Jemaah Haji dari Embarkasi Solo Wafat di Madinah

14 hours ago 11

SEORANG jemaah haji asal Kabupaten Tegal, Jawa Tengah yang tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) 3 embarkasi Solo meninggal dunia di Madinah, Arab Saudi, pada Kamis, 23 April 2026. Jemaah bernama Rodiyah Wayan, 68 tahun, dilaporkan wafat setelah mengalami gangguan pernapasan setibanya di Tanah Suci.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Humas penyelenggara embarkasi Solo David Jafar Saputra menjelaskan Rodiyah sempat mengeluhkan sesak napas sesaat setelah tiba di Bandara Madinah. Dia kemudian mendapatkan penanganan awal sebelum dirujuk ke fasilitas kesehatan lanjutan. Namun, kondisi kesehatannya tersebut terus menurun meski telah mendapat perawatan medis.

“Almarhumah dinyatakan wafat pada pukul 11.45 Waktu Arab Saudi dan dimakamkan di Baqi, Madinah,” ujar David pada Jumat malam, 24 April 2026.

PPIH menyampaikan duka cita atas wafatnya jemaah tersebut. David mengatakan akan ada badal haji untuk Rodiyah serta mendapatkan hak asuransi jemaah haji sesuai ketentuan.

Adapun petugas peyelenggara ibadah haji (PPIH) embarkasi Solo mencatat hingga Jumat, 24 April 2026, total sebanyak 13 kloter atau 4.675 calon jemaah haji telah diterima embarkasi Solo.

Dari jumlah itu, sebanyak empat orang dipulangkan karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan untuk terbang. Mereka yang dipulangkan berasal dari kloter 3, 8, dan 9. Keputusan tersebut diambil berdasarkan rekomendasi tim medis setelah melalui serangkaian pemeriksaan.

Selain itu, delapan orang lainnya tertunda keberangkatannya ke Tanah Suci karena masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit dan klinik embarkasi. Mayoritas jemaah yang mengalami kendala kesehatan merupakan kelompok lanjut usia.

Kepala Seksi Humas PPIH embarkasi Solo, Nabiila Azka Amaalia, menjelaskan mayoritas jemaah yang dirawat mengalami kelelahan. Sebagian besar adalah lansia. Ia merinci, dua jemaah dirawat di RSUD Dr. Moewardi, satu di rumah sakit TNI AU, tiga di RSUP Surakarta, sementara dua lainnya masih berada di klinik embarkasi.

“Kebanyakan karena faktor kelelahan dan usia,” ujarnya saat ditemui wartawan di Asrama Haji Donohudan.

Menurut Nabiila, delapan jemaah tersebut berasal dari tiga kelompok terbang 4, 6, dan 9. Hingga kini, kondisi mereka masih dipantau tim medis untuk menentukan kesiapan keberangkatan.

PPIH masih menunggu perkembangan kondisi jemaah yang tertunda untuk memastikan apakah mereka masih berpeluang diberangkatkan pada musim haji tahun ini.

Pihak penyelenggara juga mengingatkan calon jemaah agar menjaga stamina sebelum masuk asrama haji. Aktivitas yang berpotensi menimbulkan kelelahan, termasuk kegiatan seremonial yang berlangsung lama, disarankan untuk dibatasi.

“Kurangi aktivitas yang terlalu menguras tenaga agar kondisi tetap prima saat masuk embarkasi,” kata Nabiila.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online