11 Kalimat yang Biasa Diucapkan Orang Santun, Sudah Jarang Digunakan Gen Z

6 hours ago 4

Jakarta -

Perubahan zaman memang tidak bisa kita hindari ya, termasuk dalam cara seseorang bersikap dan berbicara. Tahukah Bunda, bahwa ada ungkapan sopan yang kini sudah jarang terdengar dalam keseharian, lho.

Seiring bergantinya generasi, pola pikir pun ikut berubah dan berpengaruh pada cara orang berinteraksi. Banyak anak muda saat ini lebih memilih gaya komunikasi yang santai alias to the point.

Padahal, ungkapan yang mencerminkan sopan santun bisa memberikan kesan menghargai orang lain, lho. Itulah mengapa kita perlu mulai membiasakan kalimat-kalimat yang santun dalam keseharian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Tanpa berlama-lama, berikut ini beberapa kalimat yang biasa diucapkan oleh orang santun. Yuk, kita simak!

11 Kalimat yang biasa diucapkan oleh orang santun

Menilik dari laman Your Tango, terdapat ungkapan sopan yang biasa diucapkan oleh orang dengan etika baik, namun kini mulai ketinggalan zaman di kalangan Generasi Z.

1. "Tolong"

Mengucapkan kata "Tolong" sebenarnya adalah hal sederhana yang mencerminkan sikap santun dalam keseharian. Bunda mungkin menyadari bahwa kebiasaan ini kini semakin jarang terdengar, terutama di kalangan anak muda.

Berdasarkan sebuah studi dari Social Psychology Quarterly, penggunaan kata "Tolong" dan "Terima kasih" mengalami penurunan, bukan hanya pada generasi muda saja, tetapi juga di berbagai kelompok usia.

Ketika seseorang terbiasa mengabaikan ungkapan seperti ini, nilai kesopanan pun bisa ikut memudar. Padahal, kata "Tolong" sebagai bentuk penghargaan kecil yang dalam interaksi kita sehari-hari.

2. "Permisi"

Saat berada di tempat umum, mengucapkan "Permisi" adalah kebiasaan sopan yang seharusnya bisa tetap dijaga. Banyak orang kini lebih terbiasa mendahulukan diri sendiri tanpa memperhatikan orang di sekitarnya.

Padahal, kebiasaan seperti ini dapat menciptakan rasa nyaman dan saling menghargai. Jika tidak dibiasakan, hubungan sosial pun bisa terasa lebih jauh dan jadi kurang hangat.

3. "Kamu benar, maafkan aku"

Perlu diketahui bahwa mengucapkan "Kamu benar, maafkan aku" adalah salah satu tanda kerendahan hati dalam bersikap. Banyak anak muda saat ini cenderung mempertahankan pendapatnya, terlebih ketika mereka ingin menonjolkan diri.

Padahal, sikap sulit menerima pendapat orang lain justru bisa menjadi masalah besar dalam pergaulan. Jika mereka tidak mau membuka diri, kesempatan untuk melakukan diskusi pun akan hilang begitu saja.

4. "Aku mau pergi"

Saat ingin meninggalkan suatu tempat, mengucapkan "Aku mau pergi" atau berpamitan adalah salah satu bentuk kesopanan seseorang.

Sebagian orang memilih pergi tanpa berpamitan karena dianggap lebih cepat dan tidak merepotkan. Padahal, kebiasaan ini bisa membuat orang lain merasa diabaikan, lho.

Mengucapkan pamit memang membutuhkan sedikit waktu dan usaha, apalagi jika harus mencari tuan rumah atau orang yang dikenal. Namun, hal ini menunjukkan sikap menghargai.

5. "Terima kasih atas bantuannya"

Dalam keseharian, mengatakan "Terima kasih atas bantuannya" adalah cara untuk menunjukkan rasa menghargai. Namun, kebiasaan mengucapkan terima kasih secara lengkap seperti ini kini mulai jarang dilakukan.

