BCA Sanggar Bakti untuk Perkuat Ekosistem Seni di Indonesia

17 hours ago 10

Selular.ID – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) resmi meluncurkan program Sanggar Bakti BCA pada 20 Juli 2026 sebagai upaya memperkuat keberlanjutan ekosistem seni pertunjukan di Indonesia.

Program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) ini dirancang untuk membantu komunitas seni menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan pendanaan, kapasitas organisasi yang belum optimal, hingga minimnya akses terhadap pendampingan dan jejaring pengembangan.

Sebagai peserta pertama dalam program tersebut, Citra Art Studio terpilih untuk memperoleh pendampingan jangka menengah yang mencakup penguatan organisasi, peningkatan kualitas karya seni pertunjukan, pengelolaan kegiatan, dokumentasi karya, serta pengembangan sumber daya manusia.

BCA menilai pendekatan tersebut diperlukan agar sanggar seni mampu berkembang secara profesional, mandiri, dan berkelanjutan.

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, mengatakan program Sanggar Bakti BCA diharapkan dapat memperkuat peran sanggar sebagai ruang pelestarian sekaligus pengembangan seni budaya Indonesia.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Menurutnya, pendampingan yang diberikan tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas karya, tetapi juga membantu sanggar memperluas peluang dan menjangkau audiens yang lebih luas.

Program ini menjadi bagian dari komitmen BCA dalam mendukung pelestarian budaya melalui pemberdayaan komunitas seni.

Berbeda dengan dukungan yang bersifat insidental, Sanggar Bakti BCA mengedepankan proses pembinaan yang berlangsung secara bertahap sehingga peserta memperoleh penguatan dari sisi artistik maupun tata kelola organisasi.

Sanggar pertama yang mengikuti program ini adalah Citra Art Studio, komunitas seni yang didirikan oleh Armen Suwandi dan Siti Suryani.

Komunitas tersebut bergerak di bidang tari dan musik dengan fokus pada tari kontemporer, tari tradisional Nusantara, serta karya-karya kreasi baru yang mengangkat kekayaan budaya Indonesia.

Selama berkiprah, Citra Art Studio aktif mengikuti berbagai pertunjukan seni, festival tari dan musik, baik di dalam maupun luar negeri.

Aktivitas tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam proses seleksi, selain komitmen komunitas untuk terus mengembangkan seni budaya Indonesia.

Dalam pelaksanaannya, BCA menggandeng Titimangsa sebagai mitra pelaksana program.

Organisasi seni pertunjukan tersebut dipilih berdasarkan rekam jejaknya selama lebih dari 15 tahun dalam memproduksi berbagai karya seni, menyelenggarakan pelatihan, serta mendampingi komunitas kreatif di Indonesia.

Program Sanggar Bakti BCA terdiri atas dua tahapan utama. Tahap pertama berupa asesmen dan pemetaan komunitas seni untuk mengidentifikasi sanggar yang memiliki potensi berkembang.

Penilaian dilakukan berdasarkan aktivitas berkesenian, kapasitas organisasi, kualitas proses kreatif, hingga komitmen untuk meningkatkan pengelolaan komunitas.

Tahap berikutnya adalah pendampingan intensif yang mencakup penguatan kualitas artistik, peningkatan kapasitas organisasi, serta pengembangan karya pertunjukan.

Melalui pendekatan tersebut, BCA berharap sanggar tidak hanya menghasilkan karya yang lebih baik, tetapi juga memiliki sistem pengelolaan yang mampu mendukung keberlanjutan aktivitas mereka.

Sebelum menentukan peserta pertama, sebanyak 10 sanggar seni mengikuti proses seleksi yang dilakukan oleh tim periset yang terdiri dari Elly Luthan, maestro sekaligus koreografer tari tradisi, dan Joned Suryatmoko, aktor serta pelaku seni.

Hasil penilaian kemudian menghasilkan lima kandidat terbaik yang diundang untuk mempresentasikan program mereka di hadapan panelis yang berasal dari berbagai bidang seni pertunjukan.

Panel tersebut terdiri atas Happy Salma, pendiri Titimangsa, Nungki Kusumastuti, akademisi seni pertunjukan, Sari Madjid, produser sekaligus stage manager Teater Koma, serta Nanang Hape, budayawan dan dalang.

Sebagai mitra pelaksana program, Happy Salma menyambut positif kolaborasi antara Titimangsa dan BCA.

Menurutnya, program tersebut tidak hanya menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian seni pertunjukan, tetapi juga menyediakan ruang belajar bagi komunitas seni untuk memperkaya perspektif dalam mengelola organisasi dan mengembangkan aktivitas berkesenian.

Ia mengatakan kolaborasi tersebut memberikan kesempatan bagi para pegiat seni untuk saling bertukar pengalaman, memperluas wawasan, serta mengembangkan gagasan baru yang dapat memperkuat keberlanjutan sanggar dalam jangka panjang.

Pandangan serupa disampaikan Nungki Kusumastuti, yang berharap sanggar terpilih mampu memanfaatkan proses pendampingan secara optimal.

Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari kualitas karya yang dihasilkan, tetapi juga dari kemampuan sanggar memperkuat tata kelola organisasi dan menyiapkan langkah agar dapat berkembang secara mandiri setelah program berakhir.

Melalui Sanggar Bakti BCA, perusahaan memperluas kontribusinya pada sektor sosial dan budaya dengan pendekatan yang berorientasi pada pengembangan kapasitas.

Program ini tidak hanya memberikan dukungan terhadap proses kreatif, tetapi juga membangun fondasi organisasi yang dinilai penting bagi keberlangsungan komunitas seni di tengah berbagai tantangan pendanaan, regenerasi, dan pengelolaan.

BCA menyatakan pendampingan yang diberikan diharapkan mampu membantu sanggar memperluas kesempatan berkarya, membuka ruang belajar bagi generasi muda, serta menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Strategi tersebut sekaligus memperlihatkan upaya perusahaan dalam mendukung pelestarian seni budaya Indonesia melalui kolaborasi dengan pelaku seni yang memiliki pengalaman dalam membangun ekosistem seni pertunjukan secara berkelanjutan.

Baca Juga: Pengguna ShopeePay Kini Bisa Tarik Tunai di ATM BCA, Gratis Admin

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online