5 Efek KB IUD Bagi Suami dan Cara Mencegahnya

22 hours ago 16

Jakarta -

KB IUD menjadi salah satu alat kontrasepsi yang banyak dipilih karena aman dan jangka panjang waktunya. Namun katanya, KB ini kerap mengganggu pasangan terutama saat berhubungan intim. Yuk, cari tahu 5 efek KB IUD bagi suami dan cara mencegahnya.

Mempertimbangkan pilihan KB memang sering bikin pusing ya, Bunda. Niatnya ingin mendapatkan proteksi, aman digunakan, fleksibel, tetapi nyatanya setiap alat KB ada saja plus minusnya. Termasuk, adanya efek samping yang bikin kenyamanan hubungan suami istri terganggu.

Nah, katanya yang menggunakan KB IUD kerap merasakan hal tersebut. Bukan dari sisi istri tetapi justru dari pihak pasangan yakni suami. Hmm, terus bagaimana ya cara mengatasinya, Bun? Padahal, KB IUD termasuk yang efektivitasnya cukup tinggi dalam mencegah kehamilan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Mengenal KB IUD

IUD merupakan singkatan dari intraurine device merupakan alat KB yang berbentuk seperti huruf T yang biasanya dipasang di dalam rahim perempuan. Alat ini dapat mencegah kehamilan dengan efektivitas lebih dari 99 persen. 

Alat kontrasepsi IUD merupakan alat plastik kecil dengan pita tembaga di sekitar lengan melintangnya, yang kemudian digunakan dengan cara dimasukkan ke dalam rahim. Keunggulan dari pemakaian IUD ialah alat ini merupakan kontrasepsi jangka panjang yang mudah dipasang dan dilepas.

Selain itu, KB IUD juga dapat mulai bekerja sesegera mungkin setelah terpasang, tidak mengganggu hubungan seksual, cocok untuk ibu menyusui, efeknya bisa bertahan lama jika tidak dilepas, kesuburan dapat kembali dengan cepat setelah penghentian penggunaan, dan dapat digunakan oleh perempuan yang sedang mengonsumsi obat apa pun seperti dikutip dari laman News Medical.

Cara kerja KB IUD

Alat kontrasepsi memang memiliki cara kerjanya masing-masing, termasuk KB IUD. Dalam kerjanya, KB IUD mencegah kehamilan dengan menghentikan sperma mencapai dan membuahi sel telur.

Penting Bunda ketahui bahwa semua IUD dapat memicu respons imun. Tubuh dalam hal ini akan mengenali IUD sebagai penyerang dan mereka akan segera bertindak untuk mempertahankan diri. Proses ini kemudian mengakibatkan peradangan. 

Dan, peradangan di rahim dapat menciptakan lingkungan yang beracun bagi sperma. Akibatnya, sperma tidak dapat mencapai tuba falopi untuk membuahi sel telur, seperti dikutip dari laman Cleveland Clinic.

Selain itu, sifat spesifik dari IUD tembaga dan hormonal juga dapat mencegah sperma meninggalkan rahim. Pada IUD tembaga, sifat spesifik IUD dapat meningkatkan respons peradangan, menyebabkan lapisan rahim menjadi meradang. Bahkan, jika sperma membuahi sel telur, lapisan rahim akan mempersulit sel telur yang dibuahi untuk menempel dan berkembang di sana.

Pada IUD hormonal, yakni dengan melepaskan sejumlah kecil hormon progestin levonorgestrel dari waktu ke waktu. Levonorgestrel mengentalkan lendir serviks, sehingga menyulitkan sperma untuk berenang ke tuba fallopi. Hormon ini juga menipiskan lapisan rahim dan sebagian menekan kemampuan untuk melepaskan sel telur selama siklus menstruasi.

5 Efek samping IUD bagi suami

Penggunaan kontrasepsi seharusnya memang menciptakan kenyamanan meskipun ada saja efek samping dari setiap jenis alat KB. Salah satunya, KB IUD yang katanya ada efek sampingnya bagi suami, seperti berikut ini:

1. Tidak mengganggu hubungan seksual

Mengutip dari laman Kemkes, apabila pemasangan IUD benar, maka IUD tidak akan terasa saat berhubungan. Namun, terkadang benang IUD keluar dari serviks digunting sehingga benang terasa tajam saat sedang berhubungan suami istri. Sebaiknya benang IUD yang terlalu panjang cukup dililitkan. 

