Apakah Bunda sudah merasa menikah dengan orang sefrekuensi? Berikut tanda-tanda Bunda menikah dengan orang yang tepat.
Banyak orang berharap bisa menemukan pasangan yang benar-benar cocok untuk diajak menjalani hidup bersama, terutama setelah mengalami gagal hubungan atau perceraian. Namun pernikahan yang bahagia ternyata bukan soal menemukan pasangan yang sempurna.
Hubungan yang sehat justru dibangun dari rasa aman, saling menerima kekurangan, hingga kemampuan menghadapi masa sulit bersama-sama. Ketika menikah dengan orang yang tepat, hubungan terasa lebih ringan meski hidup tidak selalu mudah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pakar hubungan juga menilai bahwa kecocokan emosional dan usaha yang konsisten jauh lebih penting dibanding sekadar percaya pada takdir cinta. Pernikahan yang kuat lahir dari dua orang yang mau tumbuh bersama dan terus memilih satu sama lain setiap hari.
Tanda Bunda menikah dengan orang yang tepat
Mengutip Your Tango, berikut tanda bahwa Bunda telah menikah dengan orang yang tepat.
1. Bisa diam bersama tanpa canggung
Salah satu tanda paling sederhana namun langka dalam pernikahan sehat adalah kemampuan menikmati keheningan bersama pasangan. Tidak semua momen harus diisi percakapan panjang. Duduk berdua sambil menikmati suasana tanpa rasa kikuk justru menunjukkan adanya kenyamanan emosional.
Psikolog Dr. Michele Leno menjelaskan bahwa banyak orang merasa takut dengan keheningan karena hal itu memunculkan rasa tidak aman dan kecemasan. Untuk itu, pasangan yang dapat menikmati 'silent moment' bersama biasanya memiliki rasa percaya dan keamanan yang tinggi dalam hubungan mereka.
2. Terima kekurangan pasangan dengan tulus
Tidak ada pasangan yang benar-benar sempurna. Orang yang tepat bukan berarti tidak memiliki kekurangan, melainkan seseorang yang tetap bisa diterima apa adanya.
Mungkin suami Bunda berantakan saat memasak atau sering terlambat datang ke suatu acara. Hal-hal kecil seperti itu memang bisa membuat kesal, tapi tidak sampai menghancurkan hubungan.
Dalam pernikahan yang sehat, pasangan tidak sibuk mengubah satu sama lain menjadi versi ideal, tapi saling mendukung untuk berkembang tanpa kehilangan jati diri.
3. Merasa aman terbuka satu sama lain
Pernikahan yang sehat membuat seseorang merasa aman untuk menceritakan sisi paling rapuh dalam dirinya. Bunda tidak takut dihakimi ketika sedang sedih, kecewa, atau mengalami masalah besar.
Pekerja sosial Terry Gaspard mengatakan bahwa keterbukaan merupakan fondasi penting dalam hubungan yang intim dan penuh kepercayaan. Menurutnya, pasangan yang saling terbuka akan merasa dibutuhkan dan dihargai karena mereka tahu bisa bergantung satu sama lain.
“Kerentanan dalam hubungan adalah bahan utama untuk membangun kedekatan dan rasa percaya,” ujar Gaspard.
4. Selalu mengingat hal kecil tentang pasangan
Cinta sejati sering kali terlihat dari perhatian kecil yang konsisten. Pasangan yang tepat biasanya mengingat detail-detail sederhana tentang dirimu.
Mereka tahu camilan favorit, kebiasaan kecil, hingga cerita yang pernah Bunda sampaikan bertahun-tahun lalu. Sebaliknya, Bunda juga hapal hal-hal kecil tentang mereka. Perhatian sederhana seperti inilah yang membuat hubungan terasa hangat dan personal.
5. Tetap bertahan saat sedang kesulitan
Hubungan akan benar-benar diuji ketika masalah hadir, mulai dari kesulitan ekonomi, kesehatan, hingga tekanan hidup lainnya. Orang yang tepat tidak akan pergi saat keadaan memburuk.
Mereka tetap hadir dan menjadi tempat bersandar ketika hidup terasa berat. Menurut para ahli dari The Gottman Institute, kemampuan berkompromi dan menghadapi masalah bersama merupakan salah satu kunci utama pernikahan yang langgeng.
Pasangan yang sehat juga tidak sibuk mencari siapa yang salah. Mereka lebih fokus mencari solusi bersama sebagai sebuah tim.
