loading...
Bagaimana Nasib Piala Dunia 2026 Jika Keamanan AS Memburuk Buntut Penangkapan Maduro?
JAKARTA - Eskalasi geopolitik menyusul operasi militer Amerika Serikat yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro memicu kekhawatiran dunia, termasuk potensi dampaknya terhadap agenda besar yang akan digelar AS: Piala Dunia 2026. Meski demikian, peluang pemindahan pertandingan dari Amerika Serikat dinilai nyaris tidak ada.
Mantan pemain tim nasional Uni Soviet, Vladimir Ponomaryov, menegaskan FIFA tidak akan membuka opsi relokasi Piala Dunia 11 Juni - 19 Juli 2026, terlepas dari memburuknya situasi keamanan atau tekanan politik internasional. Menurutnya, keputusan tuan rumah bersifat final dan tidak akan diganggu gugat.
“FIFA tidak akan memindahkan pertandingan Piala Dunia dari Amerika Serikat. Isu ini bahkan tidak akan masuk agenda,” ujar Ponomaryov, seraya menyoroti kuatnya posisi AS dalam struktur sepak bola global.
Penangkapan Maduro oleh militer AS telah memicu reaksi keras dari berbagai negara. Sejumlah pemimpin Amerika Latin dan kekuatan global seperti Rusia, China, dan Iran mengecam tindakan Washington sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan dan hukum internasional. Di sisi lain, beberapa sekutu AS dan negara berhaluan kanan justru menyatakan dukungan atau memilih sikap hati-hati.
Situasi ini menimbulkan spekulasi soal stabilitas keamanan domestik AS ke depan, terutama jika konflik berkembang menjadi ketegangan berkepanjangan atau memicu aksi balasan. Namun dari sudut pandang penyelenggaraan olahraga, FIFA selama ini memiliki standar keamanan berlapis dan selalu bekerja langsung dengan pemerintah tuan rumah.
Faktor politik juga dinilai berperan besar. Ponomaryov menyinggung hubungan dekat Presiden FIFA Gianni Infantino dengan Presiden AS Donald Trump sebagai alasan kuat mengapa Piala Dunia 2026 akan tetap digelar sesuai rencana. Amerika Serikat sendiri menjadi tuan rumah mayoritas pertandingan, termasuk laga-laga fase akhir.
Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung di tiga negara: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Hingga kini, tidak ada pernyataan resmi dari FIFA yang mengindikasikan perubahan lokasi akibat situasi geopolitik.
Dengan demikian, meskipun krisis Venezuela berpotensi memperkeruh stabilitas kawasan AS, nasib Piala Dunia 2026 menjadi taruhan. Wacana pemindahan pertandingan lebih mencerminkan kekhawatiran politik internasional ketimbang ancaman nyata terhadap penyelenggaraan turnamen.
(sto)
.png)
















