2. Masih bisa melakukan seks tanpa takut

KB IUD memang menawarkan keamanan dan kepraktisan bagi penggunanya. Ketika memilih KB ini, Bunda dan pasangan tidak perlu disibukkan dengan pemasangan alat proteksi lainnya. Sehingga, Bunda dan Ayah bisa melakukan seks tanpa takut karena IUD memproteksi risiko kehamilan yang tidak diinginkan.

3. Bebas menentukan posisi seks

KB IUD yang terpasang memang tidak merepotkan pemakainya. Sehingga, hubungan intim pun bisa berjalan maksimal dan masing-masing bisa dengan bebas menentukan posisi seks yang membuat nyaman satu sama lain. 

Bunda tidak perlu khawatir, sebab belum pernah ada kasus IUD terlepas akibat hubungan intim, seperti dikatakan Jacques Moritz, MD, seorang dokter kebidangan dan kandungan Weill Cornell Medicine di New York, dikutip dari laman Self.

Oh iya, Bunda, IUD sedianya terpasang di rongga rahim yang tidak memiliki lubang lain selain vagina. Untuk suatu benda dapat beredar ke seluruh tubuh, benda tersebut memerlukan perantara aliran darah. IUD tidak mungkin berpindah-pindah ke luar rongga rahim. Apabila IUD berpindah, IUD hanya bisa keluar melalui vagina atau bergeser di sekitar rongga rahim.

4. Suami mungkin akan merasakan ada senar

Pasangan seharusnya tidak dapat merasakan apa pun. Tetapi, jika mereka merasakannya, itu hanyalah kontak ringan dengan benang IUD dan seharusnya ini tidak menyebabkan ketidaknyamanan. Sebab, benang akan melunak seiring lamanya menggunakan IUD dan dapat dipotong lebih pendek, seperti dikutip dari laman WebMD.

5. Tidak memengaruhi gairah seks

IUD seharusnya tidak memberikan dampak pada gairah seks seseorang, Bun. Dikutip dari berbagai sumber, pemasangan IUD yang benar tidak menimbulkan gangguan tertentu pada suami istri termasuk tidak memengaruhi gairah seks satu sama lain.

4 Penyebab Hamil Lagi saat Bunda Pakai KB IUD4 Penyebab Hamil Lagi saat Bunda Pakai KB IUD/ Foto: HaiBunda/Dwi Rachmi

8 Efek samping KB IUD untuk istri atau perempuan

Setiap alat KB sedianya menimbulkan efek samping yang berbeda-beda. Dalam penggunaan KB IUD, berikut ini 8 efek samping KB IUD untuk istri yang perlu Bunda ketahui:

1. IUD copper dapat memperburuk kram menstruasi dan meningkatkan perdarahan menstruasi, terutama selama beberapa bulan pertama setelah IUD dipasang.
2. Pada IUD hormonal, alat KB ini dapat membuat siklus menstruasi tidak teratur terutama selama beberapa bulan pertama setelah pemasangan.
3. Benang IUD mungkin terasa kaku pada awalnya, dan Bunda atau pasangan mungkin menyadarinya selama hubungan seksual. Seiring waktu, benang akan melunak dengan sendirinya.
4. Sebagian besar orang yang menggunakan IUD terus berovulasi, atau melepaskan sel telur setiap bulan selama siklus menstruasi mereka. Sementara, ovulasi dapat menyebabkan perempuan mengembangkan kista ovarium, pertumbuhan yang biasanya tidak berbahaya dan akan hilang dengan sendirinya. Kista umum terjadi tergantung pada fase siklus menstruasi seseorang.
5. IUD dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena penyakit radang panggul, yaitu infeksi pada rahim, tuba fallopi, atau ovarium.
6. Meskipun jarang terjadi, IUD dapat menembus dinding rahim saat dokter memasangnya. Hal ini disebut perforasi. Jika ini terjadi, dokter harus mengeluarkan alat tersebut.
7. Beberapa perempuan mengalami kram dan ketidaknyamanan selama dan sesaat setelah pemasangan IUD tetapi ini biasanya mereda dalam beberapa hari seperti dikutip dari laman Elysianwomenshealth.
8. Ada sedikit risiko infeksi selama beberapa minggu pertama setelah pemasangan IUD. Karenanya, penting mengikuti instruksi dari dokter untuk meminimalisir risiko ini.