6. Aktivitas membosankan menjadi menyenangkan
Cuci piring, belanja bulanan, bayar tagihan, atau membereskan rumah memang terdengar membosankan. Namun ketika dilakukan bersama orang yang tepat, aktivitas sederhana itu justru terasa menyenangkan.
Kehadiran pasangan membuat rutinitas harian menjadi lebih ringan. Bahkan pekerjaan rumah tangga bisa berubah menjadi momen kebersamaan yang mempererat hubungan.
Hal ini biasanya semakin terasa setelah memiliki anak. Pasangan yang tepat akan saling membantu menghadapi malam tanpa tidur dan tantangan baru sebagai orangtua.
7. Punya kebiasaan unik yang diterima pasangan
Setiap orang memiliki sisi aneh atau kebiasaan unik masing-masing. Menariknya, pasangan yang tepat biasanya mampu menerima bahkan menikmati sisi unik tersebut.
Kalian punya candaan internal yang hanya dimengerti berdua, kebiasaan lucu tersebut terasa menyenangkan. Bukan merasa terganggu, kalian justru merasa lebih dekat karena keunikan itu. Hubungan seperti ini membuat seseorang merasa bebas menjadi dirinya sendiri tanpa takut dinilai aneh.
8. Saling bertumbuh dengan cara sehat
Menikah dengan orang yang tepat bukan berarti hubungan selalu nyaman tanpa konflik. Justru pasangan yang sehat akan saling membantu berkembang menjadi pribadi lebih baik.
Perbedaannya terletak pada cara menyampaikan. Mereka tidak memaksa dengan kemarahan atau hinaan, tapi mengajak pasangan bertumbuh lewat komunikasi yang penuh rasa hormat.
Relationship coach Jordan Gray mengatakan bahwa kepercayaan dalam hubungan dibangun ketika pasangan berani membuat komitmen jangka panjang dan tetap bertahan melewati berbagai tantangan bersama.
9. Punya goals yang sejalan
Kesamaan visi hidup menjadi salah satu pondasi penting dalam pernikahan jangka panjang. Pasangan yang tepat biasanya memiliki nilai hidup dan tujuan masa depan yang tidak bertolak belakang.
Tidak berarti harus selalu memiliki mimpi yang sama persis, tapi kalian tetap berjalan ke arah yang serupa. Misalnya saja, cara membangun keluarga, mengatur keuangan, atau menentukan prioritas hidup. Penelitian juga menunjukkan bahwa kesamaan nilai menjadi faktor penting dalam terciptanya pernikahan yang bahagia dan bertahan lama.
10. Tetap bersikap lembut saat berada di titik terendah
Saat sedang berada di titik terburuk, pasangan yang tepat tidak akan meninggalkanmu sendirian. Mereka tetap hadir dengan penuh empati.
Psikoterapis Heather Hans menjelaskan bahwa hubungan menjadi bermasalah ketika seseorang terlalu sibuk mempertahankan citra sempurna. Menurutnya, menunjukkan sisi rapuh justru membuat pasangan merasa lebih dekat secara emosional.
“Ketika seseorang berani menunjukkan sisi rentannya, hubungan menjadi lebih nyata dan penuh kedekatan,” jelas Hans.
11. Bisa tertawa saat sedang kesulitan
Tertawa bersama di masa sulit merupakan tanda hubungan yang kuat. Pasangan yang tepat mampu menemukan sedikit kebahagiaan bahkan ketika keadaan sedang tidak baik-baik saja.
Sebuah studi dalam jurnal Personal Relationships menemukan bahwa humor memiliki kaitan erat dengan kepuasan hubungan. Tertawa bersama membantu pasangan merasa lebih dekat, aman, dan saling terhubung secara emosional.
Penelitian tersebut juga menyebutkan bahwa candaan pribadi dan momen bermain bersama menciptakan ruang nyaman dalam hubungan, tempat kedua pasangan merasa diterima sepenuhnya.
Pada akhirnya, menikah dengan orang yang tepat bukan soal menemukan manusia tanpa cela. Pernikahan yang sehat dibangun dari rasa aman, saling menerima, kemampuan bertahan bersama saat sulit, hingga terus jatuh cinta satu sama lain setiap hari.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)
.png)
21 hours ago
14
















































