Erupsi Gunung Anak Krakatau, Kemendiktisaintek Imbau Kampus Terapkan Kuliah Daring

4 hours ago 5

loading...

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan. Foto/Youtube Badan Komunikasi Pemerintah RI.

JAKARTA - Aktivitas pembelajaran terkena dampak pascaerupsi Gunung Anak Krakatau . Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ( Kemendiktisaintek ) pun mengimbau layanan pendidikan dialihkan sementara ke sistem daring.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan mengimbau seluruh perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, mengambil langkah strategis untuk menjaga kesehatan dan keselamatan sivitas akademika menyusul erupsi Gunung Anak Krakatau.

Baca juga: Dampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, UI Terapkan PJJ dan WFH

Fauzan mengatakan, perguruan tinggi perlu mengurangi aktivitas di luar kampus guna meminimalkan risiko kesehatan akibat paparan debu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.

“Sebagai kebijakan pascaerupsi Gunung Anak Krakatau, dalam rangka menjaga kesehatan sivitas akademika, kami mengimbau kepada seluruh perguruan tinggi baik negeri maupun swasta untuk mengambil langkah-langkah strategis dan efektif yang berorientasi pada pengurangan aktivitas di luar kampus kepada seluruh sivitas akademika,” ujar Fauzan, dalam Konferensi Pers Update Situasi Terkini Pascaerupsi Gunung Anak Krakatau, dikutip dari siaran YouTube Badan Komunikasi Pemerintah RI,Senin (7/9/2026).

Menurut dia, layanan kantor, proses pembelajaran, maupun kegiatan akademik lainnya dapat dilakukan secara daring atau hybrid. Perguruan tinggi juga dapat menerapkan metode lain yang dinilai efektif untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat debu erupsi.

Baca juga: Bogor, Depok, Tangerang, dan Tangsel Juga Berlakukan PJJ Imbas Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online