5 Jenis Minyak untuk MPASI Bayi 6 Bulan ke Atas

10 hours ago 8

Anak sudah mulai MPASI, kini saatnya memilih lemak yang baik untuk pertumbuhannya ya. Termasuk minyak untuk MPASI anak umur enam bulan, sebagai salah satu sumber lemak makanannya.

Lemak, juga disebut asam lemak atau lipid, adalah makronutrien yang dibutuhkan tubuh kita untuk berfungsi secara optimal. Lemak merupakan bentuk penyimpanan energi utama dan tubuh kita membutuhkannya sebagai sumber bahan bakar. Salah satu sumber makanan alami yang kaya lemak adalah minyak.

Minyak pun tersedia beragam variasinya, yang masing-masing memiliki lemak sehat di kandungannya. Bagi bayi, lemak sehat dapat membantu dalam perkembangan otak dan sistem saraf. Dikutip dari Only About Children, otak manusia terdiri dari 60 persen lemak, itulah sebabnya asupan lemak yang sehat sangat penting untuk fungsi dan perkembangan otak yang optimal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Kemudian, lemak sehat bermanfaat untuk penyerapan vitamin. Vitamin yang larut dalam lemak (A, D, E, K) membutuhkan sumber lemak dalam diet agar dapat diserap dan dimanfaatkan dengan baik dalam tubuh. Lalu, lemak adalah bahan penyusun hormon, yang berperan dalam mengatur suasana hati, pertumbuhan, dan perkembangan.

Di samping itu, lemak sehat menyediakan sumber antioksidan yang membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh, yang sangat penting bagi anak-anak yang sedang tumbuh.

Bicara tentang minyak, di Indonesia jenis minyak yang paling sering digunakan adalah minyak sawit. Dikutip dari Solid Starts, minyak sawit umumnya dianggap aman bila digunakan dalam jumlah yang wajar dalam makanan bayi. Seperti untuk olahan dalam sup, semur, dan untuk menumis sayuran, memasak daging, atau mencampurnya ke dalam biji-bijian dan bubur.

Minyak sawit menyediakan lemak makanan, yang penting untuk pertumbuhan bayi, perkembangan otak, dan penyerapan vitamin larut lemak (A, D, E, dan K). Minyak sawit kaya akan berbagai jenis lemak, termasuk lemak jenuh, tak jenuh tunggal, dan tak jenuh ganda.

Minyak ini juga mengandung vitamin E dan dalam beberapa kasus, beta karoten, yang bersama-sama mendukung kesehatan kekebalan tubuh dan penglihatan bayi. Seperti semua minyak, minyak sawit paling baik digunakan sebagai bagian dari diet bervariasi yang mencakup berbagai sumber lemak.

Selain minyak sawit, ada beberapa jenis minyak lainnya untuk MPASI yang bisa kita gunakan. Apa saja minyaknya?

1. Minyak kelapa

Minyak kelapa termasuk minyak yang cukup umum digunakan untuk MPASI. Namun, sebagai catatan penting, minyak kenapa harus digunakan dalam jumlah sedang karena memiliki lebih banyak lemak jenuh dibanding minyak nabati lainnya.

Meskipun banyak orang memuji manfaat kesehatan trigliserida rantai menengah yang ditemukan dalam minyak kelapa, lemak ini sebenarnya hanya sebagian kecil dari minyak tersebut. Namun, minyak kelapa memiliki kegunaan lainnya dan dapat menjadi pelembap yang bagus untuk kulit dan rambut bayi.

2. Minyak zaitun

Dikutip dari laman Clover Health, minyak zaitun, terutama yang extra virgin (EVOO) mengandung lemak tak jenuh tunggal yang baik untuk jantung dan memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat menurunkan kolesterol LDL. Karena tidak dimurnikan (tidak terpapar panas tinggi), minyak zaitun extra virgin sering dianggap sebagai jenis minyak zaitun yang lebih sehat

Apa bedanya dengan yang bukan extra virgin? Minyak zaitun biasa atau ringan, memiliki titik asap yang lebih tinggi dan dapat digunakan untuk memanggang dan menggoreng, tetapi memiliki lebih sedikit antioksidan dan lebih banyak diproses daripada minyak zaitun extra virgin.

Minyak zaitun extra virgin memiliki titik asap yang lebih rendah, sehingga lebih cocok untuk membuat saus salad, ditaburkan di atas pasta, atau digunakan dengan makanan yang dimasak dengan api kecil.

3. Minyak kanola

Minyak kanola rendah lemak jenuh dan dapat dipanaskan hingga kisaran 204 hingga 246 derajat Celsius. Minyak ini juga memiliki rasa yang lebih lembut daripada beberapa minyak masak lainnya.

Minyak kanola mengandung banyak lemak omega-3 yang sehat. Salah satu kekurangan minyak ini adalah dapat mulai terasa atau berbau sedikit amis seiring lamanya jarak pemakaian. Secara umum, minyak canola tahan enam bulan hingga satu tahun setelah dibuka dan sekitar dua tahun jika belum dibuka.

4. Minyak bunga matahari dan minyak safflower

Minyak bunga matahari dan minyak safflower tersedia dalam dua versi, biasa (tradisional) atau tinggi oleat. Versi tinggi oleat lebih sehat karena mengandung lemak tak jenuh tunggal, selain lemak tak jenuh ganda.

Jika Bunda memiliki minyak bunga matahari atau minyak safflower biasa, sebaiknya hanya digunakan sesekali karena tinggi asam lemak omega-6, yang menurut beberapa penelitian dapat menyebabkan peradangan.

5. Minyak jagung, kedelai, dan minyak nabati lainnya

Minyak nabati biasanya terbuat dari minyak jagung atau kedelai, atau campuran yang mungkin termasuk minyak canola, jagung, kedelai, biji kapas, atau bunga matahari. Meskipun lebih sehat daripada lemak padat, minyak ini tidak memiliki manfaat kesehatan dari lemak tak jenuh tunggal yang ditemukan dalam minyak zaitun, alpukat, kacang tanah, dan canola. Karena minyak nabati memiliki titik asap yang tinggi, minyak ini cocok untuk menumis, memanggang, atau membakar.

Demikian ulasan mengenai beberapa minyak untuk MPASI. Pilih yang aman untuk Si Kecil ya!

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online