7 Kalimat Orang Tua yang Sering Membuat Anak Sulung Merasa Tertekan

8 hours ago 2

Jakarta -

Orang tua sering kali tanpa sadar memberi tekanan berlebih pada anak sulung. Oleh sebab itu, ada beberapa kalimat yang sebaiknya dihindari orang tua pada anak sulung.

Ada kondisi yang disebut sebagai sindrom anak sulung atau firstborn syndrome. Hal ini merujuk pada bagaimana menjadi anak pertama dalam keluarga dapat membentuk identitas seseorang.

Secara khusus, anak sulung biasanya digambarkan sebagai sosok yang bertanggung jawab dan memiliki peran kepemimpinan dalam keluarga maupun dalam kehidupan mereka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Sindrom ini didefinisikan sebagai tekanan yang dirasakan oleh anak tertua untuk memenuhi ekspektasi tinggi yang dibebankan kepada mereka, serta stres karena merasa harus menjadi teladan yang sempurna bagi saudara-saudaranya," ungkap konselor klinis Nicholette Leanza, LPCC-S, seperti dikutip dari Very Well Mind.

Pentingnya orang tua berhati-hati dalam berkata pada anak sulung

Sering kali ucapan orang tua tanpa sadar jadi memberi tekanan berlebih pada anak sulung. Mereka pun tumbuh dengan tuntutan harus sempurna dan menjadi panutan bagi adik-adiknya. 

Meski terkesan biasa saja, terkadang ini juga bisa menjadi beban emosional yang tak terlihat bagi anak sulung.

Kata-kata orang tua yang menuntut, membandingkan, atau memberi label tertentu juga dapat membentuk cara pandang anak sulung terhadap dirinya sendiri, baik secara positif maupun negatif.

Kalimat-kalimat yang sering membuat anak sulung tertekan

Lalu apa saja contoh kalimat yang sering membuat anak sulung merasa tertekan dan sebaiknya dihindari orang tua? Dikutip dari Times of India, berikut penjelasannya:

1. "Kamu sudah lebih besar, seharusnya kamu lebih tahu"

Orang tua mungkin sebenarnya tidak bermaksud menyakiti, bagi anak hal ini terdengar seperti kritik.

Jika anak sulung melakukan kesalahan, berikan dukungan alih-alih penilaian. Memberi ekspektasi tinggi justru bisa membuat mereka kecewa terhadap dirinya sendiri.

2. "Adikmu masih kecil, kamu mengalah saja"

Penggunaan kalimat seperti ini secara berulang dapat membuat anak sulung merasa kebutuhannya diabaikan.

Lama-kelamaan mereka juga bisa memendam kesal karena harus menekan perasaan sendiri dalam waktu yang lama.

3. "Kamu seharusnya menjadi yang paling bertanggung jawab"

Meskipun terdengar seperti pujian, hal ini dapat menempatkan anak sulung dalam peran di mana mereka merasa harus selalu sempurna, dapat diandalkan, dan tenang.

Jadi, ketika suatu waktu anak sulung sedang tidak bisa membuat keputusan, mereka bisa merasa sangat bersalah dan bahkan ketakutan.

4. "Jadilah contoh yang baik untuk adikmu"

Tanpa sadar, kalimat seperti ini dapat membuat anak sulung juga merasa terbebani. Hal ini karena mereka terus merasa harus menjadi panutan bagi adik-adiknya, yang pada akhirnya bisa membuat mereka merasa selalu diawasi dan dinilai.

5. "Kamu sudah bukan anak kecil lagi"

Saat kehadiran adik, banyak orang tua tanpa sadar membuat anak sulung merasa seolah-olah mereka tiba-tiba menjadi 'dewasa'.

Padahal, kehadiran adik tidak serta-merta membuat seorang anak lantas langsung siap untuk menjadi sosok kakak. Ungkapan seperti ini dapat membuat anak sulung merasa seakan-akan masa kecilnya telah berakhir.

6. "Kamu lebih tua, jadi harus lebih banyak membantu"

Mendorong tanggung jawab memang penting, tetapi mengaitkannya dengan usia dapat membuat anak merasa bahwa nilai dirinya ditentukan dari seberapa banyak ia berkontribusi.

Seiring waktu, anak bisa mulai merasa bahwa dirinya dihargai hanya ketika ia membantu atau punya prestasi tertentu.

7. "Berhenti bersikap kekanak-kanakan"

Orang tua perlu memahami bahwa rasa sedih, takut dan ingin menangis bukanlah sesuatu yang memalukan atau kekanak-kanakan. 

Kalimat ini bisa terasa seperti meremehkan dan mempermalukan, terutama ketika anak sulung hanya sedang mengekspresikan emosi seperti sedih, cemburu, atau ingin diperhatikan. 

Seiring waktu, anak mungkin mulai menekan perasaannya untuk menghindari penilaian buruk dari orang tua. Lama-kelamaan ini dapat memengaruhi kepercayaan diri emosional dan kemampuan berkomunikasi anak.

Dampak menjadi anak sulung terhadap kesehatan mental

Menurut psikolog Brandy Smith, PhD, selain memengaruhi kepribadian, menjadi anak sulung juga dapat berdampak pada kesehatan mental seseorang.

"Jika terlalu banyak tanggung jawab diberikan kepada anak tertua, maka anak tersebut mungkin merasa tidak memiliki cukup masa kecil karena tuntutan tersebut," imbuhnya.

Apabila tidak terkendali, hal ini dapat menyebabkan masalah kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi pada anak sulung.

Batasan dan tuntutan yang tidak sehat ini juga dapat memengaruhi hubungan antara anak ke orang tua, terutama ketika anak sulung memiliki jarak usia yang cukup jauh dengan adik.

Tanpa sadar orang tua menuntut anak sulung untuk mengambil tanggung jawab besar dalam keluarga, bahkan menjalankan peran seperti orang tua kedua.

"Hal ini dapat membuat anak sulung menjadi terlalu kaku dan kurang bisa bersosialisasi," jelas Smith.

Bagaimana cara tepat mengasuh anak sulung?

Orang tua memiliki peran penting dalam mengasuh dan membentuk kepribadian anak sulung, termasuk menjaga kesehatan mental mereka juga. 

Salah satunya dengan berhati-hati menentukan ekspektasi dan tanggung jawab kepada anak sulung.

"Idealnya, anak sulung diminta menjadi teladan sebagai saudara, tetapi bukan sebagai pengasuh dalam arti seperti pengganti orang tua," pesan Smith.

Hindari mengucapkan kalimat-kalimat yang mendorong anak sulung menjadi terlalu keras terhadap dirinya sendiri. Jangan sampai mereka merasa dicintai hanya saat sedang berprestasi saja.

Jaga keseimbangan dalam pola asuh dan pahami bahwa setiap anak itu unik, serta memiliki kebutuhan yang berbeda.

"Pastikan orang tua menyesuaikan gaya pengasuhan dengan kepribadian dan temperamen masing-masing anak," imbuhnya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online