loading...
Menteri Haji dan Umrah Moch Irfan Yusuf menyampaikan Pemerintah Arab Saudi memberikan apresiasi transformasi pelayanan haji era Presiden Prabowo Subianto. Foto/Kemenhaj
MAKKAH - Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Moch Irfan Yusuf menyampaikaN Pemerintah Arab Saudi memberikan apresiasi transformasi pelayanan haji era Presiden Prabowo Subianto. Khususnya, peningkatan kualitas penyelenggaraan ibadah haji Indonesia tahun 2026.
Apresiasi tersebut disampaikan saat Menteri Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi, Dr Tawfiq bin Fawzan Al-Rabiah, melakukan kunjungan ke layanan jemaah haji Indonesia di Mina.
Baca juga: Wukuf di Arafah, Momentum Refleksi Diri dan Simbol Kesetaraan Manusia
Menhaj menyebut kunjungan tersebut menjadi kehormatan sekaligus bentuk pengakuan atas berbagai upaya perbaikan layanan yang dilakukan Indonesia pada musim haji tahun ini.
“Alhamdulillah, baru saja kita mendapatkan kehormatan mendapatkan kunjungan dari Menteri Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi, Dr. Tawfiq bin Fawzan Al-Rabiah. Mereka datang dengan rombongannya untuk mengapresiasi capaian kita tahun ini, yang menurut mereka telah melakukan lompatan yang luar biasa,” ujar Menhaj dalam keterangannya, dikutip Selasa (26/5/2026).
Menurut Menhaj, Pemerintah Arab Saudi berharap peningkatan kualitas layanan haji Indonesia dapat terus dijaga dan ditingkatkan dari tahun ke tahun. Ia juga menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Arab Saudi dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.
Baca juga: Suhu Padang Arafah Tembus 47 Derajat, Jemaah Haji Waspadai Heatstroke
“Kami berterima kasih bahwa kerja sama antara Kementerian Haji dan Umrah Indonesia dengan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi benar-benar luar biasa dan menghasilkan pelayanan haji yang terbaik untuk jemaah kita tahun ini,” lanjutnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan Pemerintah Arab Saudi menilai penyelenggaraan haji Indonesia mengalami atau lompatan besar dalam tata kelola dan existential leap pelaksanaan layanan haji.
“Yang jelas istilah Menteri Haji dan Umrah Saudi tadi ada existential leap, ada lompatan yang jauh dalam pelaksanaan haji tahun ini,” ujar Wamenhaj.
Apresiasi tersebut menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Kemenhaj serta petugas haji Indonesia untuk terus menjaga kualitas pelayanan, khususnya pada fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau Armuzna.
Pemerintah juga memohon doa dan dukungan masyarakat Indonesia agar transformasi layanan haji terus berjalan optimal dan memberikan dampak positif bagi seluruh jemaah haji Indonesia.
“Mohon doa dari seluruh rakyat Indonesia supaya kerja-kerja keras semua tim di Kementerian Haji dan Umrah memberikan dampak yang baik untuk transformasi haji di era Presiden Prabowo ini,” tutup Wamenhaj.
(shf)
.png)
















