Cara mencegah IUD agar tidak berpengaruh buruk pada hubungan seksual

Penggunaan KB IUD seharusnya tidak mengganggu kenyamanan seksual dan tidak secara drastis mengubah kehidupan seks Bunda dan pasangan. Pada dasarnya, alat KB ini sifatnya hanya membantu mencegah kehamilan yang tidak diinginkan, seperti dikutip dari laman Health.

Namun, ada juga pasangan yang mengeluhkan jika hubungan seks yang mereka jalani jadi terganggu karena adanya pemakaian IUD di rahim. Padahal, seharusnya pasangan tidak akan merasakan IUD saat berhubungan intim karena IUD dimasukkan ke dalam rahim.

Memang, penis dapat menyentuh serviks bagian paling bawah rahim) selama hubungan seksual penetratif, tetapi pasangan tidak dapat memasuki serviks dan mencapai IUD.

Kemungkinannya, pasangan hanya dapat merasakan benang IUD selama hubungan seksual. Kedua benang ini biasanya memanjang melewati serviks yang nantinya memudahkan dokter melepaskan IUD. Nah, kemungkinannya, benturan pada benang ini yang dianggap tidak nyaman meski biasanya tidak menyakitkan.

"Terkadang jika benangnya sangat pendek, benang tersebut dapat menusuk penis," kata Christine Greves, MD, seorang dokter kandungan yang berbasis di Florida. "Jika benangnya lebih panjang, benang tersebut dapat melengkung di bawah serviks dan kemungkinannya lebih kecil untuk diperhatikan."

Jika pasangan memang mengeluhkan hal ini, Bunda mungkin bisa mendiskusikannya dengan dokter. Kemungkinan, dokter akan memangkas atau melengkungkan benang jika Bunda khawatir hal itu mengganggu kenyamanan pasangan.

4 Pantangan KB IUD yang perlu dihindari

Setelah memutuskan menggunakan KB IUD, Bunda perlu mengetahui 4 pantangan KB IUD yang perlu dihindari agar efektivitasnya bisa maksimal selama penggunaan ya, Bunda. Berikut ini beberapa pantangannya:

1. Hindari hubungan seks setidaknya selama dua minggu
2. Hindari aktivitas fisik yang berat seperti mengangkat beban berat atau olahraga berat
3. Hindari penggunaan tampon dan gunakan pembalut untuk mengurangi risiko infeksi seperti dikutip dari laman Fhcsandpoint
4. Jangan abaikan tanda-tanda seperti nyeri hebat, perdarahan hebat, atau demam

Ciri-ciri cocok dan tidak cocok dengan KB IUD

Setiap perempuan memiliki kecenderungan tersendiri ketika menggunakan alat KB ya, Bunda. Karenanya, ada yang merasa cocok dengan KB tertentu dan ada pula yang merasa tidak cocok dengan salah satu alat KB. Terkait pemakaian KB IUD, tak sedikit juga perempuan yang mungkin merasakan tubuhnya kurang bersahabat dengan KB tipe ini. Agar lebih memahaminya, yuk, cari tahu ciri-ciri cocok dan tidak cocok dengan KB IUD:

Tanda-tanda tidak cocok dengan KB IUD:

1. Bunda mengalami kram, nyeri, atau sakit yang parah di perut bagian bawah atau perut
2. Ada rasa sakit atau bahkan adanya perdarahan saat berhubungan intim
3. Bunda mengalami demam, menggigil, dan kesulitan bernapas 
4. Panjang benang IUD terasa lebih pendek atau lebih panjang dari biasanya
5. Bunda mengalami keputihan yang berbeda dari biasanya
6. Bunda mengalami perdarahan vagina yang lebih banyak dari biasanya

Sementara, tanda-tanda cocok menggunakan KB IUD di antaranya ialah Bunda tidak merasakan efek samping dari penggunaan KB tersebut. Selain itu, siklus haid juga berjalan lancar dan teratur, serta tidak adanya rasa nyeri saat berhubungan intim. Dan, pasangan tak lagi merasakan ketidaknyamanan dari benang IUD yang terpasang.

Semoga informasinya membantu ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online