Jakarta -
Sekolah seni paling bergengsi di dunia belakangan ini memang selalu menarik untuk dibahas. Banyak seniman besar yang ternyata menimba ilmu di tempat-tempat ini.
Bunda ingin tahu di mana para pelukis terkenal di dunia belajar dan mengasah bakatnya? Banyak di antara mereka rupanya pernah bersekolah di akademi seni yang sudah dikenal sejak lama.
Sekolah-sekolah ini telah melatih para pelukis, pematung, dan arsitek paling terkenal dalam sejarah seni Barat. Bahkan, sebagian besar masih aktif dan membuka kelas sampai sekarang.
Yuk, kita simak beberapa sekolah seni paling bergengsi di dunia yang menjadi tempat belajar para pelukis ternama ini.
Sekolah seni paling bergengsi di dunia
Dilansir dari laman DailyArt Magazine, terdapat beberapa sekolah seni paling bergengsi di dunia. Berikut penjelasan lengkapnya, Bunda:
1. Accademia di San Luca, Roma
Accademia di San Luca di Roma menjadi salah satu awal lahirnya pendidikan seni di Eropa. Sekolah ini mulai berkembang pada abad ke-16 saat seni mulai dipelajari secara lebih terstruktur.
Sebelumnya, para seniman biasanya belajar langsung dari bengkel atau studio maestro. Accademia di San Luca sendiri berdiri pada tahun 1593 dan menjadi salah satu akademi seni tertua di Eropa.
Nama ini diambil dari Santo Lukas yang dikenal sebagai pelindung para seniman. Di masa awalnya, sekolah ini juga berfungsi sebagai wadah bagi para seniman untuk saling berkumpul dan berkembang.
Di masa Abad Pertengahan, pelukis dan pematung di Eropa kerap dianggap hanya sebagai pengrajin biasa. Namun, para seniman di era Renaisans atau Abad Pembaruan ingin lebih dihargai sebagai sosok yang berpengaruh.
Kehadiran Accademia di San Luca ini mengubah pandangan tersebut. Sekolah ini menggabungkan seni dengan pendidikan dan ilmu pengetahuan, bukan sekadar keterampilan saja.
2. École des Beaux-Arts, Paris
École des Beaux-Arts di Paris didirikan pada tahun 1648 oleh Kardinal Mazarin. Sekolah ini menjadi salah satu akademi seni paling terkenal di Eropa sejak lama.
Nama 'Beaux-Arts' sendiri berarti seni rupa, sehingga banyak sekolah seni berbahasa Prancis memakai istilah ini. Namun, yang paling dikenal tetap yang berada di Paris.
Sepanjang sejarahnya, École des Beaux-Arts menarik mahasiswa seni dari berbagai negara. Hingga awal abad ke-20, tempat ini dianggap sebagai pendidikan ideal bagi mereka yang bercita-cita menjadi seniman sukses.
Tak heran, banyak tokoh seni dan arsitektur terkenal pernah menempuh pendidikan di sana, Bunda. Beberapa di antaranya bahkan meraih Prix de Rome, yaitu beasiswa untuk belajar di Roma, seperti François Boucher, Jean-Honoré Fragonard, Jacques-Louis David, Jean-Auguste-Dominique Ingres, William-Adolphe Bouguereau, dan Jean-Antoine Houdon.
Antara tahun 1673 hingga 1885, sekolah ini juga mengadakan Salon tahunan, yaitu pameran seni besar yang terbuka untuk publik. Para seniman bisa mengirimkan karya mereka untuk dinilai oleh dewan juri, meskipun tidak semua karya otomatis diterima.
Hingga kini, École des Beaux-Arts masih aktif mengadakan kelas seni, Bunda. Meski sudah tidak lagi seperti sediakala, namanya tetap jadi salah satu yang paling dihormati.
3. Royal Academy of Arts, London
Royal Academy of Arts di London didirikan pada tahun 1768 melalui piagam dari Raja George III. Sejak saat itu, akademi ini berkembang menjadi sekolah seni nasional Inggris yang sangat bergengsi.
Banyak orang mengenal Royal Academy ini bukan cuma sebagai tempat belajar saja, tetapi juga sebagai tempatnya para seniman. Di sini, ada istilah 'akademisi' yaitu seniman terpilih yang dianggap sudah sangat berpengalaman.