Banyak yang memilih menanggapinya dengan singkat atau bahkan melewatkannya begitu saja. Hal ini bisa terjadi karena kurangnya kebiasaan berinteraksi langsung atau belum terbiasa mengekspresikan rasa menghargai.

6. "Aku menghargai masukannya"

Selanjutnya, mengucapkan "Aku menghargai masukannya" adalah bentuk sikap terbuka terhadap pendapat orang lain. Namun kenyataannya, menerima kritik atau saran memang tidak selalu mudah bagi siapa pun.

Banyak anak muda yang masih kesulitan menghadapi masukan, terutama jika disampaikan tanpa pujian atau terasa menyinggung. Akibatnya, banyak orang jadi sulit menerima masukan dan kurang terbuka untuk belajar hal baru.

Padahal, jika terbiasa menerima saran, seseorang bisa lebih mudah memperbaiki diri dan berkembang menjadi lebih baik.

7. "Maaf mengganggu"

Saat kita mengucapkan "Maaf mengganggu" adalah bentuk sopan santun ketika ingin menyela atau memulai percakapan. Sayangnya, kebiasaan meminta maaf saat menyela mulai jarang dilakukan.

Banyak orang yang lebih memilih langsung berbicara tanpa melihat situasi atau perasaan orang lain, Bunda. Dengan membiasakan ucapan ini, komunikasi tentu saja bisa saling menghormati.

8. "Kapan pun kamu punya waktu luang"

Saat kita meminta bantuan, menggunakan kalimat "Kapan pun kamu punya waktu luang" bisa membuat orang lain merasa lebih dihargai, lho. Sikap seperti ini biasanya dimiliki oleh orang yang terbiasa menghargai orang lain.

Mereka tetap menjaga cara berbicara dengan baik, bahkan saat sedang sibuk atau berada di bawah tekanan sekalipun. Kini, kebiasaan menyampaikan permintaan dengan cara sopan seperti ini mulai jarang terlihat.

9. "Apakah kamu keberatan jika aku..."

Dalam percakapan sehari-hari, menggunakan kalimat "Apakah kamu keberatan jika aku..." menjadi cara yang sopan untuk kita menyampaikan keinginan. Pada situasi tertentu, meminta izin seperti ini bagus untuk menciptakan hubungan yang nyaman.

Baik di lingkungan kerja maupun pertemanan, sikap ini membuat orang lain merasa dilibatkan. Kini, kebiasaan menyampaikan izin dengan cara halus seperti ini mulai jarang dilakukan.

Tak sedikit orang yang lebih terbiasa bertindak sendiri tanpa mempertimbangkan orang di sekitarnya.

10. "Senang bertemu denganmu"

Saat bertemu dengan seseorang, mengucapkan kalimat ini bisa menjadi bentuk perhatian yang sederhana. Setiap orang pada dasarnya ingin merasa dihargai dalam sebuah pertemuan.

Namun, di tengah gaya hidup yang kini cenderung sibuk dan individual, ungkapan seperti ini mulai jarang digunakan. Banyak anak muda kehilangan kebiasaan menyampaikan hal ini dalam interaksi sosial.

Mereka kini lebih fokus pada diri sendiri atau terbiasa berkomunikasi secara singkat tanpa 'basa-basi'.

11. "Aku menghargai kamu"

Baik itu membantu hal kecil di tempat kerja atau menggantikan tugas saat orang lain sedang tidak sempat, orang yang peduli biasanya tetap meluangkan waktu untuk menghargai orang lain.

Namun, banyak anak muda saat ini lebih fokus pada kebutuhan pribadi dan kenyamanan diri sendiri. Akibatnya, perhatian terhadap orang lain, sering kali jadi terabaikan karena terlalu sibuk dengan urusan masing-masing.

Itulah penjelasan mengenai beberapa kalimat yang biasa diucapkan oleh orang santun, tetapi kini sudah jarang digunakan oleh Gen Z.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online