WAKIL Ketua Umum Partai NasDem Saan Mustopa menanggapi soal sampul Majalah Tempo edisi pekan ini yang menulis tentang isu merger atau penggabungan Partai Gerindra dan Partai NasDem. Saan mengatakan bahwa pemberitaan yang mengkritik tokoh publik adalah hal normal.
"Soal cover, tentu kita harus saling menghargai, saling menghormati satu sama lain ya gitu kan. Kritik hal yang biasa," kata Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat itu di Kompleks DPR, Jakarta, pada Selasa, 14 April 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Ilustrasi sampul Tempo menggambarkan mulai surutnya pamor Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh baik di dalam partai maupun di panggung politik nasional. Ia ditengarai tak punya akses ke kekuasaan karena NasDem berada di luar pemerintahan.
Menurut Saan, dalam menyampaikan kritik perlu dilakukan dengan cara yang saling menghormati dan tidak merendahkan tokoh yang diberitakan. Ia meyakini hal itu juga selaras dengan pedoman jurnalistik.
"Jadi apa, tidak perlu saling merendahkan ya terhadap satu sama lain. Apalagi dalam konteks ini adalah tokoh umum kan," tutur dia.
Majalah Tempo edisi pekan ini mengungkap bahwa Presiden Prabowo Subianto sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra mengusulkan kepada Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh untuk menggabungkan dua partai. Ide itu muncul setelah keduanya bertemu di kediaman Prabowo di Hambalang, Bogor, Jawa Barat pada pertengahan Februari 2026.
Jika ide itu terwujud, gabungan dua partai mengumpulkan hampir 35 juta suara nasional atau 23 persen berdasarkan hasil pemilu 2024. Menurut tiga pejabat teras NasDem, Surya tak menyambut usulan itu karena ingin mempertahankan posisinya dan belum melihat apa manfaat merger untuk NasDem.
Saan tidak membantah adanya isu ini. Dia mengatakan bahwa gagasan penggabungan dua partai belum dibahas secara mendalam di internal NasDem. Dia menilai penggabungan dua partai saat ini sulit direalisasikan lantaran ada perbedaan ideologi hingga visi-misi dari pendiri masing-masing partai.
Adapun soal isi pertemuan itu, kata dia, hanyalah Surya dan Prabowo yang tahu. Dia menegaskan bahwa NasDem selalu mendukung Prabowo kendati tidak memiliki menteri di Kabinet Merah Putih.
"Orang mengatakan tidak ada kader di pemerintahan, tapi kita tetap menyampaikan bahwa NasDem 100 persen mendukung pemerintah hari ini dan sampai nanti periode ini berakhir," tutur dia.
.png)
















































