Jakarta -
Melahirkan sering kali menjadi momen yang penuh harap sekaligus menegangkan bagi calon ibu. Salah satu hal yang paling dikhawatirkan adalah rasa sakit saat persalinan. Kini, ada beberapa metode pereda nyeri yang bisa dipilih metode ILA (Intrathecal Labour Analgesia) dan epidural.
Keduanya sama-sama bertujuan mengurangi rasa sakit saat melahirkan, tetapi memiliki perbedaan penting yang perlu dipahami sebelum menentukan pilihan. Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini!
Mengenal metode ILA (intrathecal labour analgesia)?
Metode ILA adalah teknik pereda nyeri saat persalinan normal dengan menyuntikkan obat langsung ke cairan tulang belakang (ruang subarakhnoid).
Metode ini bertujuan mengurangi rasa sakit saat kontraksi tanpa membuat ibu kehilangan kesadaran. Jadi, Bunda tetap bisa aktif mengikuti proses persalinan. Biasanya, ILA diberikan saat pembukaan sudah memasuki fase aktif, ketika rasa nyeri mulai meningkat.
Menurut dokter kandungan, dr. Ilham Utama Surya SpOG, metode ILA diaplikasikan dengan menggunakan analgesik spinal atau suntik epidural. Di luar negeri, metode ini sudah sering dipakai dalam dunia medis.
Metode ILA di Indonesia sudah dikenalkan pada ibu yang ingin melahirkan di sejumlah rumah sakit. Metode ini memang tidak populer karena tatalaksana nyeri di Indonesia berbeda dengan di luar negeri.
"Di luar negeri memang utamanya adalah tata laksana nyerinya. Kalau di Indonesia, rasa sakit, dan nyeri enggak terlalu masalah, bahkan menurut kebanyakan orang, untuk melahirkan itu memang harus nyeri. Jadi, perbedaannya hanya di persepsi saja," kata Ilham saat dihubungi HaiBunda, beberapa waktu lalu.
Keunggulan metode ILA
Metode ILA memberikan banyak keunggulan untuk ibu selama persalinan, yakni:
1. Mengurangi rasa sakit selama persalinan.
2. Memungkinkan ibu tetap sadar dan dapat mengikuti instruksi tenaga medis.
3. Membantu ibu rileks dan mengurangi stres saat melahirkan.
4. Mengurangi risiko komplikasi karena stres maupun rasa sakit yang berlebihan.
Namun metode ILA membutuhkan waktu yang lebih panjang dibanding persalinan normal. Bahkan, pada kondisi lanjut dapat meninggalkan efek pada proses melahirkan itu sendiri.
"Memang rasa nyerinya hilang, tapi pada saat persalinan harusnya mungkin 4 jam, ini bisa nambah jadi 5 sampai 6 jam. Efeknya bayi bisa lebih lama keluar," ujar dr. Ilham Utama Surya SpOG.
Efek samping metode ILA
Meski memiliki keunggulan metode ILA juga memiliki efek samping jika waktu penggunaan obatnya panjang saat persalinan lho, Bunda.
1. Bayi bisa kekurangan oksigen karena durasi melahirkan lebih lama
2. Ibu mengalami pendarahan
3. Retensi urine
4. Bisa menyebabkan fistula, yakni munculnya sambungan ke saluran kemaluan, saluran kencing, dan pencernaan ibu.
Mengenal metode epidural
Epidural adalah metode anestesi dengan menyuntikkan obat ke ruang epidural di sekitar saraf tulang belakang untuk mengurangi rasa sakit di bagian bawah tubuh.
Menurut American Pregnancy Association (APA), suntik atau anestesi epidural adalah metode penghilang rasa sakit yang cukup populer untuk membantu persalinan. Ibu hamil atau bumil biasanya meminta suntikan ini sebagai metode pereda nyeri.
"Lebih dari 50 persen wanita melahirkan di rumah sakit menggunakan anestesi epidural," tulis APA, dalam laman resminya.
Cara kerja dan waktu pemberian suntik epidural
Cara kerja suntik epidural adalah memblokir impuls saraf dari tulang belakang bagian bawah. Efeknya, sensasi di daerah tersebut terhadap rasa sakit akan berkurang atau kebal sementara waktu.
Suntik epidural mengandung obat seperti bupivacaine, chloroprocaine, atau lidocaine. Obat-obatan tersebut dapat digunakan dengan kombinasi obat lain yang bisa memperpanjang efek atau untuk menstabilkan tekanan darah ibu. Suntikan epidural dapat diberikan selama persalinan caesar. Prosedur ini hanya boleh dilakukan oleh dokter anestesi.
Menurut spesialis obstetri dan ginekologi, Valinda Riggins Nwadike, MD, MPH, bumil bisa mendapatkan suntik epidural ini kapan pun selama persalinan, apa pun pilihan melahirkannya. Epidural juga dapat diberikan secara berkelanjutan pada kondisi tertentu, Bunda.
"Suntik epidural efektif untuk prosedur bedah yang memakan waktu lama. Ini juga bisa diberikan secara terus menerus selama prosedur pembedahan yang panjang, seperti persalinan caesar atau saat memulihkan diri dari prosedur tertentu," kata Nwadike, dilansir Healthline.
Keunggulan epidural
- Efek pereda nyeri lebih tahan lama
- Dapat digunakan selama proses persalinan berlangsung
- Mengurangi nyeri kontraksi secara konsisten
- Memberi anestesi untuk operasi tertentu sebagai alternatif anestesi umum
- Mengatasi penyebab nyeri punggung tertentu dan bentuk nyeri kronis lainnya (melalui suntikan steroid epidural).
Efek samping epidural
Meski memiliki keunggulan, epidural juga memiliki efek samping yang bisa dirasakan tubuh Bunda seperti tekanan, kesemutan, sensasi terbakar, atau nyeri saat dokter menyuntikan obat epidural. Namun, nyeri hanya bersifat sementara atau hilang dalam beberapa menit.
Meski begitu, ada pula Bunda yang tidak akan merasakan apa pun saat disuntik. Bila Bunda merasakan sakit yang tajam dan hebat selama atau setelah prosedur, segera beritahu dokter ya. Berbeda dengan metode ILA, efek samping dari epidural Bunda bisa merasakan gejala berikut:
1. Beberapa ibu merasa menggigil, demam, dan mudah gatal karena suntikan.
2. Muncul rasa nyeri atau ngilu di lokasi tempat penyuntikan usai persalinan. Beberapa bisa mengalami mual dan keleyengan.
3. Tubuh bagian bawah mungkin akan mengalami mati rasa selama beberapa saat usai melahirkan.
4. Bunda juga mungkin akan mengalami kesulitan buang air kecil (BAK).
Begitu perbedaan dan keunggulan metode ILA dan epidural ya, Bunda. Semoga informasinya bermanfaat.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
.png)
1 hour ago
3
















































