Bertemu Macron, Prabowo Singgung Solusi Dua Negara Palestina

14 hours ago 8

PRESIDEN Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron membahas stabilitas kawasan Timur Tengah dalam rangkaian kunjungan kenegaraan di Istana Élysée, Paris, Prancis, Kamis, 28 Mei 2026. Prabowo berkata stabilitas kawasan Timur Tengah memiliki dampak langsung terhadap kondisi energi dunia dan rantai pasok global.

Prabowo pun menyinggung dukungan Prancis terhadap solusi dua negara sebagai jalan menuju perdamaian di Palestina. Menurut Prabowo, Prancis adalah salah satu negara pelopor yang mengajak banyak negara di Eropa dan di Barat mendukung solusi dua negara untuk kemerdekaan Palestina. 

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

"Indonesia tetap berpandangan tidak mungkin ada perdamaian di Timur Tengah tanpa solusi dua negara, tanpa keadilan bagi rakyat Palestina,” kata Prabowo dalam pernyataan pers bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam rangkaian kunjungan kenegaraan di Istana Élysée, pada Kamis, 28 Mei 2026 dikutip Sekretaris Presiden, Jumat, 29 Mei 2026.

Prabowo juga menyoroti eratnya kolaborasi kedua negara dalam kerja sama bilateral, menghadapi situasi global yang penuh ketidakpastian, serta menegaskan pentingnya peran Indonesia dan Prancis dalam menjaga perdamaian dunia.

"Di dunia sekarang, di mana bumi sudah semakin kecil, karena sains dan teknologi. Perang dan konflik tidak mungkin membawa kebaikan untuk siapa pun,” ujar Kepala Negara.

Ketua Umum Partai Gerindra ini juga menyambut baik penguatan kerja sama kedua negara melalui kemitraan strategis komprehensif atau Comprehensive Strategic Partnership (CEPA). Kepala Negara juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Macron terhadap peningkatan investasi dan kerja sama ekonomi kedua negara, termasuk pembentukan France Indonesia High Level Business Council. 

"Kami akan sangat gembira dengan partisipasi dan kehadiran perusahaan-perusahaan Prancis terus di ekonomi Indonesia, dan Prancis sebagai pemimpin Eropa akan terus memainkan peranan yang sangat penting di kawasan Asia Tenggara,” ujar Prabowo.

Indonesia, kata Prabowo, memandang Prancis dan Eropa sebagai mitra strategis penting dalam menciptakan tatanan dunia multipolar yang seimbang dan damai. Prabowo optimistis hubungan Indonesia dan Prancis akan terus berkembang dengan komitmen yang kuat dari kedua negara.

Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan lawatan Presiden Prabowo Subianto ke Prancis kali ini bertujuan memenuhi undangan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Menurut Sugiono, Prabowo memenuhi undangan Macron yang sempat tertunda lantaran sebelumnya tidak menemukan waktu yang sesuai untuk bertemu.

"Ini adalah undangan dari Presiden Macron yang sebenarnya sempat tertunda. Jadi waktu itu saya kalau tidak salah bulan April kunjungan yang diharapkan dilaksanakan, namun waktu yang tidak cocok pada saat itu," kata Sugiono pada Rabu, 27 Mei 2026, dikutip dari keterangan video.

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra ini mengimbuhkan, Presiden Macron lantas menyampaikan undangan lagi ke Prabowo. Sugiono mengklaim, Macron mengajukan tanggal baru yang akhirnya disepakati. “Dalam pertemuan kedua kepala negara waktu itu, Presiden Macron kembali mengundang dan mengajukan tanggal yang saat ini,” tutur dia.

Sugiono berujar, lawatan Prabowo ke Prancis dilakukan dengan pertimbangan bahwa undangan tersebut sudah diajukan sebanyak dua kali. Kata dia, kunjungan kenegaraan Prabowo itu sebagai kunjungan balasan dari lawatan Presiden Macron ke Indonesia. “Jadi karena sudah diajukan dua kali, ini yang kedua, beliau Pak Presiden memenuhi undangan ini dan hadir di Paris,” ujarnya.

Ervana Trikarinaputri berkontribusi dalam tulisan ini.
Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online