksi motivasi dengan memilih untuk menyendiri. Mereka memilih untuk sendiri bukan untuk menghindari sesuatu, melainkan karena keinginan pribadi.
2. Dapat mengontrol emosi dalam diri
Menurut tinjauan literatur tentang kesendirian tahun 2024 di jurnal Social and Personality Psychology Compass, orang yang secara mandiri memutuskan untuk menghabiskan waktu sendirian melaporkan emosi yang lebih positif.
Mereka memiliki tingkat stres yang lebih rendah, dan kepuasan hidup sehari-hari yang lebih besar. Orang yang mencari kesendirian sering kali telah belajar, secara sadar atau tidak, bahwa hal itu dapat bermanfaat pada hidupnya.
3. Pribadi yang introspektif
Introspektif adalah sifat di mana seseorang memiliki kesadaran penuh atas perasaan dan emosinya. Orang yang suka menyendiri biasanya memiliki kepribadian ini, Bunda.
Sebuah studi kualitatif di European Journal of Social Psychology tahun 2023, yang didasarkan pada wawancara dengan 60 partisipan berusia 19 hingga 80 tahun, menemukan bahwa kemampuan untuk introspeksi dan refleksi diri adalah salah satu prediktor kepribadian terkuat terhadap kesejahteraan saat sendirian.
4. Mampu fokus pada satu atau lebih hobi
Mereka yang menyendiri biasanya suka menghabiskan waktu untuk melakukan satu atau lebih hobi, seperti membaca, menulis, atau membuat musik. Penelitian menemukan bahwa kreativitas dan rasa ingin tahu merupakan faktor penting yang memprediksi pengalaman kesendirian positif di berbagai kelompok usia.
Aktivitas-aktivitas yang menjadi hobi dianggap dapat mempertahankan perhatian tanpa memerlukan interaksi sosial.
5. Tidak menganggap kesendirian sebagai kesepian
Kesendirian sebenarnya adalah bagian normal dan sehat dari kehidupan sehari-hari. Tapi, banyak orang sering menyamakannya dengan kesepian dan penarikan diri dari pergaulan.
Padahal, orang memilih sendiri bisa jadi karena ingin mengembangkan dirinya. Mereka lebih suka menyendiri untuk mencari solusi dari masalah yang dihadapi atau menemukan ide baru untuk melanjutkan pekerjaan.
6. Cenderung mampu mempertahankan hubungan yang selektif namun bermakna
Kecenderungan menyendiri tidak sama dengan menarik diri dari pergaulan sosial ya, Bunda. Hal itu juga berbeda dengan kepercayaan populer yang mengatakan bahwa introvert memilih untuk menyendiri karena mereka menikmatinya.
Studi di jurnal PLOS ONE tahun 2022 tidak menemukan bukti bahwa introvert dapat memprediksi preferensi atau motivasi dengan menyendiri. Banyak orang yang berorientasi pada kesendirian tetap menjalin hubungan dekat. Mereka hanya melindungi waktu sendirian dengan kesungguhan yang sama seperti yang mereka terapkan pada hal-hal lain.
7. Memiliki hubungan yang kuat dengan alam
Orang yang lebih suka menyendiri biasanya juga memiliki hubungan yang kuat dengan alam. Bagi orang-orang ini, lingkungan alam membuat kesendirian lebih berarti dan bisa memberikan efek 'pemulihan'.
Orang yang merasa lebih mandiri selama menyendiri melaporkan kalau mereka merasa lebih tenang. Lingkungan dengan stimulasi rendah seperti taman, hutan, dan pantai secara konsisten dianggap dapat mendukung persepsi tersebut.
8. Menganggap perawatan diri bukan bentuk memanjakan diri sendiri
Orang yang suka menyendiri umumnya memiliki rencana terstruktur terkait hidupnya. Orang-orang ini menganggap bahwa perawatan diri bukan bentuk 'pemanjaan', tapi sebuah struktur yang harus dijalani, Bunda.
Sebuah studi tahun 2024 di Journal of Personality mengungkap bahwa kesendirian dapat digunakan sebagai alat untuk menurunkan gairah harian. Orang-orang yang sudah menggunakannya dengan cara tersebut cenderung membangun hari-hari mereka dengan baik.
9. Memiliki kehidupan batin yang stabil
Menyendiri bisa jadi merupakan pengalaman positif bagi seseorang, Bunda. Kebiasaan ini bahkan dapat menjadi salah satu prediktor terkuat kesejahteraan batin di masa dewasa.
Melalui praktik menyendiri, muncul kemampuan untuk tumbuh dan merefleksikan apa yang telah dikembangkan di dalam diri. Kesendirian juga tidak hanya mengembangkan diri, tetapi juga mengungkapkannya dengan baik.
Demikian ciri kepribadian orang yang lebih suka menyendiri. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/som)
.png)
10 hours ago
11

















































