Indonesia Beli Dua Alutsista dari India, Apa Saja?

11 hours ago 9

PEMERINTAH Indonesia menyepakati kontrak kerja sama pengadaan dua alat utama sistem persenjataan atau alutsista yang didatangkan dari India. Kesepakatan itu terjadi ketika Presiden Prabowo Subianto menerima lawatan Perdana Menteri India Narendra Modi di Istana Merdeka, Jakarta pada Selasa, 7 Juli 2026.

Kedua alutsista yang dibeli Indonesia adalah rudal supersonik BrahMos dan misil udara-ke-udara Astra. Adapun rudal BrahMos diproduksi oleh perusahaan yang dimiliki bersama antara pemerintah India dan Rusia, sedangkan misil Astra diproduksi militer India.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Kontrak pengadaan rudal BrahMos dilakukan antara BrahMos Aerospace dan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. Sementara kerja sama pembelian misil udara-ke-udara Astra dilakukan oleh Bharat Dynamics Limited dan Republikorp.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan Brigadir Jenderal Rico Ricardo Sirait mengatakan pengadaan rudal BrahMos dan misil Astra itu karena kebutuhan operasional Tentara Nasional Indonesia. Pengadaannya, kata dia, telah menempuh proses perencanaan, kajian strategis, dan evaluasi yang komprehensif.

"Tujuannya adalah untuk memperkuat kemampuan pertahanan negara, meningkatkan efek penangkalan, serta menjaga kedaulatan dan kepentingan nasional," ujar Rico ketika dihubungi pada Sabtu, 11 Juli 2026.

Dia berujar penempatan dan penggunaan secara operasional rudal BrahMos dan misil Astra menjadi kewenangan TNI. Pemerintah, kata dia, tidak dapat menyampaikan peruntukan alutsista tersebut secara rinci.

Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Brigadir Jenderal Muhammad Nas belum merespons pertanyaan yang dikirim ke nomor WhatsApp-nya.

Terkait nilai kontrak pengadaan dua alutsista tersebut, Rico mengatakan informasi itu dibatasi untuk disampaikan ke publik. Sebab, dia berujar pemerintah mempertimbangkan kepentingan pertahanan negara, keamanan, juga strategi militer.

"Kami tidak dapat menyampaikan rincian kontrak, termasuk waktu pelaksanaan, jumlah unit, nilai kontrak, maupun jadwal pengiriman," kata Rico.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online