Menjadi akademisi di Royal Academy tidak sama dengan lulus dari sekolahnya, karena ini lebih seperti penghargaan khusus. Nama-nama seperti Joshua Reynolds, Joseph Mallord William Turner, John Constable, John Everett Millais, hingga Angelica Kauffman pernah menjadi bagian dari akademi ini.
Setelah terpilih, para akademisi biasanya diminta menyumbangkan karya seni mereka untuk koleksi akademi. Karena itu, Royal Academy of Arts punya koleksi seni yang kaya dan bernilai sejarah tinggi.
Hingga kini, Royal Academy masih aktif mendidik seniman dan mengadakan pameran tahunan yang bernama Summer Exhibition, Bunda.
4. Académie Julian, Paris
Di Paris pada tahun 1868, seniman Rodolphe Julian mendirikan Académie Julian sebagai pilihan lain untuk belajar seni. Sekolah ini hadir sebagai alternatif dari École des Beaux-Arts yang terkenal lebih kompetitif.
Banyak siswa datang ke sini karena suasananya terasa lebih santai, Bunda. Académie Julian juga sudah menerima perempuan sejak awal, termasuk memberi kesempatan untuk menggambar model secara langsung.
Hal ini berbeda dengan École des Beaux-Arts yang baru menerima siswa perempuan pada tahun 1897. Karena lebih fleksibel, banyak siswa merasa lebih bebas dengan gaya seni mereka.
Dari sekolah ini lahir banyak seniman besar dunia seperti Henri Matisse, Pierre Bonnard, dan Marcel Duchamp. Bahkan seniman dari Amerika seperti John Singer Sargent dan Robert Henri juga pernah belajar di sini.
Sebelum akhirnya ditutup pada tahun 1939, Académie Julian sudah menerima siswa dari lebih dari 50 negara.
5. Slade School of Fine Art, London
Slade School of Fine Art mulai dibuka pada tahun 1871 sebagai bagian dari University College London. Sekolah ini didirikan dari warisan Felix Slade, seorang kolektor seni Inggris yang ingin memajukan pendidikan seni.
Sejak awal, Slade dikenal sebagai sekolah seni yang lebih terbuka. Sama seperti Académie Julian, sekolah ini juga memberikan ruang bagi perempuan untuk belajar seni sejak awal berdirinya.
Banyak seniman modern Inggris yang terkenal pernah belajar di sini. Di antaranya ada Wyndham Lewis, Augustus John, Gwen John, Stanley Spencer, Duncan Grant, hingga Paul Nash.
Selain itu, sekolah ini juga pernah memiliki pengajar ternama seperti Roger Fry, Henry Tonks, dan Lucian Freud. Sampai sekarang, Slade School of Fine Art masih aktif sebagai salah satu sekolah seni di London.
6. Bauhaus, Jerman
Bauhaus didirikan pada tahun 1919 oleh Walter Gropius di Jerman dan dikenal sebagai salah satu sekolah seni paling berpengaruh di dunia. Dari sini, lahir sebuah gerakan yang dikenal luas dengan nama 'Bauhaus'.
Sekolah ini menggabungkan berbagai bidang seni seperti seni rupa, desain, dan kerajinan dalam satu kesatuan. Gagasan utamanya yaitu semua bentuk seni bisa saling mendukung dan bekerja sama.
Di Bauhaus, para siswa belajar banyak hal mulai dari tenun, keramik, seni grafis, pengerjaan logam, sampai pembuatan furnitur. Sepanjang sejarahnya, Bauhaus berpindah tempat dari Weimar, Dessau, hingga Berlin sebelum akhirnya ditutup pada tahun 1933.
Setelah itu, banyak seniman dan pengajarnya pindah ke Amerika untuk melanjutkan karya mereka. Banyak tokoh yang juga pernah bersekolah di Bauhaus, seperti Paul Klee, Wassily Kandinsky, Marcel Breuer, dan Ludwig Mies van der Rohe.
Itulah penjelasan tentang sekolah seni paling bergengsi di dunia yang menjadi tempat belajar bagi banyak seniman ternama.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/fir)
.png)
6 hours ago
2
















































