DPR Minta Adanya Kajian untuk Penggolongan UKT bagi Anak ASN

7 hours ago 5

INFO NASIONAL - Skema penggolongan Uang Kuliah Tunggal (UKT) khusus bagi anak-anak Aparatur Sipil Negara (ASN) mendapat perhatian serius dari Komisi X. Menurut Anggota Komisi X DPR RI Juliyatmono, pengelompokkan khusus UKT itu sering kali tidak sesuai dengan realitas ekonomi yang dihadapi oleh para abdi negara tersebut.

Juliyatmono menilai bahwa selama ini ada persepsi yang keliru dalam pengelompokan golongan UKT, di mana keluarga ASN secara otomatis dianggap sebagai kelompok masyarakat yang mampu secara finansial, tanpa melihat beban hidup yang sebenarnya. "Tapi masuk kelas (golongan UKT tinggi), dia dianggap orang yang berlebih cukup. Dan juga berat, Maka harus ada kebijakan khusus menurut saya," kata Juliyatmono saat melakukan kunjungan kerja Komisi X ke Universitas Negeri Makassar, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat, 10 April 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Dia menyoroti bahwa pendapatan ASN saat ini kerap kali tertinggal jauh jika dibandingkan dengan lonjakan biaya pendidikan tinggi. Hal ini menyebabkan banyak keluarga ASN kesulitan untuk menyekolahkan anak-anak mereka ke jenjang yang lebih tinggi karena besaran UKT yang ditetapkan ‘tidak nyambung’ dengan penghasilan riil.

"Mereka harus ada kebijakan khusus agar putra-puterinya ini mendapatkan kesempatan yang baik untuk mendapatkan pendidikan tinggi. Kalau diikutkan dengan UKT-nya ini tidak nyambung, dianggap kelas menengah ke atas, kelas mampu. Padahal kenyataannya tidak cukup," ujatnya.

Politisi Fraksi Partai Golkar ini pun memberikan gambaran konkret mengenai kesulitan yang dialami oleh ASN golongan menengah yang memiliki lebih dari satu anak di perguruan tinggi. Dia meminta pemerintah untuk segera mencari rumusan agar putra-putri ASN tetap mendapatkan hak pendidikan yang layak tanpa membebani ekonomi keluarga secara berlebihan.

"Seorang ASN golongan III/b atau III/d punya dua anak kuliah itu sangat berat. Dan ini adalah persoalannya yang harus kita segera carikan rumusannya. Supaya mereka juga bergairah, mendapatkan kesempatan anak-anaknya putra-puterinya bisa mendapatkan pendidikan tinggi," ucapnya. (*)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online