Jakarta (ANTARA) - Vice President Corporate Communications PT Kereta Api Indonesia (Persero) Anne Purba turut menjadi pembicara dalam Festival Media Digital Pemerintah (FMDP) 2025 yang berlangsung di Teater Wahyu Sihombing, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Jumat (28/11). Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Ibnu Basuki Widodo, yang menegaskan pentingnya ruang digital sebagai jembatan transparansi dan partisipasi publik dalam penguatan tata kelola pemerintahan.
FMDP 2025 diselenggarakan oleh KPK melalui Biro Hubungan Masyarakat dengan tema “Partisipasi Publik di Ruang Digital: Sinergi untuk Transparansi”. Forum ini menjadi ajang kolaborasi berbagai lembaga untuk mendorong komunikasi publik yang lebih terbuka, informatif, dan adaptif di era digital.
Dalam sesi dialog, Anne berbagi pandangan kepada para peserta bersama Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari serta Co-founder & Chief Growth Officer Think Policy Indonesia Florida Andriana, membahas strategi komunikasi publik yang responsif, berbasis data, dan mampu menjawab dinamika ruang digital.
Anne memaparkan pendekatan KAI dalam memenuhi hak akses masyarakat atas informasi publik. Ia menekankan bahwa keterbukaan informasi merupakan dasar perusahaan untuk membangun kepercayaan sekaligus menguatkan hubungan dengan pelanggan. Melalui e-Procurement, e-PPID, Website Sustainability, Whistleblowing System, media sosial, dan aplikasi Access by KAI, masyarakat dapat memperoleh informasi yang relevan sekaligus memberikan masukan terhadap layanan.
Dalam lima tahun terakhir (2020–2024), Contact Center 121 telah menangani lebih dari 12,3 juta interaksi melalui telepon, email, media sosial, dan aplikasi digital. Pada 2025 (Januari–Juni), tercatat 1,58 juta interaksi dengan media sosial sebagai kanal yang mengalami pertumbuhan tertinggi.
“Setiap masukan yang diterima menjadi sumber pembelajaran bagi KAI dalam melakukan penyempurnaan layanan. Dari desain kursi Kereta Ekonomi New Generation hingga penyediaan toilet khusus pria dan wanita, seluruh pembaruan dilakukan berdasarkan aspirasi yang disampaikan pelanggan,” kata Anne.
KAI juga mengembangkan fitur Female Seat Map untuk memberikan keterbukaan informasi bagi pelanggan perempuan dalam memilih kursi yang memberikan kenyamanan lebih. Inovasi ini memperkuat komitmen perusahaan dalam menyediakan layanan yang inklusif dan berbasis transparansi.
Anne menjelaskan bahwa kontribusi pelanggan berperan besar dalam mendorong masa depan transportasi berkelanjutan. Kereta api yang hemat energi dan rendah emisi menjadi pilihan strategis bagi mobilitas nasional dan membutuhkan partisipasi publik agar berkembang lebih cepat.
“Kepercayaan masyarakat pun terus meningkat, terlihat dari jumlah pelanggan KAI Group yang mencapai 413.867.221 orang pada Januari–Oktober 2025 atau tumbuh 8,15% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya,” jelas Anne.
Kinerja KAI juga menunjukkan posisi kuat di tingkat global. Ketepatan waktu perjalanan penumpang pada 2024 mencatat Departure 99,77% dan Arrival 96,05%, menempatkan KAI pada peringkat ketiga dunia. Tingkat kecelakaan rata-rata 2020–2024 berada di angka 0,2276 dan menjadi salah satu yang terendah. Indeks Kepuasan Pelanggan 2024 tercatat di angka 4,50, sementara S&P Global ESG Score 2024 mencapai 41, mencerminkan langkah perusahaan menuju standar operator kelas dunia.
Anne menegaskan bahwa transformasi digital, penguatan fondasi bisnis, serta pengembangan jaringan layanan berjalan selaras dengan prinsip keterbukaan informasi publik. Seluruh kebijakan dan inovasi diarahkan untuk memperkuat ekosistem logistik nasional, memperluas akses transportasi, dan meningkatkan kualitas pelayanan.
KAI telah meraih predikat Informatif sejak 2020 hingga 2024 sebagai bentuk apresiasi atas komitmen perusahaan dalam menyediakan informasi yang mudah diakses dan akuntabel. Dengan komunikasi yang jelas, data yang dapat dipertanggungjawabkan, serta ruang dialog yang terbuka, KAI membangun relasi yang konstruktif dengan masyarakat.
Anne menutup paparannya dengan lima pesan utama yaitu perubahan harus dikelola dengan adaptif; teknologi menjadi pengungkit peningkatan layanan; inovasi tumbuh dari lingkungan dengan arus informasi yang terbuka; pelayanan publik harus selaras dengan aspek sosial, lingkungan, dan ekonomi; serta kepercayaan publik diperkuat melalui pelayanan yang konsisten dan tata kelola yang transparan.
“KAI akan terus menghadirkan layanan yang relevan, terbuka untuk kolaborasi, dan berkomitmen memberi manfaat bagi masyarakat melalui transportasi yang aman, modern, dan berkelanjutan,” tutup Anne.
Pewarta: PR Wire
Editor: PR Wire
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
.png)
















































